← Beranda
PSSI Buka Suara Soal 'Penonton Siluman' di Laga Timnas Indonesia vs Australia, Segera Investigasi Dugaan Keterlibatan Orang Dalam
Dimas Ramadhan WicaksanaRabu, 11 September 2024 | 23.59 WIB
Pesepak Bola Timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen berduel bola dengan pemain sepak bola Timnas Australia dalam pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/202

JawaPos.com - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga buka suara soal adanya 'penonton siluman' alias mereka yang masuk ke dalam area Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta tanpa tiket di tengah pertandingan. Federasi bakal mengusut dan menginvestigasi kasus tersebut.

Euforia Timnas Indonesia menahan imbang Australia 0-0 pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 memang sedikit ternodai. Itu karena terdapat 'penonton siluman' tadi malam.

Semua bermula saat para penggemar tak bertiket memaksa dan menerobos gerbang  ke area ring road. Mereka masuk dengan memanfaatlan celah saat petugas hendak masuk lewat gerbang B.

Tapi, petugas di gerbang tersebut tak mampu menahan masifnya suporter gelap tersebut. Mereka pun langsung menerobos masuk melalui zona tiga pintu 8-11. Petugas dan steward yang berjaga juga gagal mencegah para penonton siluman yang merangsek masuk. Mereka pun masuk ke area tribune.

Arya Sinulingga mengetahui masalah itu sejak malam beberapa lama setelah kejadian. PSSI pun bakal langsung menginvestigasi. "Kami sejak tadi malam sudah mengindetifikasi hal ini, dan kami sedang melakukan investigasi apakah ada 'orang dalam' atau siapapun yang melakukan hal ini," kata Arya dalam keterangan resminya.

Buntut kejadian tersebut, Arya mengatakan bahwa panitia pelaksana telah melakukan perombakan total terhadap manajemen keamanan untuk masuk ke dalam stadion. Itu dilakukan agar saat pertandingan kandang Indonesia berikutnya pada November bisa lebih baik.

"Itu yang sudah pasti. Perubahan total manajemen keamanan masuk ke stadion akan melibatkan pihak-pihak yang sudah profesional dalam melakukan crowd management," terang Arya.

"Hal ini akan dilakukan pada saat kita kembali jadi tuan rumah pada Bulan November," pungkas Arya Sinulingga.

EDITOR: Banu Adikara