← Beranda
Dilempari Botol Jadi Alasan Kuat Ismail Kartal Mengundurkan Diri, Fenerbahce Sanksi Pelaku
Aprillia JPJumat, 11 September 2026 | 19.52 WIB
Ismail Kartal mengundurkan diri usai dilempar botol suporter Fenerbahce. (X/@Fenerbahce)
 

JawaPos.com - Pernyataan pengunduran diri Ismail Kartal secara mendadak membuat Presiden Fenerbahce Aziz Yildirim kaget. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Yildirim kemudian mengungkap alasan yang menurutnya berada di balik keputusan mendadak Kartal.

Sang presiden menyinggung besarnya tekanan terhadap pelatih, pemain, manajemen, dan klub setelah Fenerbahce berhasil lolos ke Liga Champions.

Yildirim menyebut pemberitaan dan komentar di media sosial telah menciptakan tekanan yang semakin besar terhadap klub.

Baca Juga: AS Roma Ditahan Imbang Fenerbahce 1-1 di Liga Champions, Gasperini Sebut Hasil Itu Adil

Menurut Yildirim, Fenerbahce sebelumnya telah bertekad lolos ke Liga Champions dan target itu berhasil dicapai bersama Kartal. Oleh sebab itu, Yildirim meminta seluruh elemen klub memberikan dukungan kepada sang pelatih.

“Kami mengatakan akan lolos ke Liga Champions dan kami berhasil. Dengan siapa kami melakukannya? Dengan Ismail Kartal,” kata Yildirim dikutip dari situs resmi klub.

Sang presiden juga mengkritik pihak-pihak yang terus mempertanyakan kualitas skuad Fenerbahce serta memunculkan spekulasi mengenai pergantian presiden, manajemen, dan pelatih.

“Setiap hari mereka membicarakan sesuatu dan semua orang menentukan siapa yang akan menggantikan presiden, manajemen, dan pelatih. Bukan seperti itu cara kerjanya. Semua orang harus tenang dan menunggu,” ujarnya.

Baca Juga: Pemain Fenerbahce, Guendouzi dan Greenwood Dijatuhi Hukuman UEFA Usai Insiden Kericuhan Kontra Lyon

Yildirim meminta media untuk lebih berpegang pada fakta dan tidak membentuk opini publik berdasarkan spekulasi. Ia juga menyinggung pemberitaan mengenai transfer pemain serta persoalan kuota pemain asing yang menurutnya memiliki konsekuensi finansial bagi klub.

Ia menjelaskan bahwa Fenerbahce harus melepas sekitar 10 hingga 15 pemain karena persoalan kuota pemain asing. Namun, keputusan melepas pemain tidak semudah yang dibicarakan di media karena klub tetap harus memperhitungkan biaya transfer dan gaji. Menurut Yildirim, tekanan semacam itu akhirnya turut dirasakan Kartal.

Yildirim kemudian mengungkap insiden yang terjadi selama pertandingan melawan Roma menjadi puncak kekesalan Kartal. Sebuah botol dilempar dari tribun dan mengenai kepala Kartal ketika pertandingan berlangsung. “Malam ini mereka melempar botol ke kepala Pelatih Ismail. Kami melihatnya, dia juga melihatnya. Itu sebabnya dia kecewa. Itulah alasannya,” kata Yildirim.

Baca Juga: Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri

Yildirim mengungkapkan bahwa dirinya berbicara langsung dengan Kartal setelah konferensi pers itu. Menurutnya, Kartal menyampaikan bahwa tekanan yang dialaminya sudah berdampak pada kondisi dirinya. “Saya baru saja berbicara dengan Ismail Kartal di dalam. Dia berbicara tentang insiden botol dan tekanan ini. Dia berkata, 'Saya sedang minum obat.' Saya juga minum 30 pil,” ujar Yildirim.

Presiden Fenerbahce itu menilai tekanan terhadap pelatih tidak boleh dibiarkan berkembang hingga membuat seseorang meninggalkan klub secara mendadak. Yildirim juga mengingatkan bahwa kritik tetap diperbolehkan, tetapi harus didasarkan pada fakta dan tidak berubah menjadi serangan pribadi.

Yildirim juga menyoroti keberhasilan Fenerbahce kembali tampil di Liga Champions setelah penantian panjang. Ia menyebut pencapaian itu sebagai sesuatu yang seharusnya dirayakan oleh seluruh komunitas klub setelah 18 tahun penantian.

“Ketika kami mencapainya pada Mei, Anda akan melihat kami di Liga Turki. Kami juga berpartisipasi di Liga Champions. Ini sebuah pencapaian. Setelah 18 tahun, seorang pelatih dan manajemen berhasil mencapai ini,” katanya.

Baca Juga: Dominik Livakovic Resmi Pindah dari Fenerbahce ke Barcelona dengan Kontrak hingga 2030

Yildirim menilai sejumlah pihak yang mengaku sebagai pendukung Fenerbahce justru memperburuk situasi dengan komentar mereka di televisi, YouTube, maupun media sosial. Yildirim meminta para pendukung untuk menjaga nilai-nilai klub, bukan hanya mendukung pemain, pelatih, atau manajemen ketika hasil pertandingan sesuai harapan.

Fenerbahce kemudian mengumumkan perkembangan terkait insiden pelemparan botol yang mengenai Kartal. Klub menyatakan bahwa identitas individu yang melempar botol kepada Kartal dalam pertandingan melawan Roma telah berhasil diketahui. Pernyataan itu diumumkan berdasarkan instruksi dari Kantor Kepala Kejaksaan Istanbul Anadolu.

Fenerbahce menyebut individu itu telah dikenai larangan menghadiri pertandingan berdasarkan Undang-Undang Nomor 6222. Dengan demikian, salah satu alasan Ismail Kartal mengundurkan diri telah diselesaikan dengan cepat oleh pihak klub. Namun, identitas pelaku tidak diumumkan secara publik.

EDITOR: Edi Yulianto