JawaPos.com — Tangis haru pecah di wajah Dejan Tumbas. Pemain asal Serbia itu tak mampu menahan emosinya setelah ikut menyanyikan Song for Pride bersama ribuan Bonek di Stadion Gelora Bung Tomo.
Sabtu lalu (15/2/2025) menjadi hari yang sangat spesial bagi Tumbas. Persebaya Surabaya akhirnya meraih kemenangan setelah tujuh pertandingan tanpa hasil maksimal.
Green Force menundukkan PSBS Biak dengan skor tipis 1-0. Itu juga menjadi kemenangan perdana bagi Tumbas sejak bergabung dengan Persebaya Surabaya pada putaran kedua.
Selama ini ia hanya merasakan satu kali hasil imbang. Selebihnya Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan yang menyakitkan.
“Ini merupakan pengalaman pertama saya, Hal yang paling indah dalam karir sepak bola saya sejauh ini,” ujar Dejan Tumbas.
Pemain berusia 25 tahun itu benar-benar merasakan atmosfer luar biasa dari Bonek. "Perasaan ini tidak bisa saya ungkapkan dalam kata-kata," lanjutnya dengan penuh haru.
Persebaya Surabaya benar-benar menunjukkan mental baja dalam laga tersebut. Gol semata wayang yang membawa kemenangan menjadi titik balik kebangkitan Green Force.
Tumbas juga berterima kasih kepada para suporter. Ia merasakan betapa besarnya dukungan yang diberikan kepada tim dalam situasi sulit.
”Terima kasih untuk suporter yang sudah memenuhi stadion, memberikan dukungan luar biasa kepada kami,” lanjutnya.
Sejak tiba di Surabaya, Tumbas langsung menjadi pemain yang diandalkan. Dalam enam pertandingan putaran kedua, ia selalu tampil.
Pemain asal Serbia itu dikenal ekspresif di lapangan. Ia selalu menunjukkan emosi yang meledak-ledak setiap kali bertanding.
Pantang menyerah adalah karakter kuatnya. Saat Bruno Moreira gagal mengeksekusi penalti melawan Malut United, ia langsung memberikan semangat kepada sang kapten.
Dalam laga melawan PSBS Biak, peran Tumbas berbeda. Ia dimainkan sebagai gelandang box to box.
Sepanjang kariernya, posisi itu bukan hal baru baginya. Di Liga 1 Tajikistan musim lalu, ia bahkan terpilih sebagai pemain asing terbaik saat bermain di posisi tersebut.
Namun, di Persebaya Surabaya ini adalah kali pertama ia dimainkan di lini tengah. Sebelumnya ia lebih sering beroperasi sebagai penyerang, winger, atau striker tengah.
Keputusan pelatih menempatkannya di lini tengah ternyata tepat. Persebaya Surabaya akhirnya mencatatkan clean sheet pertama dalam delapan pertandingan terakhir.
Tumbas ditempatkan di posisi tersebut karena dua pemain asing, Gilson Costa dan Mohammed Rashid, harus absen akibat akumulasi kartu. Ia pun menjawab kepercayaan dengan performa maksimal.
”Sebelumnya saya pernah bermain sebagai gelandang, juga posisi lainnya. Dan saya selalu akan memberikan yang terbaik dimana pun saya diminta untuk bermain,” kata Tumbas.
Penampilan apiknya mendapat respons luar biasa dari Bonek. Para suporter langsung menyerbu akun Instagram Tumbas dengan berbagai ungkapan dukungan.
“KAMI HAUS GOLL KAMU,” tulis seorang Bonek penuh antusiasme. “In Dejan we trust,” sahut yang lain.
“Mainmu sangar cak,” komentar seorang suporter lainnya. “Keep fight WANI TUMBAS,” tambah lainnya.
“Dejan nguwerrii gak onok kesele playon terus mungga mudun mantap lek umbas lek,” komentar lain yang viral di media sosial. Dukungan ini semakin memotivasi Tumbas untuk terus tampil garang.
Pekan ke-24 Liga 1 Indonesia 2024/2025 sudah menanti. Persebaya Surabaya akan menghadapi Dewa United di Stadion Pakansari.
Momentum kemenangan atas PSBS Biak harus dipertahankan. Tumbas kini semakin termotivasi untuk memberikan kemenangan lagi bagi Green Force.
Dejan Tumbas telah menjalani enam pertandingan bersama Persebaya Surabaya musim ini, dengan total waktu bermain mencapai 495 menit. Meskipun ia belum mencetak gol, pemain ini mencatatkan Expected Goals (xG) sebesar 0.05 dan melakukan sembilan percobaan untuk mencetak gol.
Di sisi lain, Tumbas tidak mencatatkan assist, meskipun ia memiliki passing accuracy sebesar 68%, dan berhasil menciptakan dua key pass. Dalam aspek pertarungan di lapangan, ia melanggar lima kali dan menjadi sasaran delapan pelanggaran dari lawan, serta menerima satu kartu kuning dalam periode ini.
Meskipun statistiknya belum mencolok, kontribusinya dalam permainan tetap terlihat melalui keterlibatannya di lapangan, meski belum mencetak gol.
Kini, duel melawan Dewa United akan menjadi ujian berikutnya. Tumbas tentu ingin membuktikan diri ia bisa menjadi kunci kemenangan Persebaya Surabaya.
Dukungan Bonek jelas akan kembali membakar semangatnya. Apalagi, mereka sudah memberikan bait-bait doa agar performanya terus meningkat.
Song for Pride yang dinyanyikan bersama Bonek menjadi bukti ikatan emosionalnya dengan suporter. Itu adalah momen yang akan selalu ia kenang sepanjang kariernya.
Tangis harunya di Gelora Bung Tomo menjadi bukti betapa berharganya kemenangan ini. Kini, ia siap untuk menuliskan kisah kemenangan berikutnya di Pakansari.
Persebaya Surabaya butuh tiga poin lagi untuk terus merangsek ke papan atas. Dan Tumbas adalah salah satu senjata utama yang bisa membuat Green Force semakin ganas.
Bait doa Bonek akan terus mengiringinya. Saatnya Dejan Tumbas kembali berjuang, kembali bertarung, dan kembali membawa Persebaya Surabaya berjaya!