JawaPos.com — Kemenangan Persebaya Surabaya atas Arema FC pada 12 Desember 2019 menjadi salah satu momen tak terlupakan bagi legenda hidup Green Force, Aji Santoso. Dalam laga yang digelar di Stadion Batakan, Balikpapan, Persebaya Surabaya berhasil membungkam rival bebuyutannya dengan skor telak 4-1.
Saat memasuki ruang konferensi pers usai pertandingan, Aji Santoso tampak semringah. Dengan senyum lebar, ia mengungkapkan kebahagiaannya atas hasil gemilang yang diraih anak asuhnya.
”Kemenangan ini untuk warga Surabaya dan Bonek,” ujar Aji penuh semangat di awal sesi konferensi pers. ”Kami berhasil membalas kekalahan di Malang sekaligus menjaga peluang ke zona Liga Champions Asia,” tambahnya.
Kemenangan besar itu juga memperpanjang catatan positif Persebaya Surabaya di bawah kepemimpinan Aji Santoso. Dalam tujuh pertandingan terakhir, Green Force tak terkalahkan, dengan lima di antaranya berhasil diraih dengan kemenangan.
Ketika Aji pertama kali menangani Persebaya Surabaya di musim tersebut, tim tengah berkutat di papan bawah klasemen. Namun, ia berhasil membawa Persebaya Surabaya meroket ke posisi ketiga, sebuah pencapaian luar biasa dalam waktu singkat.
”Masih ada dua pertandingan tersisa, semoga kami bisa meraih hasil terbaik,” tekad Aji. Ia optimistis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir musim.
Tak hanya memberikan kebahagiaan bagi warga Surabaya, kemenangan tersebut juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Aji. Sebagai pelatih, ia merasa mampu mengembalikan semangat tim sekaligus memuaskan para suporter setia Bonek dan Bonita.
Kebahagiaan itu tidak hanya dirasakan di lapangan, tetapi juga di luar aktivitas sepak bola. ”Besok saya akan langsung pulang ke Malang, menikmati kemenangan dengan bermain tenis bersama teman-teman,” ungkap Aji sambil tersenyum.
Langkah Aji Santoso bersama Persebaya Surabaya di era Liga 1 memang penuh cerita menarik. Sejak musim 2019 hingga 2023, ia telah menghadapi berbagai tantangan dan mencatatkan sejumlah prestasi.
Berikut adalah statistik Aji selama menangani Persebaya Surabaya di Liga 1:
Musim 2019: 9 pertandingan, 7 menang, 2 imbang, 0 kalah (rata-rata 2,56 poin per pertandingan, peringkat 2).
Musim 2020: 2 pertandingan, 0 menang, 1 imbang, 1 kalah (rata-rata 0,50 poin per pertandingan, peringkat 15).
Musim 2021/2022: 32 pertandingan, 18 menang, 8 imbang, 6 kalah (rata-rata 1,94 poin per pertandingan, peringkat 5).
Musim 2022/2023: 34 pertandingan, 15 menang, 7 imbang, 12 kalah (rata-rata 1,53 poin per pertandingan, peringkat 6).
Musim 2023/2024: 6 pertandingan, 1 menang, 2 imbang, 3 kalah (rata-rata 0,83 poin per pertandingan, peringkat 16).
Catatan tersebut menunjukkan bagaimana Aji mampu membawa stabilitas dan semangat juang bagi Persebaya Surabaya. Ia dikenal sebagai pelatih yang selalu berusaha memaksimalkan potensi pemain, bahkan dalam situasi sulit sekalipun.
Kini, Aji Santoso sedang melanjutkan kariernya bersama PSPS Pekanbaru di Liga 2 Indonesia musim 2024/2025. Ia tengah berjuang membawa timnya lolos dari babak delapan besar.
Namun, perjalanan Aji bersama PSPS tak selalu mulus. Pada pertandingan terakhir, PSPS menelan kekalahan 0-1 dari PSIM Yogyakarta di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru.
Kekalahan tersebut menjadi pil pahit bagi PSPS yang sebelumnya tak terkalahkan di kandang selama musim ini. Dari delapan laga kandang, mereka mencatatkan lima kemenangan dan tiga hasil imbang sebelum akhirnya rekor itu terhenti.
Aji Santoso mengakui kekalahan tersebut sebagai tanggung jawabnya. ”Kami tidak bisa memanfaatkannya di hadapan penonton, saya selaku pelatih meminta maaf kepada suporter,” ujarnya dengan nada penuh penyesalan.
Ia berjanji akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki performa tim di sisa pertandingan. ”Yang jelas, empat laga terakhir kami akan tetap semangat dan berjuang maksimal,” tekad Aji.
Kisah Aji Santoso dalam dunia sepak bola Indonesia memang tak pernah lepas dari momen-momen penuh emosi. Sebagai legenda Persebaya Surabaya, ia selalu dikenang atas dedikasinya untuk klub dan kontribusinya bagi sepak bola nasional.
Kemenangan atas Arema FC pada 2019 menjadi salah satu bukti nyata bagaimana Aji mampu membawa kebanggaan bagi tim yang dicintainya. Momen tersebut tak hanya dikenang sebagai kemenangan penting, tetapi juga sebagai simbol semangat juang yang tak pernah padam.
Pulang ke Malang dan bermain tenis setelah kemenangan besar itu menunjukkan sisi manusiawi seorang Aji Santoso. Di tengah tekanan sebagai pelatih, ia tetap menemukan cara untuk menikmati hidup dan menjaga keseimbangan.
Kini, dengan tanggung jawab baru di PSPS Pekanbaru, Aji kembali menghadapi tantangan besar. Namun, seperti yang telah ia tunjukkan sebelumnya, semangat pantang menyerah selalu menjadi bagian dari dirinya.
Kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama para penggemar sepak bola Indonesia. Aji Santoso bukan hanya legenda di lapangan, tetapi juga sosok yang mengajarkan arti kerja keras, dedikasi, dan kebanggaan terhadap klub yang dicintai.
Perjalanan kariernya masih panjang, dan suporter sepak bola Indonesia pasti menantikan momen-momen hebat lainnya dari Aji Santoso. Semoga semangat juangnya terus menyala dan membawa kejayaan bagi tim yang ia tangani di masa depan.