← Beranda
Persebaya Surabaya Salah Belanja Pemain? Paul Munster Akui Butuh Striker Pembunuh Usai Kekalahan dari Persis Solo
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 8 Februari 2025 | 05.44 WIB
Dejan Tumbas masih tumpul di lini depan Persebaya Surabaya usai ditekuk Persis Solo. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali menelan kekalahan. Kali ini dari tim juru kunci, Persis Solo. Dalam lanjutan Liga 1 Indonesia 2024-2025 di Stadion Manahan Solo, Jumat, 7 Februari 2025, Green Force takluk dengan skor 1-2. Kekalahan ini semakin memperpanjang tren buruk mereka dalam beberapa laga terakhir.

Sebelumnya, Persebaya Surabaya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Persita. Mereka juga kalah telak 0-3 dari Barito Putera. Rentetan hasil negatif ini membuat mereka gagal mendekati posisi Persib Bandung di puncak klasemen.

Situasi ini tentu menjadi pukulan telak bagi skuat asuhan Paul Munster. Mereka sebelumnya cukup konsisten di papan atas.

Saat ini, Persebaya Surabaya mengoleksi 38 poin dari 22 pertandingan. Mereka tertahan di posisi ketiga. Mereka tertinggal delapan poin dari Persib Bandung yang kokoh di puncak klasemen dengan 46 poin dari 21 pertandingan.

Selain itu, Green Force juga gagal menyalip Persija Jakarta yang ada di peringkat kedua dengan 39 poin dari 21 laga.

Gol-gol kemenangan Persis Solo dicetak oleh Moussa Sidibe pada menit ke-53. Ramadhan Sananta menambah gol pada menit ke-90+3.

Sementara itu, Persebaya Surabaya hanya mampu membalas melalui eksekusi penalti Francisco Rivera pada menit ke-74.

Performa Persebaya Surabaya dalam laga ini jelas mengecewakan. Terutama mengingat mereka menghadapi tim yang sedang berada di dasar klasemen.

Laga ini juga diwarnai kartu merah untuk gelandang Persebaya Surabaya, Gilson Costa. Ia diusir wasit pada menit ke-53 setelah melakukan pelanggaran keras.

Kehilangan satu pemain jelas membuat Persebaya Surabaya kesulitan. Mereka tidak dapat mengembangkan permainan dan membuka peluang mencetak gol tambahan.

Tak lama setelah kartu merah tersebut, Moussa Sidibe langsung memanfaatkan situasi untuk mencetak gol bagi Persis Solo. Francisco Rivera sempat menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti setelah Malik Risaldi dijatuhkan oleh kiper Persis, Muhammad Riyandi.

Baca Juga: Roket Ramadhan Sananta Hancurkan Mimpi Paul Munster! Persis Solo Kalahkan Persebaya Surabaya 2-1

Namun, harapan Persebaya Surabaya pupus setelah Ramadhan Sananta mencetak gol melengkung spektakuler di injury time babak kedua.

Hasil ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Persebaya Surabaya menjadi enam laga beruntun.

Dalam periode tersebut, tim asuhan Paul Munster hanya mampu meraih satu poin dari maksimal 18 yang tersedia. Catatan buruk ini tentu menjadi sorotan tajam. Mengingat Persebaya Surabaya sempat tampil solid di awal musim.

Dengan kekalahan ini, Persebaya Surabaya gagal memangkas jarak dengan Persib Bandung. Green Force tetap tertinggal delapan poin. Persib masih memiliki satu laga lebih sedikit.

Situasi ini tentu membuat peluang Persebaya Surabaya untuk bersaing merebut gelar juara semakin sulit.

Di sisi lain, kemenangan ini menjadi angin segar bagi Persis Solo. Mereka tengah berjuang keluar dari zona degradasi. Persis kini berhasil meraih tujuh poin dari 12 yang bisa diambil dalam empat laga terakhir.

Tim asal Solo itu kini mengoleksi 17 poin dari 22 laga. Mereka hanya terpaut dua poin dari Barito Putera yang berada di atas zona degradasi dengan satu pertandingan lebih sedikit.

Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, mengakui timnya menciptakan banyak peluang dalam pertandingan tersebut.

Namun, ia menyoroti ketidakmampuan lini depan dalam memanfaatkan peluang menjadi gol. Menurutnya, timnya membutuhkan sosok striker yang lebih tajam untuk menyelesaikan peluang.

