JawaPos.com — Bedah statistik Diego Mauricio vs Arsenio Valpoort kini jadi perbincangan hangat setelah rumor bomber baru Persebaya Surabaya menyeruak. Nama Diego Mauricio, striker asal Brasil berusia 34 tahun, disebut-sebut bakal segera merapat ke Green Force namun langsung menuai sorotan tajam dari Bonek.
Kode keras sudah dilemparkan manajemen Persebaya Surabaya lewat akun Instagram resmi klub pada Selasa, 19 Agustus 2025.
Hanya berselang beberapa jam, publik langsung mengaitkan kode tersebut dengan sosok Diego Mauricio yang kini berstatus tanpa klub.
Belum juga resmi mengenakan seragam hijau kebanggaan Arek Suroboyo, komentar pedas sudah membanjiri kolom unggahan Instagram pribadi sang pemain.
Mayoritas Bonek menyamakan Mauricio dengan mantan striker asing Persebaya Surabaya, Arsenio Valpoort, yang dinilai gagal total di Super League.
Bahkan, banyak yang menyebut Mauricio sebagai Valpoort jilid 2 lantaran gaya bermain hingga parasnya disebut mirip dengan eks penyerang asal Belanda itu.
Tak sedikit pula komentar bernada satire yang meragukan ketajaman striker Brasil tersebut di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
“Valport jilid 2," tulis salah satu Bonek.
"Valport jilid 2," tulis salah satu Bonek.
"Koyok VALPORT ngene," tulis salah satu Bonek.
"ADIK.E LORD VALPORT IKI," tulis salah satu Bonek.
"Modelan valport ene Wes mugo-muco ae hattrick," tulis salah satu Bonek.
Sekadar mengingatkan, Arsenio Valpoort pernah direkrut Persebaya Surabaya pada paruh kedua Super League 2021/2022.
Kehadirannya kala itu diharapkan bisa menambah daya gedor lini depan Green Force yang memang membutuhkan sosok predator di kotak penalti.
Namun, realita jauh berbeda dari harapan. Dari 11 laga yang ia jalani, Valpoort hanya mampu menyumbangkan satu gol saja sebelum akhirnya didepak di akhir musim karena performanya di bawah ekspektasi.
Jika ditarik ke belakang, catatan karier Arsenio Valpoort sebelum merapat ke Persebaya Surabaya memang terbilang biasa saja.
Total, ia mencatatkan 322 penampilan dengan 68 gol, 19 assist, serta 37 kartu kuning sepanjang kariernya di berbagai klub Eropa dan Asia.
Statistik itu jelas membuat Bonek kecewa karena ekspektasi besar tidak sebanding dengan produktivitasnya di lapangan.
Wajar bila nama Diego Mauricio yang kini dikaitkan dengan Persebaya Surabaya langsung dibandingkan dengan Valpoort.
Berbeda dengan Valpoort, Mauricio memiliki rekam jejak lebih panjang dan kompetitif di level internasional.
Lahir di Rio de Janeiro, 25 Juni 1991, pemain berkaki kanan ini sempat membela Flamengo dan bahkan satu generasi dengan Neymar, Casemiro, Danilo, serta Oscar di Timnas Brasil U20.
Kariernya terentang dari Brasil, Rusia, Korea Selatan, Tiongkok, Arab Saudi, hingga India. Saat membela Odisha FC di Liga India, performanya terbilang impresif dengan torehan 57 gol dan 19 assist dari 110 laga resmi.
Secara keseluruhan, Diego Mauricio sudah memainkan 313 pertandingan di liga nasional dengan torehan 91 gol dan 39 assist.
Catatan disiplin juga relatif baik dengan 28 kartu kuning, 2 kartu kuning kedua, serta 1 kartu merah sepanjang kariernya.
Tak hanya itu, ia juga memiliki pengalaman di kompetisi internasional dan kejuaraan domestik. Dari total 393 pertandingan di berbagai ajang, Mauricio sudah menorehkan 112 gol, 39 assist, dan lebih dari 22 ribu menit bermain.
Jika dibandingkan dengan Valpoort, perbedaan paling mencolok ada pada produktivitas gol.
Valpoort mencetak 68 gol dari 322 pertandingan, sedangkan Mauricio mampu mengoleksi lebih dari 90 gol dari jumlah laga yang tidak jauh berbeda.
Rasio gol Mauricio jauh lebih baik, khususnya saat berseragam Odisha FC di mana ia nyaris selalu menjadi tumpuan lini depan. Bahkan, musim 2022/2023 ia sukses mempersembahkan gelar Indian Super Cup untuk klubnya.
Perbandingan ini sebenarnya cukup untuk menjawab keraguan Bonek. Namun, catatan positif di luar negeri tidak serta merta menjamin ia akan tampil moncer di Super League yang punya gaya permainan berbeda.
Bonek seolah trauma dengan perekrutan striker asing yang hanya jadi beban tim. Nama-nama seperti Valpoort menjadi pengingat pahit rekrutan mentereng tak selalu berbanding lurus dengan performa di lapangan.
Mauricio sendiri masih harus membuktikan kualitasnya jika resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya. Usianya yang sudah 34 tahun juga jadi pertanyaan besar apakah masih bisa bersaing di level intensitas tinggi Super League.
Ekspektasi besar tetap ada, apalagi Green Force memang butuh bomber yang bisa menuntaskan peluang. Dengan rekam jejak lebih baik dari Valpoort, peluang Mauricio untuk sukses terbuka, namun konsistensi akan menjadi kuncinya.
Kini, semua mata tertuju pada langkah resmi Persebaya Surabaya dalam mendatangkan striker asal Brasil ini.
Apakah Diego Mauricio akan menjadi mesin gol baru di Gelora Bung Tomo atau justru mengulang kisah Valpoort jilid dua, hanya waktu yang akan menjawab.