← Beranda
Persebaya Surabaya Rasa Portugal, Incar Dua Pemain Asing dengan Koneksi Flavio Silva dan Gilson Costa
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 14 November 2024 | 22.48 WIB
Flavio Silva (kiri) dan Gilson Costa menjadi duet Portugal di skuad Persebaya. Green Force berencana menambah pemain asal Portugal. (Media Persebaya)
 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya dikabarkan tengah membidik dua pemain asal Portugal untuk menambah kekuatan tim dalam mengarungi Liga 1 2024/2025.

Keputusan ini dinilai tepat mengingat Persebaya Surabaya memiliki pemain Portugal seperti Flavio Silva dan Gilson Costa yang sudah menjadi andalan Green Force.

Sukses mengamankan posisi papan atas di putaran pertama, Persebaya Surabaya sepertinya tak mau berhenti di situ. Mereka siap menghadirkan "rasa Portugal" lebih kental dengan mengincar dua nama yang punya potensi tinggi.

Salah satu pemain yang menjadi sorotan adalah Victor Hugo Encarnacao Freitas atau yang akrab disapa Barata. Barata, gelandang serang berusia 28 tahun asal Funchal, Portugal, saat ini bermain untuk Persibo Bojonegoro di Liga 2.

Barata baru bergabung dengan Persibo Bojonegoro pada 1 September 2024, dan langsung menunjukkan kualitasnya. Dari tujuh laga di Liga 2, ia berhasil mencetak satu gol dan dua assist, menjadikannya gelandang produktif yang patut diperhitungkan.

Sebelum bergabung di Liga Indonesia, Barata sudah malang-melintang di beberapa klub Eropa dan pernah bermain untuk klub Lebanon, Nejmeh SC. Keberhasilannya di liga Lebanon membawa Nejmeh SC meraih trofi juara pada 2023/2024, menunjukkan bahwa Barata memiliki mentalitas juara.

Dengan tinggi badan 1,79 meter dan dominasi kaki kanan, Barata diyakini bisa menjadi opsi kreatif di lini tengah Persebaya Surabaya.

Meski posisi gelandang serang sudah diisi Francisco Rivera dan Mohammed Rashid, performa mereka yang cenderung minim menit bermain membuka peluang bagi Barata untuk bersaing.

Pengalamannya yang matang dan gaya bermain yang adaptif membuatnya cocok mengisi kekosongan di lini tengah Green Force. Selain itu, kehadirannya akan memperkuat koneksi antar pemain Portugal di Persebaya Surabaya.

Pemain kedua yang menjadi incaran adalah Joaquim Manuel Welo Lupeta, atau lebih dikenal sebagai Jucie Lupeta. Pemain berusia 31 tahun ini lahir di Lourinha, Portugal, dan berposisi sebagai penyerang tengah.

Saat ini, Lupeta bermain untuk klub Bucheon FC 1995 di K League 2, liga divisi kedua di Korea Selatan.

Sejak bergabung pada 5 Juli 2023, Lupeta tampil memukau dengan torehan tujuh gol dan tiga assist dari 31 pertandingan. Statistik tersebut menandakan Lupeta sebagai penyerang yang produktif, membuatnya jadi incaran menarik bagi Persebaya Surabaya.

Dengan tinggi badan 1,88 meter dan kaki dominan kanan, Lupeta memiliki keunggulan dalam duel udara serta tembakan kuat. Kemampuan fisiknya akan menjadi senjata ampuh bagi lini serang Persebaya Surabaya jika ia bergabung.

Selain itu, rekam jejak Lupeta di tim junior Portugal U-17 hingga U-19 menunjukkan bahwa ia memiliki pengalaman di level internasional. Prestasi individu yang mengesankan membuat Lupeta menjadi incaran tim-tim besar, termasuk klub Iran, Tractor SC, yang juga sedang memonitor penyerang ini.

Namun, Persebaya Surabaya memiliki peluang yang lebih besar karena kontrak Lupeta dengan Bucheon FC akan berakhir pada Desember 2024. Jika berhasil, ia bisa langsung memperkuat Persebaya Surabaya di awal paruh kedua musim ini.

Kehadirannya diharapkan mampu menambah daya gedor lini depan dan menjadi tandem apik untuk Flavio Silva. Kombinasi dua pemain Portugal di lini serang ini bisa menjadi ancaman serius bagi pertahanan tim lawan.

Selain itu, dengan kualitasnya yang sudah terbukti, Lupeta diyakini mampu memberikan warna baru pada permainan Persebaya Surabaya.

Kehadiran dua pemain Portugal baru ini akan semakin menambah aroma Eropa di kubu Green Force. Dengan adanya Gilson Costa, Flavio Silva, dan kemungkinan kedatangan Barata dan Lupeta, Persebaya Surabaya bisa memiliki empat pemain asal Portugal.

Fakta ini akan menjadi fenomena menarik di Liga 1, menciptakan tim dengan sentuhan khas Eropa yang jarang terlihat di Indonesia.

Persebaya Surabaya sangat serius dalam menyusun kekuatan untuk bersaing di paruh kedua Liga 1 musim ini. Dengan tambahan amunisi yang segar, mereka berharap bisa semakin memperkuat posisi di klasemen dan meraih hasil yang memuaskan.

Antusiasme Bonek, suporter fanatik Persebaya Surabaya, tentu akan semakin tinggi jika Barata dan Lupeta benar-benar bergabung. Selain itu, koneksi antar pemain Portugal di lapangan diharapkan menciptakan chemistry yang solid.

Kehadiran dua pemain ini juga akan memberi Paul Munster, pelatih Persebaya Surabaya, lebih banyak opsi dalam mengotak-atik strategi menuju perebutan gelar Liga 1.

Pengalaman mereka bisa menjadi nilai tambah bagi kualitas liga dan menambah variasi gaya bermain di lapangan.

Jika benar terjadi, maka Persebaya Surabaya akan menjadi tim pertama di Liga 1 yang dipenuhi pemain Portugal. Ini tentu menarik dan bisa menjadi tren baru bagi klub-klub lain untuk mengeksplorasi bakat Eropa yang lebih luas.

Biodata kedua pemain ini, dari Barata yang memiliki pasar senilai Rp2,17 miliar hingga Lupeta yang bernilai Rp3,48 miliar, menunjukkan investasi signifikan yang dilakukan Persebaya Surabaya.

Dengan demikian, Green Force bisa menjadi kekuatan baru yang sulit ditaklukkan di Liga 1. Dengan kombinasi pengalaman, keterampilan, dan semangat Bonek di belakang mereka, tim ini siap menorehkan prestasi lebih tinggi.

Jika transfer ini terealisasi, Persebaya Surabaya tak hanya akan disegani di Indonesia tetapi juga bisa menciptakan gebrakan baru.

Kehadiran Barata dan Lupeta akan membawa harapan besar bagi Green Force untuk tampil lebih agresif dan kompetitif di setiap laga. Persebaya Surabaya rasa Portugal siap menyongsong paruh kedua dengan kekuatan yang lebih solid.

EDITOR: Edi Yulianto