"Kami menciptakan banyak peluang malam ini, seperti yang diciptakan Malik Risaldi. Kami butuh striker pembunuh. Kami bekerja keras malam ini, tapi kami hanya bisa mencetak gol lewat penalti karena kesalahan kiper lawan," ujar Paul Munster dalam konferensi pers setelah pertandingan, Jumat (7/2/2025).

Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kebijakan transfer Persebaya Surabaya. Apakah mereka salah dalam merekrut pemain? Terutama di lini depan? Sejak awal musim, Persebaya Surabaya memang tidak memiliki striker yang benar-benar tajam. Ini terlihat dalam beberapa pertandingan terakhir.

Sebelumnya, Paul Munster juga pernah mengkritik ketajaman penyerang Persebaya Surabaya. Ini terjadi setelah kalah 2-0 dari Persib Bandung pada 18 Oktober 2024.

Saat itu, ia menyoroti banyaknya peluang emas yang terbuang sia-sia dalam laga tersebut. Ketidakmampuan lini depan Persebaya Surabaya untuk memanfaatkan peluang menjadi gol sudah menjadi masalah yang berulang sepanjang musim ini.

Dalam pertandingan melawan Persib, Persebaya Surabaya sebenarnya menciptakan cukup banyak peluang. Namun, Dejan Tumbas, striker baru mereka, tak kunjung cetak gol. Tidak ada satupun yang mampu dikonversi menjadi gol, yang akhirnya berujung pada kekalahan.

Kritik terhadap ketajaman lini depan Persebaya Surabaya semakin santer terdengar. Munster tampaknya mulai kehilangan kesabaran.

Masalah ini tentu menjadi PR besar bagi Paul Munster dan tim pelatih. Persebaya Surabaya membutuhkan striker yang memiliki naluri mencetak gol tinggi. Mereka harus segera menemukan solusi bagi masalah mereka di lini depan.

Dengan situasi seperti ini, manajemen Persebaya Surabaya perlu melakukan evaluasi mendalam terkait kebijakan transfer mereka di awal musim.

Apakah pemain yang didatangkan sudah sesuai dengan kebutuhan tim? Jika tidak, maka Persebaya Surabaya harus segera mencari solusi di bursa transfer berikutnya.

Kegagalan mendatangkan striker yang tepat bisa berakibat fatal bagi ambisi mereka di musim ini.

Selain evaluasi dalam rekrutmen pemain, Persebaya Surabaya juga harus meningkatkan efektivitas dalam penyelesaian akhir.

Para pemain depan mereka harus lebih tajam dalam memanfaatkan peluang. Ini bisa diperbaiki melalui latihan khusus serta pendekatan taktik yang lebih efektif.

Di sisi lain, mentalitas para pemain juga menjadi faktor penting. Mereka harus memiliki determinasi lebih tinggi dalam setiap pertandingan.

Kebiasaan membuang peluang dan kehilangan fokus di menit-menit akhir pertandingan harus segera diperbaiki. Agar tidak terus merugikan tim.

Dukungan dari suporter setia, Bonek, juga sangat dibutuhkan dalam situasi sulit ini. Persebaya Surabaya membutuhkan suntikan motivasi ekstra untuk bangkit dari keterpurukan.

Dengan dukungan penuh dari para suporter, diharapkan tim bisa segera kembali ke jalur kemenangan.

Jika tidak ada perbaikan signifikan, Persebaya Surabaya berisiko kehilangan posisi mereka di papan atas klasemen.

Dengan persaingan yang semakin ketat, setiap poin sangat berharga. Untuk memastikan posisi mereka tetap aman dalam perburuan gelar juara.

Musim masih panjang, dan segala kemungkinan masih bisa terjadi. Namun, tanpa perbaikan nyata di lini depan, sulit bagi Persebaya Surabaya untuk bersaing di papan atas.

Mereka harus segera menemukan solusi agar bisa kembali ke performa terbaiknya.

Semoga evaluasi yang dilakukan oleh tim pelatih dan manajemen membuahkan hasil positif.

Dengan kerja keras dan strategi yang tepat, Persebaya Surabaya masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen.

Jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin Persebaya Surabaya akan semakin terpuruk. Mereka bisa gagal mencapai target musim ini.

Persebaya Surabaya harus belajar dari kekalahan ini. Mereka harus menjadikannya sebagai bahan evaluasi yang serius.

Hanya dengan demikian, mereka bisa kembali bersaing di level tertinggi. Dan memberikan kebanggaan bagi para pendukungnya.

Dengan perubahan yang tepat, Green Force masih bisa bangkit. Mereka bisa kembali menunjukkan kekuatan mereka di Liga 1 Indonesia.

EDITOR: Hendra