JawaPos.com — Bruno Moreira semakin menunjukkan taji sebagai mesin gol andalan Persebaya Surabaya. Di bawah komando pelatih anyar Eduardo Perez musim depan, Bruno diprediksi akan tampil lebih tajam dalam dua kompetisi sekaligus: Liga 1 Indonesia 2025/2026 dan ASEAN Club Championship 2025/2026.
Pemain asal Brasil berusia 26 tahun ini hanya membutuhkan 12 gol lagi untuk menyamai rekor legendaris David da Silva.
David dikenal sebagai pemegang rekor gol terbanyak Persebaya Surabaya pada era Liga 1 dengan torehan 39 gol dari 43 laga.
Sementara itu, Bruno telah mencetak total 27 gol dari 91 pertandingan bersama Green Force sejak debutnya di musim 2021/2022.
Meskipun rasio golnya masih berada di angka 0,30 per pertandingan, Bruno konsisten menjadi tumpuan di lini depan.
Performa Bruno musim lalu cukup stabil dengan catatan 10 gol dari 31 laga di Liga 1 Indonesia 2024/2025. Catatan ini sama persis dengan kontribusinya pada musim 2023/2024, yang juga diwarnai 10 gol dari jumlah laga yang sama.
Persebaya Surabaya bahkan menyoroti kontribusi spesial sang pemain lewat unggahan media sosial, “10 goals from our Number 10.”
Tak hanya soal gol, Bruno juga mengenakan nomor punggung 10 sekaligus ban kapten musim lalu, menandakan peran vitalnya di lapangan.
Bruno Moreira Soares lahir pada 8 April 1999 di Cajamar, Brasil dan memiliki tinggi 1,78 meter. Dengan kemampuan menggunakan kedua kakinya, ia fleksibel di lini depan dan lebih sering ditempatkan sebagai sayap kiri.
Pemain yang dinaungi agen ILC Sports ini bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 1 Juli 2023. Ia memperpanjang kontraknya terakhir kali pada 19 April 2024, dan akan membela Green Force hingga 30 April 2026.
Di musim debutnya, 2021/2022, Bruno mencetak 7 gol dari 29 laga, yang juga diwarnai 3 assist dan satu kartu merah. Total menit bermainnya saat itu mencapai 2.538 menit, memperlihatkan konsistensinya sebagai pemain inti.
Pada musim 2023/2024, ia tampil lebih agresif dengan tambahan 4 assist dan 8 kartu kuning dari 2.745 menit bermain. Sementara musim lalu, Bruno mencatat 3 assist, 6 kartu kuning, dan 1 kartu kuning kedua dalam total 2.735 menit.
Dengan total 27 gol dari tiga musim bersama Persebaya Surabaya, Bruno kini tinggal selangkah lagi menyusul rekor David da Silva.
Jika tren 10 gol per musimnya bisa dipertahankan atau bahkan meningkat, maka rekor itu bisa ia lampaui dalam satu musim ke depan.
David da Silva sendiri mencetak 39 gol hanya dari 43 pertandingan dengan rata-rata mencetak satu gol setiap 86 menit. Bandingkan dengan Bruno yang mencetak satu gol setiap 297 menit, jelas tantangannya tidak ringan.
Namun, kehadiran pelatih baru Eduardo Perez bisa menjadi katalis bagi peningkatan produktivitas Bruno.
Sistem permainan ofensif yang lebih rapi dan penempatan posisi ideal bisa membuat Bruno lebih sering mendapatkan peluang emas.
Apalagi Persebaya Surabaya musim depan akan menghadapi jadwal padat karena bermain di dua turnamen sekaligus. Peluang mencetak gol pun lebih terbuka karena jumlah pertandingan yang dilakoni akan jauh lebih banyak.
Dengan pengalaman dan chemistry yang sudah terbangun bersama skuad Green Force, Bruno punya bekal kuat untuk melejitkan angka golnya. Mentalitas pemimpin di lapangan juga membuatnya semakin matang dalam mengeksekusi peluang.
Publik Surabaya tentu berharap sang kapten bisa menjadi ikon baru seperti David da Silva dulu. Rekor bukan hanya tentang angka, tapi juga soal pengaruh dan loyalitas kepada klub yang dibelanya.
Tak heran jika para Bonek sudah mulai memperbincangkan kemungkinan Bruno menggeser nama David da Silva di daftar top skor sepanjang masa.
Rekor tersebut selama ini terasa sulit disentuh, namun kini benar-benar berada dalam jangkauan.
Bruno sendiri belum memberikan pernyataan resmi soal target pribadinya musim depan. Namun, statistik dan performa lapangan sudah cukup untuk memberi sinyal ambisi tersebut bukan sekadar mimpi.
Dengan usia yang masih tergolong produktif dan kontrak yang masih panjang, Bruno punya waktu cukup untuk membuktikan dirinya sebagai legenda baru Persebaya Surabaya.
Musim 2025/2026 bisa menjadi momentum emas untuk mencatat sejarah.
Penantian rekor ini tentunya akan menjadi salah satu narasi paling menarik di Liga 1 musim depan. Apalagi jika Bruno mampu tampil konsisten sejak pekan pertama hingga akhir musim.
Tak hanya berburu gelar, Persebaya Surabaya kini juga punya misi mengantar kaptennya mencatat sejarah baru. Jika semua berjalan sesuai rencana, musim depan nama Bruno Moreira bisa tertulis manis di buku sejarah klub.
Rekor David da Silva memang monumental, namun bukan tak mungkin akhirnya runtuh oleh kerja keras dan konsistensi. Semua mata kini tertuju pada Bruno dan langkah-langkahnya mendekati angka 39.
Dengan hanya 12 gol tersisa, Bruno Moreira tinggal selangkah lagi menulis bab baru dalam sejarah Green Force. Siapkah Persebaya Surabaya dan Bonek menyaksikan lahirnya raja gol baru di Gelora Bung Tomo?