← Beranda
Drama Gol Menit Akhir di Maguwoharjo! Persik Kediri Bungkam PSBS Biak dan Curi 3 Poin Krusial
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 30 Agustus 2025 | 02.09 WIB
Persik Kediri berhasil tumbangkan PSBS Biak di Maguwoharjo, Jumat (29/8/2025). (Dok. Media Persik)

JawaPos.com — Drama besar terjadi di Stadion Maguwoharjo, Sleman, dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Persik Kediri sukses mencuri kemenangan penting atas PSBS Biak lewat gol telat Jose Enrique di menit ke-87.

Laga berlangsung sengit sejak awal dengan tempo sedang. Kedua tim sama-sama kesulitan membongkar pertahanan lawan dan peluang emas jarang tercipta.

Persik sempat memperoleh tiga kali sepak pojok berturut-turut pada pertengahan babak pertama. Salah satunya hampir berbuah gol ketika sundulan Jose Enrique hanya membentur tiang gawang.

PSBS Biak tidak tinggal diam dan membalas lewat serangan balik cepat. Namun peluang emas mereka gagal dimanfaatkan dengan baik oleh lini depan.

Babak pertama berakhir tanpa gol, membuat pertandingan semakin terbuka di paruh kedua. Intensitas serangan meningkat tajam begitu wasit meniup peluit babak kedua.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-67. Persik membuka keunggulan melalui sepakan Irkhan Mila yang menuntaskan umpan matang rekannya.

Namun PSBS Biak merespons cepat hanya dua menit berselang. Andre Oktaviansyah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat penyelesaian akurat.

Pertandingan pun kembali hidup dengan tensi tinggi. Kedua tim tampil habis-habisan untuk mencari gol penentu kemenangan.

Ketika laga terlihat akan berakhir imbang, Jose Enrique muncul sebagai pahlawan Persik. Sundulannya di menit ke-87 tak mampu dibendung kiper Dimas Galih dan menggetarkan jala PSBS Biak.

Gol dramatis itu membuat para pemain Persik bersorak kegirangan. Sementara kubu tuan rumah hanya bisa tertunduk kecewa setelah lengah di menit-menit akhir.

Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang. Persik Kediri pun memastikan diri membawa pulang tiga poin penuh dari Maguwoharjo.

Kemenangan ini terasa sangat krusial bagi Macan Putih dalam persaingan BRI Super League 2025/2026. Tambahan poin membuat mereka semakin percaya diri menghadapi laga-laga berikutnya.

Sementara itu, PSBS Biak harus mengakui kelemahan mereka dalam menjaga konsentrasi. Kegagalan mengantisipasi sundulan Jose Enrique menjadi penyesalan mendalam.

Meski bermain di kandang sendiri, PSBS justru kehilangan momentum. Publik Biak yang hadir di Sleman harus menerima hasil pahit di menit akhir.

Persik menunjukkan mental juara dengan tidak pernah menyerah hingga detik terakhir. Tim asuhan pelatih asal Portugal itu mampu mengontrol permainan dengan sabar.

Kombinasi lini tengah mereka yang diisi Bayu Otto dan Telmo Castanheira menjadi motor serangan. Kedua gelandang ini rajin mengalirkan bola ke sayap untuk membuka ruang.

Ezra Walian juga tampil cukup aktif di lini depan. Pergerakannya kerap merepotkan barisan belakang PSBS Biak.

Namun bintang lapangan malam itu jelas adalah Jose Enrique. Selain nyaris mencetak gol di babak pertama, ia akhirnya memastikan kemenangan lewat sundulan kerasnya.

Sundulan striker asal Brasil tersebut menjadi pembeda jalannya pertandingan. Insting predatornya membuat Persik mendapatkan hasil maksimal.

PSBS Biak sejatinya bermain cukup berani. Mereka berulang kali mencoba menusuk pertahanan Persik melalui kecepatan Ilham Udin dan Tobias Solossa.

Pablo Andrade dan George Brown juga tampil solid di lini belakang. Sayangnya, mereka kehilangan konsentrasi pada momen krusial menjelang akhir laga.

Gol telat Persik menjadi bukti detail kecil sangat menentukan hasil. Sedikit saja kelengahan bisa langsung berbuah fatal di level tertinggi.

Para suporter Persik yang hadir di Maguwoharjo bersorak penuh suka cita. Mereka merayakan kemenangan dramatis ini dengan nyanyian dan koreografi di tribune.

Sementara para pemain PSBS Biak tampak lesu ketika meninggalkan lapangan. Wajah kecewa jelas terlihat setelah kemenangan yang sudah di depan mata sirna begitu saja.

Persik Kediri kini semakin diperhitungkan dalam perburuan papan atas. Kemenangan tandang seperti ini bisa menjadi penentu posisi akhir mereka di klasemen.

Macan Putih menunjukkan mereka mampu bersaing dengan klub manapun. Mentalitas tak kenal menyerah menjadi modal besar dalam kompetisi panjang.

Bagi PSBS Biak, kekalahan ini harus segera dilupakan. Mereka wajib bangkit agar tidak kehilangan kepercayaan diri di pertandingan berikutnya.

Pelatih PSBS tentu memiliki pekerjaan rumah besar untuk memperbaiki efektivitas tim. Terutama soal penyelesaian akhir dan konsentrasi di momen krusial.

Dengan hasil ini, Persik menegaskan status mereka sebagai salah satu tim paling berbahaya musim ini. Dramanya di Maguwoharjo akan selalu dikenang sebagai bukti daya juang mereka.

Susunan pemain pun mencerminkan kualitas kedua tim. PSBS Biak menurunkan Dimas Galih, Sandro Embalo, Nuhidayat, Pablo Andrade, George Brown, Kevin Lopez, Eduardo Barbosa, Luquinhas, Ilham Udin, Tobias Solossa, dan Ruyery Blanco.

Sementara Persik Kediri memainkan Navacchio, Kiko, Khurshidbek Mukhtorov, Novri Setiawan, Yoga Adiatama, Bayu Otto, Telmo Castanheira, Ezra Walian, Wigi Pratama, Yandi Sofyan, serta Jose Enrique.

Pertarungan dua tim ini menjadi tontonan menarik bagi pecinta sepak bola nasional. Laga penuh drama dan gol menit akhir menjadikan atmosfer Maguwoharjo benar-benar mendebarkan.

Dengan hasil 2-1, Persik Kediri pulang dengan kepala tegak. Sementara PSBS Biak harus belajar pertandingan belum berakhir sebelum peluit panjang berbunyi.

EDITOR: Hendra