JawaPos.com - Roberto Mancini kembali memimpin Timnas Italia dengan misi besar setelah meninggalkan tim pada 2023.
Pelatih berusia 61 tahun itu berharap dapat merebut kembali hati para suporter yang masih kecewa setelah keputusannya meninggalkan Gli Azzurri tiga tahun lalu.
Mancini kembali ditunjuk sebagai pelatih Italia pada Juli 2026. Mancini mendapat tugas untuk membangkitkan tim yang tengah berada di situasi sulit setelah gagal lolos ke Piala Dunia untuk tiga kali berturut-turut. Sebelumnya, Mancini berhasil membawa Italia menjuarai Euro 2020 yang digelar pada 2021. Namun, Mancini tiba-tiba mengundurkan diri sebagai pelatih pada Agustus 2023. Dua pekan kemudian, Mancini dilaporkan mengambil alih posisi pelatih Timnas Arab Saudi.
Keputusan itu membuat sebagian suporter Italia merasa kecewa. Mancini pun mengakui bahwa keberhasilan membawa Italia menjadi juara Eropa tidak bisa dijadikan alasan untuk menghapus kekecewaan itu. “Saya tidak merasa diuntungkan [oleh trofi itu] karena hal itu sudah berlalu, itu tidak ada artinya lagi,” ujar Mancini dikutip dari ESPN.
Baca Juga: Tinggal Hitungan Hari, 3 Pemain Belum Gabung Timnas Indonesia Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
Menurut Mancini, suporter memiliki alasan untuk merasa kecewa jika mereka merasa dikhianati. “Saya pikir ketika seorang penggemar merasa dikhianati, dia berhak kecewa dan Anda harus menerimanya. Untuk memenangkan mereka kembali, kami harus melakukan berbagai hal dengan baik dan membawa tim nasional kembali ke tempat yang seharusnya. Dengan begitu, semuanya akan membaik,” kata Mancini.
Pertandingan pertama Mancini usai kembali menangani Italia akan berlangsung di UEFA Nations League. Gli Azzurri dijadwalkan menghadapi Belgia di kandang pada Sabut (26/9), lalu bertemu Turki tiga hari berselang. Italia selanjutnya akan menghadapi Prancis pada 3 Oktober sebelum kembali berjumpa Turki pada 6 Oktober untuk mengamankan posisi utama di Grup A.
Roberto Mancini telah memanggil 34 pemain, termasuk beberapa anggota tim yang menjadi bagian dari keberhasilan menjuarai Euro 2020, serta delapan pemain yang berpeluang mencatatkan debut internasional. Namun, dua pemain berpengalaman sudah lebih dahulu mundur dari skuad. Federico Dimarco dan Bryan Cristante digantikan oleh Matteo Ruggeri serta Samuele Ricci.
Baca Juga: Prediksi Skor AC Milan vs Lecce di Liga Italia: Rossoneri Menang Telak Hadapi Tim Tamu
Mancini menilai kehadiran pemain muda penting untuk membangun fondasi tim dalam jangka panjang. “Saya pikir penting untuk memiliki pemain-pemain muda agar kami bisa mengenal mereka secara langsung. Itu yang paling penting untuk memiliki skuad yang sangat kuat di masa depan. Kami harus cepat memahami siapa saja pemain yang bisa bersama kami dalam empat tahun ke depan,” ujar Mancini.
Mancini juga telah menentukan gaya bermain yang ingin diterapkan. “Saya ingin tim yang mendominasi, bermain dengan baik, tim yang selalu memberikan kemampuan maksimal. Anda tentu tidak selalu bisa menang, tetapi kami akan mencoba memulainya dari sana. Begitulah cara Anda meraih kemenangan. Kami semua sangat positif,” katanya.
Pelatih kelahiran Jesi itu berharap pemain senior dapat membantu para pemain muda beradaptasi dengan lingkungan tim nasional. Menurut Mancini, pemain muda cenderung mampu melakukan sesuatu di lapangan tanpa terlalu banyak berpikir sehingga dapat menjadi energi tambahan bagi Italia. “Mereka bisa melakukan sesuatu di lapangan yang ketika Anda lebih tua tidak lagi Anda lakukan karena terlalu banyak berpikir,” tutur Mancini.
Keberadaan pemain muda juga memberikan keuntungan lain. Mereka tidak terlibat langsung dalam kegagalan Italia di babak kualifikasi Piala Dunia sehingga tidak memiliki beban psikologis yang sama dengan sejumlah pemain senior. “Ada banyak pemain muda yang sebelumnya tidak berada di sana dan sekarang berada di sini untuk pertama kalinya. Mereka sangat senang berada di sini dan ingin memberikan segalanya untuk tim nasional," ujar Mancini.
Mancini optimistis generasi baru itu dapat membantu Italia kembali ke jalur yang seharusnya. “Saya tahu kami akan membawa sesuatu pulang dalam empat tahun ke depan. Saya yakin akan hal itu karena saya tahu sesuatu tentang para pemain sepak bola. Saya melihat mereka memiliki talenta dan mereka hanya perlu diberi kesempatan untuk bermain,” katanya.
UEFA Nations League menjadi langkah awal bagi Roberto Mancini untuk membangun kembali Italia. Babak final kompetisi itu akan berlangsung pada Juni 2027. Setelah Nations League, Mancini lanjut menukangi Timnas Italia untuk Euro 2028. Jika berjalan mulus, Italia akan bertarung dalam laga final Euro 2028 di Wembley. Stadion itu memiliki kenangan khusus bagi Mancini dan Italia karena menjadi lokasi kemenangan mereka atas Inggris pada final Euro 2020 pada 2021.