← Beranda
Clearlake Capital Kuasai Saham Chelsea, Todd Boehly Resmi Mundur dari Jabatan Presiden
Aprillia JPKamis, 17 September 2026 | 23.58 WIB
Todd Boehly resmi jual saham Chelsea dan tinggalkan jabatan presiden klub. (Situs Chelsea).

 

JawaPos.com -  Struktur kepemilikan Chelsea mengalami perubahan besar setelah Todd Boehly dan Mark Walter menjual saham mereka di klub. Langkah itu membuat Clearlake Capital saat ini memegang kendali penuh.

Boehly yang menjadi wajah utama konsorsium saat mengambil alih Chelsea dari Roman Abramovich pada 2022, menjual 12,9 persen sahamnya. Sementara itu, Walter melepas 12,8 persen kepemilikannya.

Hansjorg Wyss yang sebelumnya menjadi bagian dari kelompok Boehly, juga memindahkan 12,8 persen sahamnya ke dalam dana milik Clearlake. Dengan perubahan itu, perusahaan ekuitas swasta itu resmi mengambil kendali penuh atas Chelsea. Perubahan kepemilikan turut membuat Boehly meninggalkan posisinya sebagai Presiden Chelsea dengan segera. Walter dan direktur Jonathan Goldstein juga mengundurkan diri dari jajaran dewan direksi.

Baca Juga: Kehilangan Poin Lagi, Xabi Alonso Kritik Pertahanan Chelsea yang Rapuh

Chelsea tidak memiliki rencana untuk menunjuk pengganti Boehly sebagai Presiden. Padahal, posisi itu sebelumnya dijadwalkan beralih kepada Clearlake pada akhir musim ini. Meski struktur kepemilikan berubah, Chelsea menyatakan tidak ada perubahan terhadap strategi maupun operasional klub. Pengambilan keputusan saat ini sepenuhnya berada di tangan Behdad Eghbali dan Jose E Feliciano selaku pemilik bersama yang mengelola dana Clearlake.

Selama empat tahun di Chelsea, Boehly sempat mengambil peran sebagai direktur olahraga interim. Namun, Boehly kemudian mundur dari keterlibatan langsung dalam aktivitas operasional sehari-hari klub. Boehly menyampaikan salam perpisahan setelah meninggalkan jabatannya di klub.

Baca Juga: Joao Pedro Selamatkan Chelsea dengan Hasil Imbang 2-2 dari Hull City Usai Sempat Tertinggal

“Merupakan sebuah kehormatan bagi saya untuk menjabat sebagai Presiden Chelsea Football Club. Saya ingin berterima kasih kepada banyak pihak yang membantu memastikan masa depan cerah bagi klub, termasuk Premier League, para pelatih dan pemain, jajaran pimpinan serta staf berbakat Chelsea, dan para pendukung yang berdedikasi,” kata Boehly dikutip dari situs resmi klub.

“Saya menghargai kemitraan saya dengan Clearlake dan kelompok pemilik yang lebih luas, serta keputusan bersama dan investasi yang telah kami lakukan untuk mendukung kesuksesan klub dalam jangka pendek maupun panjang. Saya yakin Chelsea berada dalam posisi yang baik untuk meraih kesuksesan berkelanjutan di bawah kepemimpinan Clearlake,” lanjutnya.

Belum ada pengumuman resmi mengenai nilai transaksi saham yang dilepas Boehly dan Walter. Namun, menurut laporan Telegraph Sport nilai keduanya ditaksir mencapai lebih dari GBP 5 miliar (sekitar Rp 119 triliun). Konsorsium yang terdiri atas Boehly, Walter, dan Clearlake membeli Chelsea dari Abramovich dengan nilai GBP 2,5 miliar (sekitar Rp 59 triliun) pada 2022. Kesepakatan tersebut juga mencakup komitmen investasi tambahan sebesar GBP 1,75 miliar (sekitar Rp 41 triliun) untuk klub.

Baca Juga: Joao Pedro Raih Penghargaan Pemain Terbaik Premier League Usai Tampil Gemilang Bersama Chelsea

Dalam struktur kepemilikan awal, Clearlake menjadi pemegang saham mayoritas dengan 61,5 persen saham. Sementara 38,5 persen sisanya dibagi rata antara Walter, Boehly, dan Wyss. Perubahan terbaru membuat Clearlake menguasai seluruh kepemilikan Chelsea, sekaligus mengakhiri keterlibatan Boehly dan Walter dalam struktur kepemilikan klub.

Namun, kepergian Boehly dan Walter dari struktur kepemilikan tidak akan memengaruhi posisi Xabi Alonso sebagai pelatih Chelsea. Pelatih asal Spanyol itu tetap mendapat mandat untuk membawa Chelsea secara konsisten bersaing dalam perebutan trofi domestik dan Eropa. Chelsea juga menargetkan persaingan di Liga Champions. “Tidak akan ada perubahan pada operasional sehari-hari, kepemimpinan, ataupun strategi klub,” tulis pernyataan resmi Chelsea.

EDITOR: Banu Adikara