JawaPos.com — Laga pekan keempat Liga 1 Indonesia 2024/2025 antara Persita Tangerang dan Persebaya Surabaya dipastikan akan berlangsung ketat pada Sabtu (14/9) malam. Duel ini dijadwalkan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, dengan kick-off mulai pukul 19.00 WIB.
Kedua tim yang tengah berada dalam performa apik ini akan saling menguji kekuatan demi meraih tiga poin krusial di awal musim.
Menariknya, pertandingan yang bakal disaksikan banyak mata ini akan dipimpin oleh sosok wasit yang tak asing lagi di kancah sepak bola Indonesia, Axel Febrian Sinaga berdasarkan data PT Liga Indonesia Baru (LIB).
Nama Axel Febrian Sinaga bukanlah wajah baru dalam dunia pengadilan lapangan di Indonesia, khususnya di Liga 2 Indonesia. Axel Febrian Sinaga kembali dipercaya untuk memimpin laga di Liga 1 Indonesia. Dia punya pengalaman yang cukup panjang di kompetisi sepak bola nasional.
Bagi Persebaya Surabaya dan Persita Tangerang, laga ini diprediksi menjadi ujian berat bagi kedua belah pihak. Sebagai dua tim yang belum terkalahkan di Liga 1 Indonesia 2024/2025, baik Pendekar Cisadane maupun Green Force pasti akan memberikan perlawanan sengit.
Persita Tangerang memiliki dua kemenangan dan satu hasil imbang di laga tandang, sementara Persebaya Surabaya juga meraih dua kemenangan dari laga kandang dan satu hasil seri di tandang.
Namun, di balik persaingan seru ini, sosok Axel Febrian Sinaga sebagai wasit utama tentunya akan menjadi sorotan. Mampukah dia menjaga tempo dan atmosfer pertandingan tetap adil dan sportif? Mari kita kenali lebih jauh siapa Axel Febrian Sinaga dan bagaimana rekam jejaknya di lapangan.
Nama Axel Febrian Sinaga mulai mencuat dalam dunia sepak bola nasional ketika dia kerap memimpin pertandingan di Liga 2 Indonesia. Sebagai wasit yang berkarier di kompetisi kasta kedua Indonesia, Axel Febrian Sinaga dikenal sebagai sosok tegas yang tak segan memberikan sanksi kepada pemain yang melanggar aturan.
Axel Febrian Sinaga telah memimpin total 14 pertandingan di Liga 2 Indonesia, termasuk play-off promosi dan playoff degradasi. Selama memimpin 14 laga tersebut, Axel Febrian Sinaga mengeluarkan total 80 kartu kuning, 2 kartu kuning kedua, 4 kartu merah langsung, dan memberikan 6 penalti.
Catatan ini menunjukkan bahwa Axel Febrian Sinaga adalah wasit yang sangat ketat dalam menegakkan aturan, terutama soal kedisiplinan di atas lapangan.
Di babak play-off promosi Liga 2 Indonesia, dia memimpin dua pertandingan dan mengeluarkan 12 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua, dan 1 kartu merah. Sedangkan di play-off degradasi, Axel Febrian Sinaga hanya memimpin satu pertandingan, namun tetap menunjukkan ketegasannya dengan 5 kartu kuning.
Pengalaman Axel Febrian Sinaga yang cukup panjang di Liga 2 Indonesia membuatnya layak mendapatkan kesempatan untuk naik level dan memimpin laga Liga 1 Indonesia. Namun, karier Axel Febrian Sinaga tidak selalu berjalan mulus. Dia pernah mendapat sorotan negatif ketika terlibat dalam insiden kontroversial yang membuatnya harus menerima sanksi dari PSSI.
Meski memiliki karier yang terbilang cukup baik, Axel Febrian Sinaga pernah mengalami masa sulit dalam kariernya sebagai wasit. Pada Desember 2023, Axel Febrian Sinaga menjadi salah satu dari beberapa wasit yang dijatuhi sanksi pembinaan oleh PSSI. Sanksi ini merupakan imbas dari beberapa kesalahan teknis yang terjadi saat Axel Febrian Sinaga memimpin pertandingan di Liga 2 Indonesia.
