← Beranda
Mental Liga Champions Gerald Vanenburg! Timnas Indonesia U-23 Siap Libas Korea Selatan di Gelora Delta Sidoarjo
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 3 September 2025 | 23.16 WIB
Gerald Vanenburg tak gentar Timnas Indonesia hadapi Korea Selatan di Kualifikasi AFC U-23 2026. (Media PSSI)
 

JawaPos.com — Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, menularkan mental Liga Champions kepada anak asuhnya jelang Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Mantan bintang Ajax Amsterdam itu meminta Garuda Muda tampil tanpa rasa takut, termasuk saat menghadapi Korea Selatan.

Vanenburg mengibaratkan perjalanan di ajang kualifikasi ini seperti tampil di kompetisi paling elite Eropa. Menurutnya, untuk bisa meraih sukses, sebuah tim harus mampu menaklukkan lawan-lawan besar dengan kualitas kelas dunia.

“Kalau misalnya kita bermain di Champions League di Eropa, untuk jadi juara kita harus bisa mengalahkan Barcelona, Real Madrid, sampai Paris Saint Germain,” ucap Vanenburg di Surabaya, Selasa (2/9/2025).

Ucapan itu menggambarkan ia ingin pemain Indonesia terbiasa menghadapi lawan tangguh tanpa gentar.

Timnas Indonesia U-23 tergabung di Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Mereka dijadwalkan menjamu Laos, Makau, dan Korea Selatan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Seluruh laga akan digelar pada 3-9 September 2025. Dukungan publik Jawa Timur diyakini menjadi energi tambahan untuk Garuda Muda.

Meski Laos dan Makau sering dianggap lawan enteng, Vanenburg tetap memberi peringatan keras kepada skuadnya. Baginya, tidak ada laga mudah di level internasional dan semua lawan patut dihormati.

Namun sorotan terbesar jelas tertuju pada Korea Selatan U-23. Tim asal Asia Timur itu punya sejarah panjang sebagai raksasa sepak bola muda di benua ini.

Vanenburg menegaskan mentalitas juara harus lebih diutamakan daripada takut terhadap nama besar lawan. Ia ingin Garuda Muda bermain lepas dengan kualitas terbaik yang dimiliki.

“Saya tidak peduli tentang siapa lawan yang akan kita hadapi. Kita harus menang,” tegas pelatih asal Belanda tersebut dengan penuh keyakinan.

Mantan pemain timnas Belanda itu menilai kemenangan hanya bisa diraih jika para pemainnya berani tampil percaya diri. Oleh karena itu, ia menuntut Jens Raven dan kolega meningkatkan level permainan di setiap pertandingan.

Vanenburg tidak ingin para pemainnya hanya berfokus pada reputasi Korea Selatan. Baginya, setiap laga di Sidoarjo adalah final yang harus dimenangkan.

“Jangan takut terhadap lawan, kita lakukan permainan kita dan kita harus meningkatkan level,” lanjut Vanenburg. “Kita akan melihat di mana kita akan berakhir nanti.”

Pernyataan itu menegaskan ia lebih menekankan pada proses daripada hanya hasil semata. Meski begitu, target kemenangan tetap menjadi harga mati bagi Garuda Muda.

Atmosfer Stadion Gelora Delta Sidoarjo akan menjadi saksi perjalanan berat Indonesia U-23. Ribuan suporter Merah Putih dipastikan bakal memenuhi tribun untuk mendukung perjuangan Raven dkk.

Laos dan Makau memang bukan lawan sekelas Korea Selatan. Tetapi kesalahan kecil bisa menjadi bumerang jika Indonesia lengah dalam menghadapinya.

Karena itu, Vanenburg meminta fokus penuh di setiap pertandingan. Ia mengingatkan jalan menuju Piala Asia U-23 2026 tidak bisa ditempuh dengan setengah hati.

“Siapapun lawan kita, yang penting harus fokus dan kita harus bisa memenangi pertandingannya,” ujarnya. “Tentu saja kita memiliki respek kepada negara lain, tetapi kita juga harus percaya diri menghadapi tim seperti Korea Selatan.”

Kalimat tersebut menjadi gambaran jelas filosofi Vanenburg. Rasa hormat kepada lawan tetap ada, tetapi mentalitas untuk menang harus lebih dominan.

Kehadiran Vanenburg sebagai pelatih memberi warna baru di Timnas Indonesia U-23. Dengan pengalaman besar di sepak bola Eropa, ia diharapkan bisa menularkan mental juara ke skuad Garuda Muda.

Pengalaman bermain dan melatih di level tinggi membuat Vanenburg paham betul cara mengangkat mental pemain. Ia tahu laga internasional bukan hanya soal taktik, tetapi juga kekuatan psikologis.

Apalagi Korea Selatan selalu jadi batu sandungan bagi banyak tim Asia. Dengan kualitas teknik, fisik, dan mental yang mumpuni, mereka sering mendominasi kompetisi kelompok umur.

Namun Indonesia U-23 kini punya kesempatan membalikkan prediksi. Bermain di kandang sendiri bisa menjadi senjata rahasia untuk melibas Taeguk Warriors muda.

Optimisme itu semakin terasa dengan ucapan-ucapan penuh motivasi dari sang pelatih. Vanenburg ingin para pemain Indonesia percaya diri seperti tim-tim elite di Eropa yang tidak takut menghadapi lawan besar.

Gelora Delta Sidoarjo pun diyakini akan menjadi saksi lahirnya generasi emas baru. Jika mental Liga Champions benar-benar merasuk ke tubuh Garuda Muda, bukan tidak mungkin kejutan besar akan terjadi.

Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 bukan hanya soal tiket menuju turnamen. Lebih dari itu, ini adalah ajang pembuktian sepak bola Indonesia mampu bersaing dengan raksasa Asia.

Dengan keyakinan penuh Gerald Vanenburg, Timnas Indonesia U-23 siap tempur. Mental Liga Champions telah dipasang, dan Korea Selatan pun bukan lagi momok menakutkan.

EDITOR: Edi Yulianto