JawaPos.com-Mees Hilgers, bek Timnas Indonesia, berbicara tentang ambisinya di level internasional dalam wawancara eksklusif dengan FIFA. Pemain kelahiran Belanda berdarah Indonesia ini mengungkapkan tekadnya untuk membawa Indonesia ke Piala Dunia dan bagaimana perjalanannya di Eropa membentuk dirinya sebagai pemain.
Pada September 2024, Mees Hilgers menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia saat membela FC Twente melawan Manchester United di Liga Europa di Old Trafford. Penampilannya yang solid membuat banyak penggemar Indonesia mengikuti laga tersebut, terutama karena debutnya bersama Timnas Indonesia sudah semakin dekat.
"Kami sangat bersemangat sebelum pertandingan. Banyak yang mengira Manchester United akan menang mudah," ujar Hilgers dalam wawancara dengan FIFA.
"Tapi justru itu memotivasi kami untuk membuktikan bahwa kami adalah tim yang kuat, meskipun masih muda," tambah dia.
Penampilan apiknya saat menghadapi klub raksasa Eropa tersebut menambah kepercayaan diri Hilgers.
"Senang bisa menunjukkan kualitas saya dan juga kualitas pemain lain dari Twente. Ini membuktikan bahwa kami adalah tim yang bagus," ungkap Mees Hilgers.
Cedera yang Menguji Mental
Namun, perjalanan Hilgers tidak selalu mulus. Pada Desember 2024, dia mengalami cedera hamstring yang cukup serius.
"Hamstring saya robek, dan saat itu saya sedang dalam kondisi yang sangat baik. Secara mental dan fisik, rasanya seperti pukulan berat," kenang dia.
Namun, dia tetap berusaha bangkit dan pulih secepat mungkin.
"Saya tidak pergi berlibur dan tetap berada di Belanda untuk menjalani pemulihan. Saya percaya bahwa segalanya terjadi karena suatu alasan, dan saya hanya harus fokus untuk kembali ke kondisi terbaik saya," jelas Mees Hilgers.
Peran Penting dalam Pertahanan dan Kepemimpinan
Sejak masuk ke tim utama Twente, Hilgers mendapatkan banyak pengalaman, termasuk dari seniornya, Robin Propper.
"Dia membantu saya saat saya masih berusia 19 atau 20 tahun, mengajarkan saya bagaimana menjadi bek tengah yang lebih cerdas dan pemimpin yang baik," kata Mees Hilgers.
Sebagai bek tengah, Hilgers menekankan pentingnya komunikasi dan organisasi dalam pertahanan.
"Kami bisa melihat seluruh lapangan dari belakang, jadi penting untuk berbicara dengan rekan setim dan memastikan semuanya berjalan sesuai rencana," ungkap Mees Hilgers.
Dia juga mengidolakan mantan bek Real Madrid, Sergio Ramos.
"Jika saya harus memilih pemain panutan, maka itu adalah dia. Ramos unggul dalam bertahan dan menguasai bola dengan sangat baik," tutur Mees Hilgers.
Antusiasme terhadap Timnas Indonesia
Dengan kedatangan Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala baru Timnas Indonesia, Hilgers merasa optimistis.
"Dia adalah sosok besar di sepak bola dunia dengan pengalaman luar biasa. Filosofinya dalam sepak bola Belanda akan membantu kami berkembang," ujar Mees Hilgers.
Hilgers memiliki impian besar bersama Timnas Indonesia, yaitu membawa Garuda ke Piala Dunia FIFA.
"Sebagai pemain, impian terbesar adalah memenangkan Piala Dunia. Itu lebih spesial dibanding Liga Champions karena mewakili negara Anda dan membuat bangsa bangga," kata Mees Hilgers.
Optimisme di Kualifikasi Piala Dunia
Saat ini, Timnas Indonesia berada di posisi ketiga Grup C dalam putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia zona AFC, hanya terpaut satu poin dari posisi otomatis lolos. Jelang laga melawan Australia dan Bahrain pada Maret 2025, Hilgers yakin dengan peluang Garuda.
"Saya sangat percaya pada tim ini. Kami memiliki skuad yang kuat dan muda yang terus berkembang. Saya rasa, kecuali Jepang, kami punya pemain yang lebih baik dibanding lawan lain di grup ini," ucap Mees Hilgers dengan penuh keyakinan.
Hilgers pun memiliki target jelas untuk sisa musim ini.
"Bersama Twente, saya ingin finis setinggi mungkin di liga. Bersama Indonesia, target saya adalah lolos ke Piala Dunia. Keduanya bisa dicapai, dan saya akan fokus sepenuhnya untuk mewujudkannya," tandas Mees Hilgers.