← Beranda
Noel Gallagher Kaget Manchester City Dinyatakan Bersalah, Tapi Tetap Bela Gol Sergio Aguero
Andre Rizal Hanafi• Minggu, 27 September 2026 | 14.31 WIB
Pentolan band asal Inggris Oasis, Noel Gallagher bersama eks pelatih Manchester City, Pep Guardiola. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Noel Gallagher mengaku terkejut setelah Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan terkait dugaan pelanggaran aturan Premier League.

Gitaris Oasis sekaligus penggemar berat Manchester City tersebut mengakui keputusan itu bisa membuat sejumlah pencapaian klub dipertanyakan kembali.

Salah satu yang ikut menjadi sorotan adalah gol dramatis Sergio Aguero saat menghadapi Queens Park Rangers pada laga terakhir Premier League musim 2011/12.

Baca Juga: Oasis Tambah 2 Jadwal Konser di Knebworth, Tur 2027 Bakal Digelar di 9 Negara

Gol Aguero pada menit-menit akhir pertandingan tersebut menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Manchester City.

Gol itu memastikan kemenangan 3-2 sekaligus membawa The Citizens meraih gelar Premier League pertama mereka di era modern.

Namun, setelah Manchester City dinyatakan bersalah dalam proses investigasi terkait dugaan pelanggaran aturan finansial, muncul pertanyaan mengenai bagaimana pencapaian klub pada periode tersebut akan dipandang.

Baca Juga: Manchester City Punya Database 650 Ribu Pemain, Begini Cara Mereka Berburu Talenta Baru

Gallagher menjadi salah satu pihak yang memberikan tanggapannya. Berbicara dalam podcast Let Me Talk, pria berusia 59 tahun itu mengaku sempat kaget ketika mendengar kabar mengenai hasil pemeriksaan tersebut.

"Saya sedikit terkejut ketika mendengarnya di radio. Terkejut karena klub selama ini meyakinkan kami bahwa mereka dengan tegas membantah semua dakwaan tersebut," ujar Gallagher.

Ia mengaku kecewa dengan situasi yang dihadapi klub kesayangannya. Menurut Gallagher, persoalan tersebut juga membuat dirinya merasa sedih karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan klub, tetapi juga pemain dan suporter.

Meski demikian, Gallagher tetap mempertahankan pandangannya mengenai apa yang terjadi di atas lapangan. Ia menilai para pemain Manchester City tetap menjalankan tugas mereka dan memenangkan pertandingan yang mereka jalani.

"Fokus kami sebagai suporter selalu pada pertandingan. Kami tahu apa yang kami lihat. Mereka memenangkannya di lapangan," katanya.

Pernyataan tersebut juga berkaitan dengan gol Aguero ke gawang QPR. Saat itu, Manchester City sempat tertinggal 1-2 hingga memasuki masa injury time sebelum Edin Dzeko menyamakan kedudukan.

Baca Juga: Kabar Putusan Dugaan Pelanggaran Finansial Mencuat, Manchester City Terancam Sanksi Premier League!

Beberapa saat kemudian, Aguero mencetak gol kemenangan yang hingga kini dikenal sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan Manchester City.

Gallagher mengakui bahwa keputusan terbaru tersebut mungkin membuat pencapaian City dipandang berbeda oleh suporter klub lain. Namun, pengalaman yang ia rasakan sebagai pendukung tetap tidak berubah.

"Apakah itu membuatnya ternoda? Saya rasa di mata orang lain di Inggris, mungkin iya. Tapi saya tahu apa yang saya lihat dan saya tahu apa yang saya rasakan," ujarnya.

Dakwaan terhadap Manchester City berkaitan dengan periode 2009 hingga 2018. Pada rentang tersebut, klub meraih tiga gelar Premier League, dua Piala FA, empat Piala Liga Inggris, dan satu Community Shield.

Baca Juga: Rodri Percaya Manchester City Tidak Bersalah, Kaitkan dengan Kasus UEFA pada 2020

Manchester City masih menghadapi proses lanjutan terkait sanksi. Hukuman yang akan dijatuhkan belum ditentukan, sementara klub juga telah menegaskan bahwa mereka tetap menghormati proses hukum dan mempertahankan sikap yang sebelumnya telah disampaikan.

Salah satu kemungkinan hukuman yang disebut adalah pengurangan poin. Sementara itu, keputusan mengenai dampak terhadap gelar-gelar yang diraih pada masa lalu masih menjadi bagian dari persoalan yang harus ditentukan melalui proses selanjutnya.

Bagi Gallagher, apa pun keputusan yang nantinya muncul, momen yang ia saksikan di Stadion Etihad pada 2012 tetap menjadi bagian dari pengalaman sebagai suporter Manchester City.

EDITOR: Banu Adikara