← Beranda
Resmi! Ini Deretan 17 Pelatih Asing di Super League 2025/2026, Pelatih Persebaya Surabaya Pimpin Kampanye Juru Taktik dari Spanyol
Moch. Rizky Pratama Putra• Jumat, 11 Juli 2025 | 05.14 WIB
Eduardo Perez jadi juru taktik asal Spanyol yang dipercaya menukangi Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Kompetisi Super League 2025/2026 dipastikan bakal dipanaskan oleh dominasi pelatih asing dari Eropa. Terutama dari Spanyol dan Belanda yang sama-sama mengirimkan empat pelatih ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Total, ada 17 pelatih asing yang akan mendampingi masing-masing kontestan Super League 2025/2026. Hingga awal Juli, hanya Malut United yang belum menunjuk pelatih baru usai memecat juru taktik lokal mereka.

Sorotan tajam tertuju pada kampanye para pelatih asal Spanyol yang dipimpin langsung oleh Eduardo Perez di Persebaya Surabaya.

Sosok Eduardo bukan nama asing karena pernah mendampingi Luis Milla di Timnas Indonesia dan sempat bekerja di PSS Sleman serta Persija Jakarta.

Pelatih 49 tahun itu resmi diperkenalkan Green Force pada Juni 2025 lalu. Kehadirannya membawa harapan besar bagi Persebaya untuk kembali bersaing di papan atas.

Masih dari Spanyol, Carlos Pena juga siap tampil bersama Persita Tangerang usai hijrah dari Persija Jakarta. Pena diberi kontrak satu musim dengan opsi perpanjangan, dan ditarget membawa Pendekar Cisadane menembus tiga besar.

Nama berikutnya ada Eduardo Almeida yang tetap dipertahankan oleh Semen Padang. Pelatih asal Spanyol itu sempat melatih Kabau Sirah pada 2019 lalu meski gagal menyelamatkan tim dari zona degradasi.

Total ada empat pelatih asal Spanyol mewarnai Super League 2025/2026, menjadikan mereka salah satu kelompok terbanyak. Eduardo Perez diposisikan sebagai simbol kebangkitan pelatih Spanyol di Indonesia berkat rekam jejaknya yang mumpuni.

Sementara dari Belanda, kehadiran empat pelatih juga tak bisa diabaikan. Jan Olde Riekerink menjadi nama pelopor kesuksesan pelatih Negeri Kincir di tanah air usai membawa Dewa United sebagai runner up musim lalu.

Bali United juga membuat gebrakan dengan menunjuk Johnny Jansen sebagai pelatih kepala. Mantan arsitek PEC Zwolle itu datang membawa filosofi sepak bola Belanda yang kental.

Persis Solo pun ikut membawa nuansa Belanda dengan merekrut Peter de Roo. Kehadiran Peter menjadi warna baru bagi Laskar Sambernyawa yang juga berhasil menggaet striker Jepang, Kodai Tanaka.

Satu lagi, PSIM Yogyakarta menunjuk Jean Paul van Gastel sebagai pelatih kepala jelang musim debut mereka di Super League 2025/2026.

Jean Paul adalah eks asisten pelatih Besiktas dan membawa pengalaman besar dari Eropa ke tim promosi tersebut.

Selain Spanyol dan Belanda, pelatih asal Portugal juga menempati posisi dominan di Super League 2025/2026.

Total ada tiga juru taktik dari Portugal, yakni Fabio Lefundes (Borneo FC), Bernardo Tavares (PSM Makassar), dan Mario Lemos (Persijap Jepara).

Fabio Lefundes kembali ke Super League 2025/2026 setelah sebelumnya menangani Madura United dan Persita. Kini ia dipercaya membawa Borneo FC berbicara banyak di papan atas.

Bernardo Tavares tetap menjadi andalan PSM Makassar di Super League 2025/2026. Ia merupakan pelatih yang telah empat musim menangani Juku Eja dan sempat mempersembahkan gelar juara pada musim 2022/2023.

Sedangkan Mario Lemos akan mengemban tugas berat bersama Persijap Jepara sebagai tim promosi. Lemos punya rekam jejak menarik karena pernah terlibat dalam staf junior Manchester United dan mengantongi lisensi UEFA Pro.

Pelatih asal Brasil juga mewarnai kompetisi dengan dua nama besar. Mauricio Souza akan memimpin Persija Jakarta usai sebelumnya melatih Madura United dan menargetkan gelar juara bersama Macan Kemayoran.

Arema FC juga mempercayakan kursi pelatih kepada Marcos Santos. Ia datang dengan pengetahuan tentang kultur sepak bola Indonesia dan referensi dari kompatriotnya, Wagner Lopes.

Dua pelatih asal Argentina juga siap bersaing musim ini. Marcos Guillermo kembali menangani PSBS Biak yang sempat tampil mengejutkan dengan torehan tiga kemenangan dari empat laga awal saat ia datang.

Sementara Alfredo Vera dipercaya membawa Madura United keluar dari papan bawah. Ia ditarget menembus posisi 10 besar oleh manajemen klub.

Dari kawasan Asia Tenggara, satu nama mencuri perhatian yakni Ong Kim Swee asal Malaysia yang kini melatih Persik Kediri. Sebelumnya, Ong sukses menyelamatkan Persis Solo dari degradasi dan kini mendapat tantangan baru.

Paul Munster dari Irlandia Utara juga kembali menghiasi Super League 2025/2026 bersama Bhayangkara FC. Ia sempat melatih Persebaya Surabaya dan kembali ke The Guardian yang pernah ditanganinya pada 2019–2022.

Sementara itu, Persib Bandung tetap mempercayakan Bojan Hodak sebagai pelatih kepala. Arsitek asal Kroasia itu sukses mempersembahkan dua trofi juara secara beruntun dan kini tengah menyusun strategi baru bersama skuad barunya.

Dengan hanya satu klub yang belum mengumumkan pelatih, Super League 2025/2026 dipastikan sarat aroma Eropa.

Pelatih asal Spanyol dan Belanda menjadi poros utama perubahan strategi dan karakter permainan tim-tim Super League 2025/2026.

Eduardo Perez sebagai sosok paling berpengaruh dari kubu Spanyol dipandang sebagai pemimpin gelombang baru para pelatih La Furia Roja.

Ia menjadi simbol arah baru sepak bola Indonesia yang kini tak hanya bertumpu pada fisik, tapi juga taktik berkelas Eropa.

EDITOR: Bayu Putra