← Beranda
Real Madrid Dipermalukan Atletico Madrid, Mourinho Punya 5 Masalah yang Harus Dibenahi
Andre Rizal Hanafi• Minggu, 27 September 2026 | 14.45 WIB
Perjudian José Mourinho Berbuah Manis, Real Madrid Selamat dari Kejaran Elche / ig @realmadrid

 

JawaPos.com - Jose Mourinho kembali menghadapi pekerjaan besar di Real Madrid. Setelah 13 tahun meninggalkan Santiago Bernabeu, pelatih asal Portugal itu kini dituntut membawa Los Blancos kembali bersaing di papan atas sekaligus mengakhiri periode tanpa trofi.

Mourinho mendapat kontrak selama tiga tahun ketika kembali ke Real Madrid pada musim panas 2026. Namun, baru tujuh pertandingan La Liga musim ini, sejumlah persoalan mulai terlihat.

Kekalahan dari Atletico Madrid dalam derby terbaru menjadi salah satu tanda bahwa Real Madrid masih membutuhkan banyak perbaikan. Hasil tersebut membuat Los Blancos berada di posisi keempat klasemen, tertinggal enam poin dari Barcelona yang berada di puncak.

Baca Juga: Prediksi Skor Jerman vs Yunani di UEFA Nations League: Jurgen Klopp Ukir Kemenangan Perdana

Barcelona sejauh ini tampil sempurna dengan memenangkan seluruh tujuh pertandingan. Mereka juga sudah mencetak 31 gol, dengan Raphinha menjadi salah satu pemain paling produktif setelah mengoleksi 12 gol.

Mourinho kini memiliki waktu selama jeda internasional untuk mengevaluasi timnya. Real Madrid baru akan kembali bertanding pada 10 Oktober ketika menjamu Villarreal, sebelum menghadapi Barcelona dua pekan kemudian.

Salah satu persoalan yang harus dibenahi adalah permainan di lini tengah. Saat menghadapi Atletico, Mourinho memasang Aurelien Tchouameni bersama Federico Valverde, sedangkan Jude Bellingham bermain lebih ke depan.

Baca Juga: Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang

Komposisi tersebut memberikan energi dan perlindungan di lini tengah, tetapi Real Madrid kesulitan mengontrol tempo pertandingan. Mereka juga tidak banyak menciptakan peluang dari area yang lebih dalam.

Bernardo Silva baru masuk pada delapan menit terakhir, ketika Real Madrid sudah berada dalam situasi mengejar ketertinggalan. Arda Guler juga bisa menjadi opsi untuk memberikan tambahan kreativitas.

Selain lini tengah, Mourinho juga perlu menemukan formula terbaik untuk memaksimalkan Kylian Mbappe, Vinicius Jr dan Bellingham.

Ketiganya memiliki kualitas individu untuk menentukan pertandingan. Namun, ketiga pemain tersebut harus bisa saling melengkapi agar tidak justru mengurangi ruang satu sama lain.

Dalam pertandingan melawan Atletico, Mbappe kesulitan mendapatkan bola dan tidak banyak memberikan ancaman. Vinicius juga ditarik keluar setelah Dean Huijsen mendapat kartu merah pada awal babak kedua.

Mourinho masih memiliki alternatif lain dalam diri Carlos Espi. Pemain berusia 21 tahun itu langsung memberikan dampak setelah mencetak gol kemenangan pada menit ke-90 dalam debutnya di liga melawan Espanyol.

Baca Juga: Prediksi Skor Latvia vs Siprus di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Stadions Skonto

Espi kembali menjadi penentu saat mencetak gol pada masa tambahan waktu ketika Real Madrid menghadapi Elche. Catatan tersebut membuatnya layak mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain.

Masalah berikutnya adalah transisi bertahan. Atletico beberapa kali mampu menemukan ruang di sekitar lini tengah dan melancarkan serangan cepat setelah Real Madrid kehilangan bola.

Situasi ini perlu menjadi perhatian Mourinho, terutama jika ia tetap ingin timnya bermain agresif dan menekan lawan. Tchouameni dan Valverde harus mampu memberikan perlindungan ketika pemain lain maju membantu serangan.

Baca Juga: Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah

Thibaut Courtois juga kembali menunjukkan peran pentingnya dengan melakukan sejumlah penyelamatan. Namun, Mourinho tentu tidak ingin Real Madrid terlalu sering bergantung pada aksi sang kiper.

Jeda internasional menjadi kesempatan bagi Mourinho untuk mencari solusi. Setelah menghadapi Villarreal, Real Madrid akan menjalani pertandingan besar melawan Barcelona yang berpotensi menjadi ujian penting bagi perkembangan tim.

EDITOR: Banu Adikara