JawaPos.com - Kylian Mbappe pilih tidak mengutarakan kritiknya terhadap wasit Miguel Angel Ortiz Arias setelah Real Madrid menelan kekalahan 1-2 dari Atletico Madrid dalam laga derby.
Meski mengakui sang pengadil membuat sejumlah kesalahan, Mbappe menilai wasit tetap manusia yang bisa melakukan kekeliruan.
Real Madrid harus menerima kekalahan 1-2 dari Atletico Madrid di Metropolitano pada Minggu (22/9). Hasil itu menjadi kekalahan kedua Real Madrid di La Liga musim ini setelah sebelumnya takluk 0-1 dari Real Betis pada 5 September. Kekalahan dalam Derby Madrid membuat Los Blancos tertinggal enam poin dari Barcelona yang berada di puncak klasemen sementara La Liga dengan tujuh pertandingan.
Tekanan terhadap Jose Mourinho pun mulai meningkat pada awal periode keduanya sebagai pelatih Real Madrid. Terlebih, Los Blancos dijadwalkan menghadapi Barcelona dalam laga El Clasico di Camp Nou pada 26 Oktober. Dalam laga Derby Madrid, Mourinho menilai Ortiz Arias seharusnya mengeluarkan dua kartu merah akibat pelanggaran keras yang dilakukan Kang-in Lee dan Cristian Romero pada babak pertama.
Baca Juga: Atletico Madrid Menangi Derby Madrid setelah Tekuk Real Madrid 2-1
Mourinho bahkan membawa foto-foto kedua insiden itu ke ruang konferensi pers dan menyampaikan kritik panjang terhadap Ortiz Arias dan wasit VAR Daniel Trujillo Suarez. Romero mendapat kartu kuning karena menginjak lutut Jude Bellingham. Keputusan ini diambil setelah pemeriksaan VAR, padahal awalnya justru Bellingham yang diberi kartu kuning. Smentara itu, Lee lolos dari hukuman meskipun mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mengenai pergelangan kaki Federico Valverde.
Mbappe sendiri enggan mengikuti langkah Mourinho untuk mengkritik kepemimpinan wasit. “Saya rasa saya tidak pernah menjadi pemain yang banyak membicarakan wasit. Saya tidak akan memulainya sekarang. Saya punya pemikiran sendiri, tetapi saya akan menyimpannya untuk diri sendiri. Wasit adalah manusia, mereka bisa melakukan kesalahan dan itu adalah kesalahan, tetapi saya tidak ingin membahasnya,” ujar Mbappe kepada Diario AS.
Dalam pertandingan itu, Atletico Madrid lebih dulu unggul pada babak kedua setelah mendapatkan penalti. Alejandro Grimaldo sukses menjalankan tugasnya mengeksekusi hadiah setelah Dean Huijsen mendapat kartu merah. Jonathan David lalu menggandakan keunggulan Atletico Madrid sebelum Antonio Rudiger mencetak gol balasan untuk Real Madrid pada menit ke-89. Sayangnya, gol itu tidak cukup untuk menyelamatkan Los Blancos dari kekalahan.
Baca Juga: Julián Álvarez Siap Menjadi Ancaman Atlético Madrid dalam Derbi Melawan Real Madrid
Atletico Madrid lalu ikut merespons aksi Mourinho. Pada Senin (21/9), klub itu mengunggah tiga postingan di X (dulu Twitter) yang bernada mengejek sang pelatih Real Madrid karena membawa lembaran foto ke konferensi pers. Salah satu unggahan menampilkan video printer yang sedang mencetak selembar kertas dengan foto Mourinho. Di bawahnya terdapat tulisan, “Hentikan pelecehan terhadap wasit sekarang.”
Mbappe sendiri menilai kekalahan itu merupakan sebuah kemunduran. “Ini adalah sebuah langkah mundur. Sangat sulit, kami ingin menang dan kami tahu pertandingan seperti apa yang akan kami hadapi. Namun, tim telah memberikan segalanya dan kami terus maju karena perjalanan musim ini masih panjang. Kami harus tetap berada di jalur yang benar. Kami harus bekerja dan melakukan lebih banyak hal. Kami harus terus bekerja keras,” kata Mbappe.
Kylian Mbappe akan memperkuat skuad Timnas Prancis di Nations League. Les Bleus saat ini dilatih Zinedine Zidane yang menggantikan Didier Deschamps usai Piala Dunia 2026. Penunjukan Zidane memiliki makna tersendiri bagi Mbappe karena Zidane merupakan salah satu idola masa kecilnya.
“Ini adalah era baru dengan pelatih baru. Nations League akan datang dengan empat pertandingan untuk melihat bagaimana semuanya berjalan. Ini akan menjadi pengalaman baru bagi semua orang karena kami [sebelumnya] hanya mengenal Deschamps," ujar Mbappe.
“Zidane adalah orang pertama yang menjemput saya dan membawa saya ke Real Madrid, ke tempat latihan, ketika saya berusia 13 atau 14 tahun. Itu sudah lama sekali. Dan sekarang dia menjadi pelatih tim nasional saya. Ini seperti sesuatu yang keluar dari film, tetapi luar biasa. Kami berada dalam proses baru bersama Prancis. Kami memiliki dua tahun untuk mempersiapkan diri menuju Euro,” kata Mbappe.
Baca Juga: Mourinho Tolak Bandingkan Real Madrid dengan Barcelona, Jelang Hadapi Atletico di LaLiga
Sementara itu, Mbappe percaya diri dengan peluang memenangkan Ballon d'Or 2026 setelah memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia 2026. Namun, Mbappe tidak lagi ingin terlalu banyak membahas peluang itu dan memilih menunggu hasil akhir.
“Saya rasa saya sudah mengatakan semua yang perlu dikatakan mengenai hal itu. Orang-orang tidak senang ketika saya terlalu banyak membicarakannya, tetapi begitulah adanya. Saya merasa tenang karena sudah melakukan semua yang saya bisa. Sekarang, saya hanya perlu menunggu,” kata Mbappe.