← Beranda
Deretan Prestasi Mentereng Persebaya Surabaya Jelang Usia 98 Tahun, Bonek: Jangan Menua Tanpa Prestasi!
Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 16 Juni 2025 | 02.23 WIB
Francisco Rivera (tengah) , gelandang Persebaya menyaksikan flare yang dinyalakan Bonek yang menyebabkan pertandingan Liga 1 berhenti beberapa saat di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (23/5). FOTO: ANGGER BONDAN/JAWA POS

JawaPos.com — Persebaya Surabaya akan genap berusia 98 tahun pada 18 Juni 2025. Klub legendaris asal Kota Pahlawan itu terus menjadi ikon sepak bola Indonesia dengan sejarah panjang dan prestasi membanggakan.

Di usia hampir satu abad, Persebaya Surabaya menatap masa depan dengan optimisme dan semangat perjuangan yang tak pernah padam.

Apalagi sejak kembali ke kompetisi resmi Liga Indonesia pada 2017 lalu, Green Force bangkit dan terus bersaing di level tertinggi.

Berdasarkan data dari Transfermarkt, Persebaya Surabaya telah mencatatkan enam gelar juara kompetisi nasional tertinggi era perserikatan atau Liga Indonesia.

Trofi tersebut diraih pada musim 2004, 1996/1997, 1987/1988, 1977/1978, 1951/1952, dan 1950/1951.

Kemenangan demi kemenangan itu membuktikan Persebaya Surabaya adalah salah satu tim paling bersejarah di kancah sepak bola tanah air.

Dari era Perserikatan hingga Liga Indonesia modern, nama besar Persebaya Surabaya tetap disegani.

Selain prestasi di kasta tertinggi, Persebaya Surabaya juga pernah tiga kali menjadi juara di Divisi Dua Indonesia atau Liga 2. Gelar ini diraih pada musim 2016/2017, 2005/2006, dan 2002/2003, saat mereka harus memulai kembali dari bawah.

Tak hanya itu, Persebaya Surabaya juga mencatatkan gelar juara Piala Utama pada musim 1989/1990. Ini menambah daftar panjang trofi yang mengisi lemari kebanggaan tim kebanggaan Arek Suroboyo itu.

Selama hampir satu abad, Persebaya Surabaya telah melalui banyak momen bersejarah. Dari masa kejayaan, keterpurukan, hingga kebangkitan kembali bersama Bonek yang selalu setia mendampingi.

Menjelang ulang tahun ke-98, manajemen Persebaya Surabaya merencanakan berbagai agenda sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang klub ini.

Kegiatan seperti berziarah ke makam pendiri, berbagi tumpeng, hingga bermain sepak bola bersama akan dilakukan secara sederhana namun penuh makna.

“Alhamdulillah, Persebaya beberapa hari lagi genap berusia 98 tahun. Tak lama lagi, mencapai usia 100 tahun,” tulis akun resmi Persebaya Surabaya di media sosial.

Tangis dan tawa, sedih dan gembira, telah menjadi bagian dari perjalanan klub berjuluk Green Force itu. Sejarah emas maupun tragedi, semuanya membentuk identitas kuat Persebaya Surabaya hari ini.

Sudah delapan tahun sejak Persebaya Surabaya kembali ke panggung sepak bola nasional pada 2017. Sejak saat itu, perjuangan demi perjuangan terus dilakukan untuk meraih kembali kejayaan.

Harapan besar pun disematkan oleh para Bonek, suporter setia Persebaya Surabaya, menjelang usia klub yang nyaris satu abad.

Semangat mereka tak pernah padam meski gelar juara belum kembali mampir ke Surabaya dalam beberapa musim terakhir.

"Ayo juara ????," seru seorang Bonek penuh semangat. Ungkapan singkat tapi penuh makna itu menggambarkan kerinduan akan gelar yang begitu besar.

“Tinggal 2 tahun lagi untuk usia 1 abad. Harapan cuma satu: semoga janji juara sebelum 1 abad itu terwujud,” ucap Bonek lainnya di kolom komentar media sosial Persebaya Surabaya.

“Persebaya Selamanya, bismillah tahun iki juara joll ???????????? ????????????????,” tulis Bonek dengan penuh harap. Tak sedikit dari mereka yang menyematkan emotikon api dan piala sebagai simbol semangat juara.

“JANGAN MENUA TANPA PRESTASI????,” tulis seorang Bonek dengan huruf kapital, seakan menjadi tamparan semangat untuk tim kebanggaannya.

Mereka ingin Persebaya Surabaya tak sekadar menjadi tim legendaris, tapi juga juara di masa kini.

“Insyaallah, mudah-mudahan sebelum 1 abad bisa juara????????????????????,” ujar Bonek lainnya sembari menyematkan doa dan harapan. Mereka tak hanya ingin merayakan usia, tapi juga kejayaan di lapangan.

Baca Juga: Bongkar Strategi Transfer Arema FC! Sikut Persebaya Surabaya Demi Gaet Tiga Bintang Asing Rp 11,3 Miliar

Gema semangat dari Bonek menjadi bahan bakar tersendiri bagi Persebaya Surabaya untuk menatap musim kompetisi mendatang.

Mereka ingin klub kebanggaannya kembali berjaya dan mengangkat trofi sebelum ulang tahun ke-100.

Dengan sejarah panjang, basis suporter fanatik, dan mental baja yang terus ditempa waktu, Persebaya Surabaya masih punya semua elemen untuk kembali jadi raja.

Tinggal bagaimana seluruh elemen tim menyatu, bekerja keras, dan memanfaatkan momentum usia ke-98 ini.

Persebaya Surabaya tak hanya klub sepak bola. Ia adalah warisan budaya, simbol perlawanan, dan semangat juang Kota Surabaya yang tak kenal menyerah.

Jelang usia 98 tahun, semangat juara Persebaya Surabaya terus membara. Bersama Bonek, harapan untuk mengangkat trofi juara kembali berkumandang—lebih keras dari sebelumnya.

Koreografi Bonek saat  Persebaya Melawan PSBS Biak dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur (15/2/2025). (Riana Setiawan/ Jawa Pos)
Koreografi Bonek saat Persebaya Melawan PSBS Biak dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur (15/2/2025). (Riana Setiawan/ Jawa Pos)

EDITOR: Hendra