← Beranda
Erick Thohir Bongkar Kondisi Adrian Wibowo dan Mess Hilgers Jelang Timnas Indonesia Hadapi Lebanon!
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 6 September 2025 | 16.01 WIB
Erick Thohir ungkap kondisi Adrian Wibowo dan Mess Hilgers jelang Timnas Indonesia hadapi Lebanon, Senin (8/9/2025). (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
 

JawaPos.com — Ketua Umum PSSI Erick Thohir akhirnya angkat bicara terkait kondisi dua pemain keturunan yang menjadi sorotan publik, yakni Adrian Wibowo dan Mess Hilgers. Erick menegaskan keduanya tetap masuk dalam rencana tim nasional Indonesia meski menghadapi situasi berbeda.

Adrian yang kini berkarier bersama Los Angeles FC di Major League Soccer disebut tidak mengalami hambatan untuk membela Timnas Indonesia.

Erick menyampaikan optimisme pemain berusia muda itu bisa segera memperkuat skuad Garuda dalam ajang resmi.

“Untuk Adrian tidak ada masalah, dia siap membela Indonesia,” ujar Erick saat ditemui usai laga Timnas Indonesia Indonesia melawan Taiwan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (6/9/2025).

Pernyataan ini seolah menepis kekhawatiran suporter mengenai status administrasi maupun fisik sang pemain.

Sementara itu, situasi berbeda dialami Mess Hilgers yang sedang berada di Eropa. Bek keturunan Belanda itu tengah menyelesaikan proses transfer klub barunya, sehingga belum bisa langsung bergabung dengan timnas.

Menurut Erick, PSSI memberikan kelonggaran waktu bagi Hilgers demi menyelesaikan kepindahan tersebut.

“Mess kemarin telepon, minta maaf. Kami memberikan kesempatan dia untuk menuntaskan transfer. Masih ada waktu sampai 6 September,” katanya.

Erick menekankan karier pemain di klub juga harus menjadi prioritas. Tanpa fondasi yang kuat di level klub, performa mereka bersama timnas bisa terganggu.

“Mereka bergabung dengan timnas ini bagian dari pengorbanan. Jadi jangan sampai kita mengorbankan karier mereka,” tegas pria yang juga menjabat Menteri BUMN itu.

Ia menilai keseimbangan antara kewajiban di klub dan tim nasional adalah kunci agar pemain bisa maksimal.

Kondisi Adrian dan Hilgers mencuat di tengah persiapan Timnas Indonesia menghadapi Lebanon pada FIFA Matchday, Senin (8/9/2025).

Pertandingan ini dinilai menjadi ujian sesungguhnya setelah Indonesia menang telak 6-0 atas Taiwan pada laga sebelumnya.

Erick menyebut kemenangan besar atas Taiwan memang patut diapresiasi, namun bukan ukuran sebenarnya. “Tes sebenarnya memang lawan Lebanon, bukan Taiwan,” ujar Erick dengan tegas.

Dia menilai Lebanon memiliki kualitas lebih mumpuni jika dibandingkan Taiwan. Hal itu bisa menjadi gambaran nyata jelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang akan berlangsung Oktober mendatang.

Indonesia di fase itu akan menghadapi tim kuat Asia Barat yakni Arab Saudi dan Irak. Dengan begitu, uji coba menghadapi Lebanon menjadi penting untuk mengukur kesiapan pasukan Patrick Kluivert.

Saat ini Lebanon berada di peringkat 112 FIFA, lebih tinggi dari Indonesia yang masih di urutan 118.

Perbedaan peringkat tersebut membuat laga melawan Lebanon dipandang sebagai kesempatan emas untuk meningkatkan mental dan konsistensi.

Erick mengingatkan meski tajam saat melawan Taiwan, penyelesaian akhir skuad Garuda belum sepenuhnya efektif. “Kalau kita lihat serangannya sudah tajam, tetapi finishing terkadang masih terburu-buru,” ungkapnya.

Dia berharap evaluasi dilakukan segera agar kelemahan di lini depan tidak terbawa ke pertandingan melawan lawan yang lebih tangguh. Hal ini penting agar peluang mencetak gol tidak terbuang sia-sia.

Selain membicarakan Adrian dan Hilgers, Erick juga menyinggung pemain muda yang baru mendapat kesempatan seperti Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra.

Keduanya tampil sebagai pemain pengganti ketika Indonesia mengalahkan Taiwan.

Meski begitu, Erick enggan memberikan evaluasi terlalu dini kepada Miliano dan Mauro. Menurutnya, mereka bersama pemain lain masih beradaptasi dengan skema empat bek dan pola penguasaan bola ala Kluivert.

Sebelumnya Timnas Indonesia terbiasa menggunakan formasi tiga bek ketika masih ditangani Shin Tae-yong. Pergeseran gaya permainan tentu membutuhkan waktu agar para pemain benar-benar terbiasa.

Di luar adaptasi taktik, kondisi mental skuad Garuda juga menjadi perhatian utama. Erick menilai uji coba melawan tim yang lebih kuat dapat membantu mengasah mental bertanding pemain muda.

Kemenangan besar atas Taiwan memang membangkitkan kepercayaan diri. Namun tanpa ujian yang lebih berat, Timnas Indonesia bisa terjebak dalam rasa puas diri.

Karena itu, FIFA Matchday melawan Lebanon diharapkan menjadi barometer nyata. Hasil dari pertandingan tersebut akan menentukan seberapa jauh progres Timnas Indonesia sejak ditangani Patrick Kluivert.

Dengan adanya Adrian Wibowo yang siap bergabung dan Mess Hilgers yang menuntaskan urusan klub, skuad Garuda diyakini akan semakin komplet.

Kehadiran pemain keturunan diharapkan menambah kedalaman tim menjelang Kualifikasi Piala Dunia.

Erick menegaskan komitmen PSSI untuk terus mendukung karier pemain, baik di klub maupun tim nasional. Dengan sinergi yang terjaga, Timnas Indonesia diharapkan mampu bersaing di level Asia.

Publik kini menantikan apakah Adrian benar-benar bisa tampil mengenakan jersey merah putih dalam waktu dekat.

Begitu pula dengan Hilgers, yang diharapkan segera menyelesaikan urusannya dan memperkuat lini pertahanan Garuda.

Apalagi lawan-lawan berat sudah menanti di babak kualifikasi selanjutnya. Persiapan matang, komposisi ideal, dan keseimbangan karier pemain menjadi modal penting untuk menorehkan sejarah baru bagi sepak bola Indonesia.

EDITOR: Edi Yulianto