JawaPos.com – Rachmat “Rian” Irianto akhirnya ”pulang”. Dia diperkenalkan sebagai pemain anyar Persebaya Surabaya kemarin pagi. Sore harinya, bek 25 tahun itu langsung menghadiri meet and greet yang digelar di Persebaya Store Komplek.
Rian tidak sendirian. Dia ditemani oleh pemain anyar lainnya, Koko Ari Araya. Pelatih kepala Eduardo Perez Moran juga turut hadir bersama dua asistennya, Shin Sang-gyu dan Uston Nawawi.
Rian mengaku sangat senang dan antusias bisa kembali bertemu dengan Bonek dan Bonita. Apalagi sudah tiga tahun dia meninggalkan Green Force. “Tentu sangat senang ya. Apalagi mayoritas yang datang adalah anak-anak. Melihat antusiasmenya, sangat menyenangkan,” kata pemain yang sejak 2022 bermain untuk Persib Bandung itu.
Pemain jebolan klub internal Indonesia Muda itu mengaku mendapat banyak tawaran dari klub lain. “Tapi saya lebih memprioritaskan Persebaya. Alasan keluarga jadi faktor utama saya kembali ke Persebaya,” jelas pemain yang pernah berkostum Persebaya pada musim 2017-2022 tersebut. Selain itu, dia sempat mendapat ”wasiat” dari mendiang sang ayah, Bejo Sugiantoro.
“Sebelumnya memang ada petuah dari bapak. Bahwa beliau ingin melihat saya menjadi juara di Persebaya. Jadi saya harus tuntaskan itu. Kalau bisa musim ini (2025-2026), ya Alhamdulillah,” jelas Rian. Ya, Rian punya modal bagus untuk membawa Green Force juara. Sebab, dia turut membawa Persib Bandung juara back-to-back Liga 1.
Rian ingin menularkan mental juara itu kepada skuad Green Force. Cuma, dia tahu itu bukanlah hal mudah. “Mental juara tidak bisa dibawa oleh satu pemain saja. Tapi harus dibicarakan dengan seluruh staf pelatih, dan teman-teman pemain juga. Kalaupun mau juara, itu karena hasil kerja keras semuanya. Bukan saya saja,” cetusnya.
Cuma, Rian tidak mau sesumbar. Apalagi dia juga baru bergabung kembali dengan Persebaya. “Saya juga belum ketemu dengan teman-teman pemain yang lain. Jadi saya belum bisa melihat gambaran kekuatan timyang sekarang,” jelas Rian. Rencananya, tim akan baru berlatih pada Senin (23/6) mendatang.
Acara meet and greet kemarin berlangsung meriah. Bahkan kedatangan para mahasiswa asal Liverpool, Inggris. “Saya datang ke Surabaya beberapa hari lalu. Saya juga melihat jalanan penuh suporter saat Persebaya merayakan ulang tahun. Saya rasa atmosfer suporter di Surabaya hampir sama dengan di Inggris,” kata salah satu mahasiswa yang hadir, Adam Burchett.