Axel Febrian Sinaga diberikan sanksi tak boleh memimpin pertandingan selama empat pekan setelah dinilai melakukan kesalahan saat memimpin laga antara FC Bekasi City melawan Nusantara United FC.
Dalam rilis PSSI, Axel Febrian Sinaga disebut sebagai salah satu dari lima wasit Liga 2 Indonesia yang mendapatkan sanksi pembinaan. Sanksi ini diberikan sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja wasit dalam menjalankan tugasnya di lapangan.
Selain Axel Febrian Sinaga, ada beberapa nama lain yang juga mendapat sanksi dari PSSI. Salah satu yang paling menonjol adalah Mahmud Ansyori, seorang asisten wasit di Liga 1 Indonesia yang memimpin laga Bhayangkara FC melawan Persija Jakarta.
Mahmud Ansyori mendapat sanksi lebih berat dengan masa pembinaan selama 8 pekan. Sedangkan di Liga 2 Indonesia, selain Axel Febrian Sinaga, ada Cahya Sugandi, Ahmad Maulana Rusnandi, Ridwan Pahala, dan Zetman Pangaribuan yang juga terkena sanksi.
Namun, sanksi ini tampaknya menjadi pelajaran berharga bagi Axel Febrian Sinaga. Setelah masa pembinaan berakhir, Axel Febrian Sinaga kembali memimpin pertandingan dengan lebih bijaksana. Dia tampaknya telah belajar dari kesalahannya dan kini bertekad untuk memperbaiki kinerjanya di setiap pertandingan yang dia pimpin.
Pertandingan Persita Tangerang melawan Persebaya Surabaya menjadi tantangan tersendiri bagi Axel Febrian Sinaga. Selain harus memimpin dua tim yang memiliki gaya permainan agresif, Axel Febrian Sinaga juga akan dihadapkan pada ekspektasi tinggi dari kedua suporter yang ingin timnya meraih kemenangan.
Persita Tangerang, yang kini dilatih oleh Fabio Lefundes, dikenal memiliki serangan yang cukup cepat dan terorganisir, terutama dengan kembalinya Bae Sin-yeong yang baru pulih dari cedera. Di sisi lain, Persebaya Surabaya di bawah asuhan Paul Munster juga bukan lawan yang mudah. Mereka memiliki komposisi pemain yang solid dan penuh motivasi untuk mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka di awal musim.
Selain itu, duel di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, menjadi sedikit lebih istimewa karena Persita Tangerang harus menjalani laga kandang di luar Tangerang, akibat renovasi di stadion mereka.
Kondisi ini tentu membuat tekanan bagi Persita Tangerang semakin besar, dan Axel Febrian Sinaga harus memastikan pertandingan tetap berjalan fair tanpa adanya keberpihakan.
Namun, dengan pengalaman dan catatan Axel Febrian Sinaga di Liga 2 Indonesia, dia diharapkan mampu mengelola pertandingan ini dengan baik. Tantangan terbesar Axel Febrian Sinaga adalah menjaga atmosfer pertandingan tetap kondusif, mengingat tensi tinggi yang mungkin terjadi antara kedua tim.
Sosok Axel Febrian Sinaga memang menjadi salah satu wasit yang menarik perhatian di laga Persita Tangerang melawan Persebaya Surabaya. Meski pernah mendapat sanksi dari PSSI, Axel Febrian Sinaga telah menunjukkan kemampuan dan ketegasan dalam memimpin pertandingan, terutama di Liga 2 Indonesia.
Dengan pengalamannya yang sudah cukup matang, Axel Febrian Sinaga diharapkan bisa memimpin laga Persita Tangerang vs Persebaya Surabaya dengan adil dan menjaga jalannya pertandingan tetap sportif.
Bagi kedua tim, laga ini adalah kesempatan untuk mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka di Liga 1 Indonesia musim ini. Sementara bagi Axel Febrian Sinaga, laga ini merupakan ujian apakah dia bisa menunjukkan bahwa dia layak memimpin laga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.