← Beranda
Melelehnya Hati Orang Tua Sandrina Dukung Sang Buah Hati Terjun di Sepak Bola
Rizky Ahmad Fauzi• Minggu, 23 Juni 2024 | 01.44 WIB
Bandung menjadi kota kelima ajang turnamen MilkLife Soccer Challenge – Series 1.

Dari Mengarahkan ke Aktivitas Lain, Kini Dukung Penuh

JawaPos.com–Hati Susi Herawati begitu gusar ketika mengetahui anaknya, Sandrina Rachelia Suprapto, suka bermain futsal dan sepak bola.

”Kalau Sandrina main bola saya tidak setuju. Memang di sekolah ada ekskul futsal. Kalau saya coba mengarahkan ke yang lain dulu,” ungkap Susi.

Namun, semakin diarahkan ke kesibukan atau aktivitas lain, sang anak justru semakin getol bermain si kulit bundar. Motivasi Sandrina berbeda ketika diajak belajar dan bermain bola.

”Kalau belajar agak kurang, tapi kalau diajak main futsal dan sepak bola itu semangat,” tutur Susi.

Akhirnya Susi mencoba mengalah dan mengikuti kemauan buah hatinya itu. ”Sampai sekarang akhirnya Sandrina mau main di mana saya ikut menemani ya,” ucap Susi.

Seperti saat mengikuti Milklife Soccer Challenge Bandung Series 1 2024 di Progresif Sport Centre, Bandung. Di event yang berlangsung pada 20-23 Juni, Sandrina mewakili SDN 043 di kategori U-12. Sandrina mengaku ngeyel untuk bermain futsal karena senang menjalaninya.

”Saya senang ketemu banyak teman. Kalau posisi saya striker dan semangat untuk cetak gol,” ungkap Sandrina malu-malu.

Pada seri tersebut melibatkan 538 siswi dari 22 sekolah dasar (SD) di wilayah Bandung dan sekitarnya. Para peserta terbagi dalam dua kelompok usia. KU-10 dengan 15 tim dan KU-12 dengan 32 tim.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin menjelaskan, alasan Bandung dipilih sebagai salah satu kota penyelenggaraan lantaran kecintaan masyarakat Kota Bandung pada olahraga sepak bola. Sekaligus menjaring bibit-bibit baru sepak bola putri untuk masa depan.

”Kami berharap kegiatan ini membuat masyarakat Bandung semakin cinta sepak bola putri dan melahirkan bibit-bibit pesepak bola putri yang bisa berjuang bagi Indonesia di masa mendatang,” ujar Yoppy.

Dia menambahkan, upaya pembinaan sepak bola putri yang dilakukan telah berjalan selama lima sampai enam tahun sebelumnya. Pihaknya meyakini bahwa sepak bola putri akan bisa ke Piala Dunia lebih cepat dari yang diperkirakan.

”Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk MilkLife dan para praktisi sepak bola putri, kami yakin langkah menuju lolos ke Piala Dunia akan terwujud. Kami tidak main-main, ini akan berjenjang dan berkelanjutan,” sebut Yoppy.

Kepala Pelatih MilkLife Soccer Challenge Timo Scheunemann menuturkan, tantangan 1 on 1 mengasah kemampuan individu dalam menyerang, bertahan, dan mencetak gol, dan penalty shoot, melatih ketenangan mental pemain dalam situasi krusial.

Mantan pelatih Persiba Balikpapan itu membeberkan alasan ketertarikan menangani tim MSC karena ingin ada keadilan bagi seluruh putra-putri Indonesia terhadap sepak bola. Sehingga adanya kompetisi tersebut dapat mengakomodir seluruh putra-putri yang berminat di bidang sepak bola.

”Salah satu alasan saya masuk karena lihat PB Djarum itu sudah ada sejak 70-an dan terus ada kontribusi sampai sekarang, terus melakukan sesuatu untuk Indonesia sekarang,” ungkap Timo Scheunemann.

Bandung menjadi kota kelima ajang turnamen MilkLife Soccer Challenge – Series 1, setelah Kudus, Surabaya, Jakarta, dan Tangerang. Setelah Bandung, turnamen akan digelar di Semarang, Jogjakarta, dan Solo, dengan total penyelenggaraan di delapan kota sepanjang 2024 mencapai 18 kali.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah