JawaPos.com – Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan permintaan maaf atas kegagalan rencana FIFA Forward Enterprise (FFE) yang bertujuan membuka kompetisi premium, termasuk Piala Dunia, bagi investor swasta.
Dilansir dari laman Flashscore pada Minggu (18/10), Banyak yang beranggapan bahwa permintaan maaf tersebut belum memuaskan para kritikus yang menilai Infantino belum memberikan jawaban jelas mengenai rencana yang diumumkan pada akhir Juli lalu.
Kepala Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB), Bernd Neuendorf, mengatakan bahwa berbagai pertanyaan kritis telah diajukan dalam pertemuan tertutup Dewan FIFA di Zurich, tetapi belum mendapatkan jawaban yang memuaskan.
Debbie Hewitt, Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris sekaligus Wakil Presiden FIFA, mengungkapkan bahwa Infantino telah meminta maaf dengan penuh penyesalan pada awal pertemuan.
Meski demikian, Hewitt menegaskan bahwa belum ada perubahan dalam pandangannya karena sejumlah pertanyaan, termasuk permintaan dokumen terkait FFE, masih belum terjawab.
Rencana tersebut akhirnya ditinggalkan setelah mendapat penolakan dari sejumlah pihak, termasuk UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan CONCACAF.
Kontroversi FFE turut memengaruhi dukungan sejumlah asosiasi sepak bola Eropa terhadap Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA pada Maret mendatang.
Di tengah kritik tersebut, FIFA juga diperkirakan mengajukan rencana dana pengembangan senilai USD 6,35 miliar atau sekitar Rp106,3 triliun untuk empat tahun ke depan, dengan potensi pembayaran masing-masing USD 25 juta atau sekitar Rp418,3 miliar kepada 211 federasi anggota.
Batas waktu pengajuan kandidat dalam pemilihan tersebut ditetapkan pada 18 November, sementara Infantino belum menghadapi kandidat pesaing utama yang telah mengumumkan pencalonannya.