← Beranda
Mengerikan! Statistik xG Persebaya Surabaya dalam 6 Laga Terakhir Buktikan Skuad Paul Munster Terlalu Banyak Buang Peluang
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 13 Februari 2025 | 23.04 WIB
Persebaya Surabaya harus mengakui mereka masih buntu di lini depan pada era Paul Munster. (Media Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya akan menghadapi PSBS Biak dalam lanjutan pekan ke-23 Liga 1 Indonesia 2024/2025 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (15/2/2025) malam. Laga ini menjadi kesempatan bagi Green Force untuk mengakhiri tren buruk yang sudah berlangsung selama enam pertandingan terakhir.

Tim asuhan Paul Munster mengalami lima kekalahan dan hanya sekali imbang dalam periode tersebut. Hasil buruk ini membuat tekanan semakin besar, baik terhadap para pemain maupun sang pelatih yang posisinya kini mulai digoyang.

Persebaya Surabaya menelan kekalahan dari Bali United, PSS Sleman, Malut United, Barito Putera, dan Persis Solo. Satu-satunya poin yang mereka raih hanya berasal dari hasil imbang 1-1 melawan Persita Tangerang di Gelora Bung Tomo.

Saat ini, Persebaya Surabaya masih bertahan di peringkat ke-4 klasemen sementara dengan 38 poin. Namun, mereka harus segera bangkit jika ingin menjaga peluang finis di papan atas dan lolos ke fase selanjutnya.

Masalah utama Persebaya Surabaya dalam enam laga terakhir bukan hanya hasil buruk, tetapi juga efektivitas dalam menyelesaikan peluang. Berdasarkan statistik Expected Goals (xG), mereka seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol dari yang mereka dapatkan.

Dalam enam pertandingan tersebut, Persebaya Surabaya hanya mampu mencetak 3 gol dan kebobolan 13 kali. Padahal, jika melihat data xG, mereka sebenarnya memiliki potensi mencetak lebih banyak gol dibandingkan yang terjadi di lapangan.

Mental pemain Persebaya Surabaya seakan runtuh usai pernyataan Paul Munster usai dibantai PSS Sleman. (Media Persebaya)
Mental pemain Persebaya Surabaya seakan runtuh usai pernyataan Paul Munster usai dibantai PSS Sleman. (Media Persebaya)

Saat melawan Bali United di pekan ke-17, Persebaya Surabaya kalah 0-2 meski memiliki xG 0.93. Sementara itu, Bali United hanya memiliki xG 1.34, yang menunjukkan laga ini sebenarnya cukup seimbang dalam hal peluang.

Di pekan ke-18, Persebaya Surabaya kembali kalah 1-3 dari PSS Sleman meski unggul dalam statistik xG. Mereka mencatatkan xG sebesar 1.71, lebih tinggi dari PSS Sleman yang hanya 0.76.

Saat menjamu Malut United di pekan ke-19, Persebaya Surabaya lagi-lagi gagal memanfaatkan peluang. Mereka kalah 0-2 meski memiliki xG lebih tinggi, yakni 2.18 dibanding Malut United yang hanya 1.79.

Baca Juga: Babak 8 Besar EPA Liga 1: Persija Jakarta U-18 Kunci Tiket Semifinal, Nasib U-16 dan U-20 Bergantung Borneo FC dan Persebaya Surabaya

Hasil buruk berlanjut di pekan ke-20 saat Persebaya Surabaya dibantai 0-3 oleh Barito Putera. Padahal, xG menunjukkan Persebaya Surabaya seharusnya bisa lebih kompetitif karena memiliki angka 1.05 dibanding Barito yang mencatatkan 2.13.

Di pekan ke-21, Persebaya Surabaya akhirnya mendapatkan satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang. Namun, lagi-lagi mereka membuang peluang karena mencatatkan xG 1.41 dibanding Persita yang hanya 0.50.

Terakhir, dalam laga melawan Persis Solo di pekan ke-22, Persebaya Surabaya kalah 1-2 meski memiliki xG lebih tinggi. Mereka mencatatkan xG 1.26, sedangkan Persis hanya 0.99, yang menunjukkan mereka kembali kurang efektif di depan gawang.

Statistik ini menunjukkan Persebaya Surabaya sebenarnya tidak kalah dalam hal menciptakan peluang. Namun, buruknya penyelesaian akhir dan ketajaman lini depan menjadi faktor utama mereka kehilangan banyak poin penting.

Menghadapi PSBS Biak, Persebaya Surabaya harus segera menemukan solusi agar lebih klinis dalam menyelesaikan peluang. Jika tidak, tren buruk ini bisa terus berlanjut dan semakin memperburuk posisi mereka di klasemen.

Sayangnya, mereka tidak akan tampil dengan kekuatan penuh dalam laga ini. Lima pemain utama dipastikan absen, yang membuat tantangan semakin berat bagi Green Force.

Mohammed Rashid tidak bisa bermain karena akumulasi kartu, sementara Gilson Costa absen akibat kartu merah di laga sebelumnya. Toni Firmansyah juga harus absen karena sedang menjalani tugas bersama Timnas Indonesia.

Selain itu, dua pemain asing, Bruno Moreira dan Slavko Damjanovic, masih dalam proses pemulihan cedera. Kondisi ini tentu menjadi pukulan telak bagi Persebaya Surabaya yang sedang berusaha bangkit dari keterpurukan.

Tidak hanya kehilangan pemain, Persebaya Surabaya juga harus menghadapi PSBS Biak tanpa kehadiran Paul Munster di pinggir lapangan. Sang pelatih dipastikan absen karena sanksi, sehingga tim harus berjuang tanpa arahan langsung darinya.

Meski dalam situasi sulit, kiper Persebaya Surabaya, Ernando Ari, menegaskan tim tetap optimistis menghadapi PSBS Biak. Menurutnya, mentalitas dan kesiapan individu menjadi kunci utama untuk bangkit dari keterpurukan.

“Pertama-tama pasti berkaitan dengan mental dan juga persiapan individu dari pemain, dan juga sekarang ini kita lagi prepare untuk pertandingan melawan Biak juga dengan matang-matang,” ujar Ernando Ari.

Evaluasi dari enam laga terakhir sudah dilakukan secara menyeluruh oleh tim pelatih. Para pemain pun sepakat untuk bekerja keras demi meraih kemenangan dan mengakhiri tren buruk yang mereka alami.

“Jadi kita udah mengevaluasi hasil pertandingan kemarin, dan kita pasti akan berjuang di pertandingan menghadapi Biak,” imbuh Ernando Ari.

Direktur operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, bahkan menegaskan laga melawan PSBS Biak dan Dewa United akan menjadi penentu nasib Paul Munster. Jika hasil tidak memuaskan, bukan tidak mungkin Persebaya Surabaya akan melakukan perubahan besar.

Di sisi lain, PSBS Biak datang ke Surabaya dengan motivasi tinggi untuk mencuri poin. Tim berjuluk Badai Pasifik itu ingin memanfaatkan kondisi Persebaya Surabaya yang sedang tidak stabil.

Pelatih PSBS, Guillermo Samso, memastikan timnya sudah melakukan persiapan dengan baik meski sempat terganggu hujan selama latihan di Bali. Ia optimistis anak asuhnya bisa tampil maksimal di laga ini.

PSBS membawa 20 pemain ke Surabaya, termasuk tiga pilar utama yang sebelumnya absen. Kehadiran Marckho Meraudje, Jonata Machado, dan Ariel Nahuelpan diyakini bakal menambah kekuatan mereka.

Selain itu, PSBS juga berambisi membalas kekalahan 0-1 dari Persebaya Surabaya di putaran pertama. Mereka yakin peluang untuk mencuri poin sangat terbuka lebar dalam laga ini.

Dengan kondisi Persebaya Surabaya yang tidak dalam performa terbaik, PSBS melihat ini sebagai kesempatan emas. Jika Persebaya Surabaya tidak segera memperbaiki ketajaman lini depan, bukan tidak mungkin mereka kembali menelan hasil mengecewakan.

Apakah Persebaya Surabaya bisa bangkit dan mengakhiri tren buruk? Atau justru PSBS yang akan memanfaatkan situasi ini untuk mencuri poin dari Gelora Bung Tomo? Jawabannya akan terungkap pada Sabtu malam nanti.

Persebaya Surabaya banyak cetak peluang (xG) tapi gagal cetak banyak gol. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
Persebaya Surabaya banyak cetak peluang (xG) tapi gagal cetak banyak gol. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
EDITOR: Hendra