JawaPos.com — Persebaya Surabaya bersiap menghadapi laga krusial melawan Persija Jakarta pada pekan ke-11 Liga 1 2024/2025. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (22/11) pukul 15.30 WIB.
Meski tampil cukup baik hingga pekan ke-10, pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, tidak menutupi kelemahan timnya. Menurutnya, penyelesaian akhir menjadi perhatian utama jelang laga kontra Macan Kemayoran.
"Masih banyak yang harus diperbaiki, terutama finishing," ujar Munster seperti dilansir dari PT LIB, Sabtu (16/11).
Pernyataan tersebut menunjukkan pelatih asal Irlandia ini sangat serius mengevaluasi Green Force.
Produktivitas gol Persebaya Surabaya menjadi sorotan utama, meski mereka berada di papan atas klasemen. Dari sepuluh pertandingan, Persebaya Surabaya baru mencetak sembilan gol, angka yang tergolong rendah untuk tim penghuni peringkat kedua.
Ironisnya, jumlah gol tersebut masih kalah dari Madura United yang berada di peringkat ke-17 dengan sepuluh gol. Hal ini menandakan Persebaya memiliki masalah besar di sektor serangan meski pertahanan mereka cukup solid.
Keberhasilan Persebaya Surabaya mengumpulkan 21 poin sejauh ini tak lepas dari disiplin lini belakang. Duet Slavko Damjanovic dan Kadek Raditya di jantung pertahanan menjadi kunci mereka menahan gempuran lawan.
Namun, Munster menyadari kekuatan pertahanan saja tidak cukup untuk bersaing di puncak klasemen. Kelemahan dalam penyelesaian akhir bisa menjadi bumerang saat menghadapi tim sekelas Persija Jakarta.
Persija datang ke Surabaya dengan modal kepercayaan diri tinggi. Tim besutan Carlos Pena saat ini menempati peringkat kelima dengan 18 poin, hanya terpaut tiga poin dari Persebaya Surabaya dan Borneo FC di puncak klasemen.
Kemenangan bagi Persija akan menjadi keuntungan besar karena bisa membawa mereka naik ke peringkat kedua, bahkan memimpin klasemen jika hasil lain mendukung. Hal ini menjadi motivasi tambahan bagi Persija untuk tampil maksimal.
Sementara itu, Munster menilai laga ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi lini serang Persebaya Surabaya. Ia berharap para pemain bisa menunjukkan kualitas lebih baik setelah dua minggu jeda internasional.
Dalam jeda tersebut, Persebaya Surabaya fokus pada latihan intensif untuk memperbaiki finishing. Munster berharap ada peningkatan signifikan di lini depan, yang selama ini menjadi kelemahan utama mereka.
Statistik menunjukkan Persebaya Surabaya sering kesulitan memaksimalkan peluang emas. Bahkan, dalam beberapa laga, mereka gagal mencetak gol meski mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang.
Di sisi lain, Persija memiliki lini serang yang lebih produktif dengan 15 gol dari sepuluh pertandingan. Nama-nama seperti Marko Simic dan Riko Simanjuntak menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Persebaya Surabaya.
Namun, Persebaya Surabaya memiliki rekor kandang yang cukup baik sejauh ini. Dukungan penuh dari Bonek di Gelora Bung Tomo diharapkan mampu memberikan semangat tambahan bagi para pemain.
Paul Munster juga harus memutar otak untuk mengatasi absennya beberapa pemain inti. Pemain seperti Malik Risaldi kemungkinan besar belum bisa bermain akibat cedera yang dialaminya.
Kehadiran pemain seperti Francisco Rivera dan Bruno Moreira akan sangat diandalkan untuk menciptakan peluang di lini tengah. Namun, konsistensi kedua pemain ini masih menjadi tanda tanya besar.
Di sisi lain, Persija memiliki kelemahan di sektor pertahanan yang bisa dimanfaatkan Persebaya Surabaya. Beberapa kali Macan Kemayoran terlihat rapuh saat menghadapi serangan balik cepat dari lawan.
Munster harus mampu menyusun strategi yang efektif untuk mengeksploitasi kelemahan tersebut. Selain itu, ia perlu memastikan para pemainnya tetap fokus dan tidak membuat kesalahan fatal.
Bagi Persebaya Surabaya, kemenangan atas Persija akan sangat penting untuk menjaga persaingan di papan atas. Mereka juga berpotensi merebut kembali posisi puncak jika Borneo FC gagal meraih poin penuh.
Namun, Munster menegaskan bahwa tekanan ini harus menjadi motivasi, bukan beban. Ia ingin para pemain bermain dengan tenang dan percaya diri meski menghadapi tekanan besar.
“Tidak masalah bagi kami. Fokus utama adalah pada Persebaya. Setiap pertandingan itu sulit, tetapi kami akan tetap fokus,” tegas Munster. Ia percaya dengan kerja keras dan dukungan dari Bonek, Persebaya Surabaya bisa meraih hasil maksimal melawan Persija.
Duel ini tidak hanya menjadi pertarungan taktik antara Munster dan Carlos Pena. Pertandingan ini juga akan menjadi ajang pembuktian kualitas individu pemain di kedua tim.
Nama-nama seperti Mohammed Rashid di Persebaya Surabaya dan Syahrian Abimanyu di Persija akan menjadi sorotan utama di lini tengah. Kedua pemain ini memiliki kemampuan mengatur serangan yang sangat baik.
Selain itu, perhatian juga tertuju pada Slavko Damjanovic yang menjadi benteng kukuh di pertahanan Persebaya Surabaya. Ia akan berduel sengit dengan Marko Simic yang terkenal sebagai predator di kotak penalti.
Dengan semua dinamika yang ada, laga ini diprediksi akan berjalan ketat dan penuh tensi. Kedua tim memiliki misi besar untuk menjaga posisi mereka di klasemen.
Bagi Bonek, laga melawan Persija selalu memiliki makna khusus. Rivalitas antara kedua tim menjadikan pertandingan ini sebagai salah satu duel paling ditunggu di Liga 1.
Sementara itu, Munster berharap kerja keras selama latihan akan membuahkan hasil positif. Ia yakin timnya mampu mengatasi tekanan dan menunjukkan kualitas terbaik di lapangan.
Hasil pertandingan ini akan sangat menentukan arah persaingan di papan atas Liga 1 musim ini. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang di Gelora Bung Tomo? Kita tunggu saja!