← Beranda
Eduardo Perez Senang Bukan Kepalang! Persebaya Surabaya Dukung Program PSSI Tingkatkan Sepak Bola Indonesia
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 12 September 2025 | 00.40 WIB
Eduardo Perez senang Persebaya Surabaya dikunjungi Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Pérez Morán, menegaskan kesiapannya untuk mendukung penuh program PSSI dalam meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia. Pria asal Spanyol itu menilai kolaborasi antara klub dan federasi adalah kunci agar prestasi Garuda semakin meningkat.

Kehadiran Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, ke markas Persebaya Surabaya, disambut hangat oleh jajaran pelatih Green Force.

Eduardo Pérez bersama tim pelatih dan Kepala Persebaya Future Lab, Ganesha Putera, berdiskusi langsung dengan pria asal Belanda tersebut.

Menurut Eduardo, kunjungan tersebut menjadi sinyal positif untuk perkembangan sepak bola Tanah Air. Ia menegaskan Persebaya Surabaya siap memberikan kontribusi terbaik demi membantu program PSSI.

"Saya ingin mengatakan selamat datang ke PSSI dan terima kasih telah berkunjung ke sini (Persebaya), kami di sini untuk mendukung PSSI," tegas Eduardo dikutip dari I.League, Kamis (11/9/2025).

“Jika dia membutuhkan, kami ada di sini. Semua orang bekerja untuk meningkatkan sepak bola Indonesia.”

Pelatih berusia 48 tahun itu mengaku sangat menghargai perhatian Alexander Zwiers terhadap klub asal Kota Pahlawan.

Baginya, kunjungan tersebut bukan sekadar pertemuan formal, melainkan bentuk kolaborasi nyata untuk masa depan sepak bola Indonesia.

"Kami sangat menghargai kunjungan dari seorang profesional seperti dia yang tertarik dengan segala hal di klub, budaya, dan lainnya," tambahnya.

“Ini bukan hanya sekadar kolaborasi antara pelatih Spanyol dan Belanda. Tapi berkolaborasi untuk mengembangkan sepak bola di Indonesia.”

Eduardo Pérez resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Persebaya Surabaya pada awal musim 2025/2026, tepatnya 3 Juni 2025.

Dengan pengalaman dan lisensi Pro UEFA yang dimilikinya, eks pelatih asal Madrid itu datang membawa visi modern dalam melatih tim.

Dia dikenal sebagai pelatih yang menggemari formasi 4-3-3 dengan pola bertahan yang rapat.

Meski baru beberapa bulan memimpin Persebaya Surabaya, kehadirannya sudah memberi warna baru dalam strategi permainan Green Force.

Persebaya Surabaya memang tidak pernah kekurangan talenta muda berkualitas. Klub kebanggaan Arek-arek Suroboyo itu terbukti sukses melahirkan sederet bintang Timnas Indonesia dari generasi ke generasi.

Nama-nama besar seperti Andik Vermansah, Rachmat Irianto, hingga kiper muda Ernando Ari, merupakan produk asli Green Force.

Belum lagi pemain bertahan Rizky Ridho, wonderkid Marselino Ferdinan, serta dua bintang baru Toni Firmansyah dan Mikael Tata.

Hal itu pula yang membuat Alexander Zwiers memberikan pujian khusus kepada Persebaya Surabaya. Menurutnya, klub ini bukan hanya sekadar tim besar, tetapi juga simbol penting dalam pembinaan pemain muda di Indonesia.

"Saya pikir (Persebaya) adalah klub dengan karakter spesial. Saya pikir klub ini memiliki identitas yang jelas dan kerja sama dengan 20 klub (internal) yang membuat mereka sangat unik dan berbeda," ungkap Alex.

Kompetisi internal Persebaya Surabaya yang rutin digelar setiap tahun memang menjadi fondasi kuat dalam pencarian bakat.

Sebanyak 20 klub internal yang terlibat menjadi wadah bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan sebelum menembus level profesional.

Sebagai mantan Direktur Teknik Yordania, Alex memahami pentingnya ekosistem pembinaan yang berkesinambungan. Ia menilai cara kerja Persebaya Surabaya bisa menjadi contoh untuk klub lain dalam membangun sistem yang kokoh.

Alex menyebut kunjungannya ke Surabaya merupakan bagian dari program PSSI mengunjungi seluruh klub Super League maupun Championship.

Tujuannya adalah untuk memahami kekuatan, tantangan, sekaligus mendengar tujuan jangka panjang dari masing-masing klub.

"Kami berusaha mengunjungi semua klub (BRI Super League dan Pegadaian Championship) untuk memahami ekosistem sepak bola Indonesia," ucap pria kelahiran 15 Juni 1975 itu.

“Kunjungan ini untuk mendengar apa saja tantangan yang dihadapi (setiap klub), apa saja kekuatannya, dan apa tujuan (yang ingin dicapai).”

Dukungan Persebaya Surabaya terhadap program PSSI pun semakin memperkuat sinyal sinergi positif antara federasi dan klub.

Dengan pondasi pembinaan pemain muda yang kuat, Persebaya Surabaya siap menjadi garda terdepan dalam menyuplai pemain ke Timnas Indonesia.

Sementara itu, Eduardo Pérez menegaskan dirinya tidak hanya fokus membangun tim untuk kompetisi Super League 2025/2026.

Ia juga ingin memastikan Persebaya Surabaya terus konsisten menjadi produsen pemain berbakat yang mampu bersaing di level internasional.

Baginya, kehadiran pelatih asing seperti dirinya dan Alexander Zwiers adalah kesempatan emas untuk saling berbagi pengalaman.

Sinergi antara ilmu kepelatihan Eropa dan semangat lokal akan menjadi kunci untuk membawa Indonesia lebih berprestasi.

Persebaya Surabaya kini berada di jalur penting untuk melanjutkan tradisi besar sebagai penghasil pemain terbaik Indonesia.

Dengan dukungan penuh terhadap program PSSI, Green Force ingin membuktikan klub bukan hanya tentang mengejar kemenangan, tetapi juga tentang membangun masa depan sepak bola Indonesia.

EDITOR: Hendra