← Beranda
Prediksi Skor Aljazair vs Niger di Friendly Match 2026: The Desert Foxes Diunggulkan Menang
Andre Rizal Hanafi• Rabu, 7 Oktober 2026 | 03.26 WIB
Timnas Aljazair. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Aljazair akan menghadapi Niger dalam pertandingan persahabatan internasional pada Selasa (6/10/2026).

Duel kedua tim Afrika tersebut menjadi kesempatan bagi masing-masing negara untuk memperbaiki performa setelah sama-sama meraih hasil kurang memuaskan pada pertandingan sebelumnya.

Aljazair datang dengan modal kekalahan 0-2 dari Swiss. Sementara itu, Niger juga harus menelan kekalahan setelah takluk 0-1 dari Mauritania.

Baca Juga: Prediksi Skor Yordania vs Venezuela di Friendly Match 2026: Duel Ketat, Siapa yang Akan Menang?

Pertandingan Aljazair vs Niger diperkirakan berjalan menarik karena kedua tim memiliki kepentingan berbeda. Aljazair ingin segera kembali ke jalur kemenangan, sedangkan Niger berusaha memperbaiki produktivitas lini depannya yang masih menjadi persoalan.

Aljazair sebenarnya menunjukkan permainan yang cukup baik saat menghadapi Swiss. Mereka mampu menguasai 55 persen bola dan menciptakan delapan percobaan tembakan. Namun, hanya dua tendangan yang berhasil mengarah ke gawang.

Swiss justru tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Breel Embolo membawa Swiss unggul pada menit ke-10, sebelum Dan Ndoye menggandakan keunggulan pada awal babak kedua, tepatnya menit ke-46.

Baca Juga: Prediksi Skor India vs Uruguay: La Celeste Diunggulkan Menang Telak di Laga Persahabatan

Kekalahan tersebut membuat Aljazair harus segera melakukan evaluasi, terutama dalam penyelesaian akhir. Penguasaan bola yang lebih baik belum cukup apabila peluang yang tercipta tidak mampu dikonversi menjadi gol.

Meski begitu, catatan produktivitas Aljazair dalam beberapa pertandingan terakhir masih cukup menjanjikan. Dalam enam laga terakhir, mereka mampu mencetak 10 gol. Artinya, rata-rata Aljazair menghasilkan sekitar 1,67 gol setiap pertandingan.

Catatan tersebut menjadi salah satu alasan Aljazair lebih diunggulkan dalam pertandingan melawan Niger. Mereka memiliki kemampuan menciptakan peluang sekaligus pengalaman menghadapi lawan-lawan dari kawasan Afrika.

Di sisi lain, Niger datang dengan masalah yang lebih serius di lini depan. Kekalahan dari Mauritania memperpanjang catatan kurang produktif mereka.

Dalam pertandingan tersebut, Niger sebenarnya mampu menjaga permainan tetap berimbang hingga mendekati akhir pertandingan. Namun, gol Idrissa Thiam pada menit ke-90 membuat Niger harus pulang dengan tangan kosong.

Hasil tersebut juga menggambarkan persoalan Niger dalam urusan mencetak gol. Dari enam pertandingan terakhir, mereka hanya mampu menghasilkan empat gol. Pada periode yang sama, gawang Niger sudah kebobolan tujuh kali.

Perbandingan statistik itu membuat Aljazair memiliki keunggulan cukup jelas sebelum pertandingan dimulai. Produktivitas mereka lebih baik, sementara Niger masih mencari formula terbaik untuk meningkatkan daya gedor.

Meski demikian, laga persahabatan tidak selalu berjalan sesuai prediksi. Kedua pelatih memiliki peluang melakukan perubahan komposisi pemain, memberikan menit bermain kepada pemain yang sebelumnya jarang tampil, maupun mencoba strategi baru.

Karena itu, Aljazair tetap tidak bisa menganggap pertandingan ini sebagai laga yang mudah. Niger bisa saja memilih pendekatan bertahan dan mengandalkan serangan balik untuk mengurangi ruang yang dimiliki para pemain Aljazair.

Jika Aljazair mampu mencetak gol lebih awal, pertandingan kemungkinan akan menjadi lebih terbuka. Kondisi tersebut bisa memberikan ruang lebih besar bagi lini serang mereka untuk mencari gol berikutnya.

Sebaliknya, Niger perlu tampil disiplin sejak menit pertama. Kesalahan di area pertahanan dapat menjadi masalah besar karena Aljazair memiliki catatan mencetak gol yang lebih baik dalam beberapa pertandingan terakhir.

Pertemuan kedua negara juga memiliki sejarah yang cukup menguntungkan bagi Aljazair. Dalam pertemuan terakhir pada 12 Oktober 2021 di Kualifikasi Piala Dunia zona Afrika, Aljazair berhasil meraih kemenangan telak 4-0 atas Niger.

Saat itu, Aljazair tampil dominan dan mampu mencetak empat gol tanpa balas. Hasil tersebut tentu bisa menjadi tambahan kepercayaan diri bagi Aljazair menjelang pertemuan terbaru.

Namun, catatan head-to-head tidak bisa menjadi satu-satunya patokan. Situasi kedua tim saat ini sudah berbeda dan pertandingan persahabatan memberikan ruang bagi pelatih untuk melakukan eksperimen.

Aljazair kemungkinan akan berusaha menguasai pertandingan sejak awal. Dengan kualitas pemain dan catatan produktivitas yang lebih baik, mereka diprediksi mampu memberikan tekanan lebih besar kepada pertahanan Niger.

Niger kemungkinan memilih bermain lebih rapat dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik. Strategi tersebut bisa menjadi pilihan realistis mengingat produktivitas mereka masih berada di bawah Aljazair.

Pertandingan ini juga menjadi kesempatan bagi Aljazair untuk memperbaiki efektivitas setelah gagal mencetak gol ketika menghadapi Swiss. Jika penyelesaian akhir mereka lebih baik, peluang untuk meraih kemenangan cukup terbuka.

Sementara bagi Niger, mencetak gol akan menjadi salah satu target penting. Mereka membutuhkan respons setelah hanya menghasilkan empat gol dalam enam pertandingan terakhir.

Melihat performa kedua tim, Aljazair memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan kemenangan. Selain memiliki produktivitas yang lebih tinggi, mereka juga membawa modal positif dari pertemuan terakhir dengan Niger.

Meski begitu, Niger tetap berpotensi memberikan perlawanan apabila mampu menjaga organisasi pertahanan dengan baik sepanjang pertandingan.

Aljazair diperkirakan akan lebih banyak memegang kendali permainan dan menciptakan peluang. Niger harus bekerja keras untuk mempertahankan gawangnya dari tekanan sekaligus mencari celah melalui serangan balik.

Dengan mempertimbangkan performa terkini, produktivitas gol dan catatan pertemuan terakhir, Aljazair layak menjadi tim yang lebih diunggulkan.

Prediksi skor pertandingan Aljazair vs Niger adalah 2-0 untuk kemenangan Aljazair.

Dua gol tersebut diperkirakan cukup untuk mengantarkan Aljazair kembali meraih hasil positif, sementara Niger masih harus menunggu kesempatan lain untuk memperbaiki catatan produktivitasnya.

EDITOR: Banu Adikara