JawaPos.com - José Mourinho tidak menutupi bahwa Real Madrid sedang mengambil perjudian besar ketika menghadapi Elche. Dalam situasi unggul 2-0 tetapi kemudian kehilangan kendali, pelatih asal Portugal itu memilih menumpuk pemain ofensif demi mengejar kemenangan.
Keputusan tersebut akhirnya berbuah manis. Carlos Espí mencetak gol penentu pada menit ke-91 dan membawa Madrid pulang dengan kemenangan 3-2 dalam pertandingan LaLiga yang berlangsung dramatis, Selasa.
Madrid sebenarnya sudah berada dalam posisi nyaman setelah unggul dua gol di babak pertama. Tendangan bebas Arda Güler berujung gol bunuh diri kiper Matías Dituro, sebelum Kylian Mbappé menggandakan keunggulan lewat umpan silang Yan Diomande.
Namun, keunggulan tersebut perlahan menghilang setelah Elche bangkit pada babak kedua. Dua gol tuan rumah membuat skor kembali imbang dan Madrid berada dalam situasi yang jauh lebih sulit.
Mourinho Pertaruhkan Enam Pemain Menyerang
Melansir ESPN, dalam kondisi tersebut, Mourinho mengambil keputusan berani. Ia memasukkan Espí dan Endrick, sehingga Madrid memiliki enam pemain dengan karakter menyerang di lapangan.
Mbappé, Jude Bellingham, Yan Diomande, Brahim Díaz, Espí, dan Endrick menjadi bagian dari perjudian tersebut.
Risiko itu sangat besar karena Madrid bisa saja kehilangan satu poin, tetapi Mourinho merasa hasil imbang bukanlah pilihan yang cukup.
"Dengan perubahan di menit-menit akhir, saya mempertaruhkan segalanya," kata Mourinho dalam konferensi pers pasca pertandingan.
"Kami menang, tetapi kami bisa saja kalah. Kami harus melakukannya, karena hasil imbang tidak cukup."
Keputusan tersebut kemudian menghasilkan momen penentu. Bellingham membawa bola melewati beberapa pemain sebelum mengirimkannya kepada Mbappé. Sang penyerang kemudian memberikan umpan silang yang diselesaikan Espí untuk mengubah skor menjadi 3-2.
Bagi Espí, gol tersebut kembali memperlihatkan kemampuannya menjadi pembeda di menit-menit akhir. Ia sebelumnya juga mencetak gol penentu saat Madrid menghadapi Espanyol.
"[Espí] bermain bagus, memberikan kontribusi penting bagi tim," kata Mourinho. "Dia memiliki masalah di depannya, yaitu pemain yang bukan pemain biasa [Mbappé], dan bermain dengan keduanya secara bersamaan bukanlah hal yang mudah."
Mourinho Soroti Masalah Madrid
Meski puas dengan kemenangan, Mourinho tidak mengabaikan persoalan yang muncul setelah Madrid kehilangan keunggulan dua gol.
Menurutnya, Los Blancos memiliki sejumlah kesempatan untuk mengakhiri pertandingan lebih cepat, tetapi gagal memanfaatkannya.
"Dalam pertandingan yang tampaknya sudah selesai, kami memiliki tiga, empat, lima kesempatan untuk mengakhirinya, dan kami gagal," kata pelatih itu.
"Kami tidak mencetak gol, kami tidak menyelesaikannya dengan skor 3 atau 4-0. Ketika tampaknya mudah, Anda membiarkan hal-hal seperti itu terjadi, saat bermain tandang di stadion-stadion ini."
Madrid memang sempat berada dalam situasi genting setelah Elche menyamakan kedudukan. Namun, Mourinho mengapresiasi respons para pemainnya ketika pertandingan memasuki fase sulit.
"Mereka mencetak gol dan permainan menjadi terbuka. Hal baiknya adalah, dalam situasi sulit, tim bereaksi dan menang."
Mourinho bahkan menanggapinya dengan candaan.
"Hal baiknya adalah tidak ada yang bosan dalam pertandingan Real Madrid. Pertandingan-pertandingan itu benar-benar menyenangkan."
Güler Belum Jadi Pemain Tak Tergantikan
Salah satu pemain yang kembali mencuri perhatian adalah Arda Güler. Gelandang tersebut tampil impresif sebelum ditarik keluar, termasuk berperan dalam terciptanya gol pembuka Madrid.
Namun, Mourinho menolak anggapan bahwa performa Güler membuatnya menjadi pemain yang tidak tergantikan.
"Tidak ada seorang pun yang tak tergantikan," katanya. "Vinicius [yang digantikan di babak kedua] melakukan pekerjaan defensif yang baik, dan kemudian kelelahan. Intensitas Arda menurun. Jude masuk, dan dalam kondisi prima, begitu pula Brahim."
Mourinho juga mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya sudah melihat tanda-tanda Madrid mulai kehilangan kendali ketika mereka masih unggul 2-0.
"Saya melakukan pergantian pemain saat skor 2-0, tetapi saya sudah bisa merasakan bahwa kami kehilangan kendali."
Kemenangan atas Elche membuat Madrid menyamai perolehan poin Barcelona di puncak klasemen LaLiga. Setelah melewati pertandingan penuh drama tersebut, Mourinho memberikan waktu istirahat kepada skuadnya sebelum kembali berlatih pada Kamis untuk mempersiapkan diri menghadapi derbi Madrid melawan Atlético pada Minggu.