JawaPos.com - Manchester City kini menghadapi kemungkinan sanksi berat setelah dinyatakan melanggar 114 dari 115 aturan keuangan Liga Premier. Dua pakar hukum olahraga menilai hukuman yang tersedia dapat mencakup denda besar, pengurangan poin, hingga degradasi.
City awalnya didakwa pada Februari 2023 dalam kasus yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan finansial selama bertahun-tahun. Setelah putusan diumumkan, perhatian kini beralih pada bentuk hukuman yang mungkin dijatuhkan dan dampaknya terhadap klub.
Melansir Mirror, pengacara olahraga di Church Court Chambers, Yasin Patel, menjelaskan bahwa tim hukum City akan memiliki sejumlah opsi untuk menantang putusan tersebut.
Dia berkata: "Pengacara City sekarang akan menganalisis keputusan ini dan melihat opsi yang tersedia bagi mereka untuk mengajukan banding, yang mungkin termasuk pelanggaran prosedur, penafsiran hukum yang salah, dan kesalahan hukum - yang terpenting, mereka dapat menjamin banding."
Tiga potensi hukuman untuk Manchester City
Patel menyebut tiga bentuk hukuman utama yang dapat dipertimbangkan, yakni denda besar, pengurangan poin, dan degradasi.
"Sanksi dapat mencakup denda besar, pengurangan poin, degradasi, atau bahkan ketiganya. Dengan mempertimbangkan apakah gelar dan trofi harus dicabut, apakah klub lain telah kehilangan pendapatan dan peluang lebih lanjut karena kesalahan dan kerugian yang ditimbulkan oleh City, kami dapat dengan yakin mengatakan bahwa ini hanyalah bab pertama dari saga hukum panjang yang tidak akan berakhir dalam waktu dekat."
Sementara itu, Ian Hargreaves, mitra di firma hukum spesialis sengketa Quillon Law, juga menilai masih terdapat sejumlah kemungkinan terkait hukuman City.
Hargreaves mengatakan: "Putusan yang dirumorkan bukanlah akhir dari cerita, tetapi awal dari fase baru dalam apa yang telah menjadi salah satu pertempuran hukum yang paling banyak dipantau dalam olahraga global.
"Pertanyaan kunci yang muncul dari berita ini adalah sanksi apa yang dianggap proporsional oleh panel dan panduan apa yang dapat diambil dari kasus-kasus sebelumnya. Ada berbagai pilihan, dengan larangan transfer sebagai sanksi yang lebih ringan dan pengusiran dari liga sebagai konsekuensi terberat."
Selain tiga hukuman yang disebut Patel, Hargreaves menambahkan bahwa larangan transfer juga dapat menjadi salah satu opsi. Di sisi lain, pengusiran dari Liga Premier akan menjadi konsekuensi paling berat.
"Ada juga pertanyaan apakah keputusan panel dapat bertahan dalam banding yang sengit, dan atas dasar apa tantangan tersebut dapat diajukan. Banyak hal akan bergantung pada detail temuan dan penalaran panel, yang pasti akan diteliti secara cermat oleh kedua belah pihak."
"Hasilnya juga akan memiliki implikasi yang lebih luas terhadap keseimbangan kekuatan dalam sepak bola Eropa, meskipun klub-klub Premier League akan menunjukkan bahwa temuan ini berkaitan dengan perilaku di masa lalu dan bukan kerangka keuangan liga saat ini."
City selanjutnya akan kembali bertanding setelah jeda internasional, dengan Liverpool menjadi lawan pertama mereka. Pertandingan tersebut akan menjadi salah satu laga yang menarik perhatian, mengingat persaingan kedua klub dalam perebutan gelar Liga Premier selama satu dekade terakhir.
***