JawaPos.com – Davide Ancelotti mengawali kariernya sebagai pelatih kepala dengan mengesankan setelah membawa Lille memimpin klasemen Ligue 1 pada awal musim.
Dilansir dari laman Bein Sports pada Rabu (16/9), Putra Carlo Ancelotti tersebut berhasil mengantarkan Lille meraih 10 poin dari empat pertandingan, termasuk tiga kemenangan dan satu hasil imbang.
Pencapaian itu menjadi awal yang menjanjikan bagi Davide setelah sebelumnya bertahun-tahun menjadi asisten ayahnya di Real Madrid dan tim nasional Brasil.
Lille sempat menghadapi tantangan ketika berhadapan dengan Paris Saint-Germain dan kehilangan keunggulan dua gol hingga pertandingan berakhir imbang setelah lawan mencetak dua gol pada waktu tambahan.
Di Liga Champions, Lille juga mengalami kekalahan dari Real Betis setelah Ethan Mbappé, adik Kylian Mbappé, mendapat kartu merah pada awal pertandingan.
Davide tetap memberikan kepercayaan kepada Ethan dan keputusan tersebut mendapat respons positif setelah sang pemain mencetak gol ketika Lille menghadapi Troyes.
Kepemimpinan Davide mendapat perhatian dari media Prancis dan para pemain Lille karena dinilai mampu menjaga ketenangan serta membangun kepercayaan diri dalam situasi sulit.
Pelatih berusia 36 tahun itu juga menggunakan referensi mitologi Yunani, yaitu kumpulan cerita tentang dewa dan pahlawan dalam kebudayaan Yunani kuno, sebagai salah satu cara untuk memotivasi para pemainnya.
Dengan awal musim yang positif tersebut, Davide Ancelotti mulai membangun identitasnya sebagai pelatih sekaligus menapaki karier yang berbeda dari perjalanan kepelatihan ayahnya.
***