← Beranda
Kadek Arel Bocorkan Suasana Ruang Ganti Timnas Indonesia U-23 Usai Gagal Kalahkan Laos di Kualifikasi AFC U-23 2026
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 4 September 2025 | 16.48 WIB
Kadek Arel minta maaf usai Timnas Indonesia U-23 gagal kalahkan Laos di Kualifikasi AFC U-23 2025. (Instagram @arelpriyatnaa_)

JawaPos.com — Kapten Timnas Indonesia U-23, Kadek Arel, membocorkan suasana ruang ganti usai skuad Garuda Muda gagal meraih kemenangan atas Laos di laga perdana Kualifikasi AFC U-23 2026. Menurutnya, para pemain larut dalam rasa kecewa karena hasil imbang 0-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada Rabu (3/9/2025).

Kadek mengakui seluruh pemain merasa terpukul karena gagal memenuhi ekspektasi publik sepak bola Tanah Air.

Bahkan, ia menyampaikan permintaan maaf langsung kepada masyarakat Timnas Indonesia U-23 yang tengah menaruh harapan besar pada kiprah Garuda Muda.

“Ya, kita pemain sangat kecewa ya, pertama saya ingin minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan kita tahu Indonesia sedang berduka sekarang. Kedua, saya dan para pemain, saya sekaligus kapten ingin meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena kita gagal menang di laga pertama,” ungkap Kadek Arel saat ditemui wartawan di Mixed Zone Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (3/9/2025).

Meski begitu, pemain belakang Persija Jakarta itu menegaskan tim tidak boleh terus terjebak dalam kekecewaan. Ia menekankan pentingnya segera bangkit dan menatap laga berikutnya melawan Makau (6/9/2025) serta Korea Selatan (9/9/2025).

Menurut Kadek, ruang ganti Timnas Indonesia U-23 dipenuhi rasa frustrasi karena peluang yang tercipta gagal dimanfaatkan menjadi gol.

Dari awal hingga akhir pertandingan, Timnas Indonesia U-23 tampil dominan, tetapi penyelesaian akhir tetap menjadi masalah utama.

“Kita akan rest dulu, dan tentu kita akan bangkit di pertandingan berikutnya. Pastinya target kita menang di laga berikutnya, kita akan kerja keras dan mengerahkan semua kemampuan,” tambahnya.

Dalam laga melawan Laos, Timnas Indonesia U-23 mencatat banyak peluang sejak menit awal melalui Robi Darwis, Toni Firmansyah, hingga Jens Raven. Namun, ketidaktenangan di depan gawang membuat sejumlah tembakan hanya berakhir melebar atau diblok pemain bertahan lawan.

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Garuda Muda, tetapi rapatnya pertahanan Laos dan buruknya finishing membuat skor tetap 0-0 hingga peluit panjang berbunyi.

Hal inilah yang menjadi sorotan utama pelatih Gerald Vanenburg usai laga.

Kadek menilai ada masalah fokus dan mentalitas yang harus segera dibenahi sebelum menghadapi laga berikutnya. Ia menekankan seluruh pemain harus cepat beradaptasi dengan instruksi pelatih agar permainan lebih efektif.

“Ya memang kita kurang fokus di bagaimana menyerang, kita tahu semua yang diberikan oleh Coach (Gerald Vanenburg). Kita harus mengubah secepat mungkin bagaimana cara kita bisa mencetak gol,” jelas Kadek.

Pemain asal Bali ini juga menegaskan mental para pemain akan segera dipulihkan agar tidak terbebani kegagalan di laga perdana. Menurutnya, adaptasi cepat dan semangat untuk bounce back adalah kunci untuk menjaga asa lolos ke Piala Asia U-23 2026.

“Itulah kendala kita sekarang, soal mentalitas. Kita harus cepat adaptasi, mengubah dengan segera, dan sekali lagi saya meminta maaf kepada masyarakat Indonesia,” tegas Kadek.

Ruang ganti Timnas Indonesia U-23 usai laga Laos memang tidak seperti biasanya. Senyap dan dipenuhi wajah kecewa, para pemain sadar mereka gagal memenuhi ekspektasi besar suporter yang datang langsung ke stadion.

“Pastinya kecewa, kecewa sekali karena kita gagal menang. Kita harus mengubah secepat mungkin dan move on untuk pertandingan berikutnya,” tambahnya.

Di sisi lain, laga kontra Laos juga menghadirkan sejumlah pergantian strategi dari Vanenburg. Masuknya Hokky Caraka dan Ricky Pratama di babak kedua sempat menambah daya dobrak, tetapi tetap tidak ada gol tercipta.

Timnas Indonesia U-23 tercatat melepaskan lebih dari sepuluh tembakan ke arah gawang, di antaranya peluang emas dari Hokky Caraka dan Muhammad Rayhan Hannan. Namun, penjaga gawang Laos tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial.

Laos justru lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat yang sesekali mengancam gawang Cahya Supriadi. Beruntung, lini belakang yang dipimpin Kadek Arel mampu mengantisipasi setiap peluang lawan.

Hasil imbang ini membuat posisi Timnas Indonesia U-23 di Grup J masih rawan karena hanya mengoleksi satu poin.

Sementara itu, Korea Selatan diprediksi menjadi lawan terberat di grup setelah tampil perkasa di laga uji coba sebelumnya.

Suporter tentu berharap Garuda Muda bisa bangkit saat menghadapi Makau pada laga kedua. Kemenangan menjadi harga mati jika ingin menjaga peluang lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2026.

Kadek Arel pun menutup dengan pesan penuh optimisme meski suasana ruang ganti masih berat. Ia meminta seluruh masyarakat Timnas Indonesia U-23 tetap mendukung perjuangan tim agar bisa bangkit dan menunjukkan kualitas terbaik.

“Kita akan berusaha sekeras mungkin, kita akan kerahkan semuanya. Saya yakin tim ini bisa bangkit,” pungkasnya.

EDITOR: Banu Adikara