← Beranda
Iliman Ndiaye Ungkap Alasan Bergabung dengan Man City
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 8 September 2026 | 00.46 WIB
Iliman Ndiaye. (ig @mancity)

 

 

JawaPos.com - Iliman Ndiaye akhirnya buka suara mengenai keputusan mengejutkannya meninggalkan Everton untuk bergabung dengan Manchester City.

Pemain berusia 26 tahun tersebut pindah ke Etihad Stadium pada hari terakhir bursa transfer dengan nilai transfer £60 juta. Menariknya, Ndiaye langsung dipercaya tampil sebagai starter dalam pertandingan pertamanya bersama City dan membantu tim barunya meraih kemenangan 1-0 atas Coventry di Premier League.

Melansir BBC Sport, bagi Ndiaye, kesempatan seperti ini terlalu besar untuk dilewatkan.

"Ketika City Datang, Anda Tidak Bisa Menolak"

Ndiaye sebenarnya sempat berada di ambang kepindahan ke Tottenham. Spurs telah mencapai kesepakatan dengan Everton pada pekan terakhir bursa transfer, tetapi transfer tersebut gagal terwujud setelah Tottenham tidak berhasil menjual Richarlison.

Situasi itu membuat masa depan Ndiaye sempat belum jelas. Namun, ia mengaku tidak panik dan memilih menunggu apa yang terjadi.

"Tidak ada stres atau kepanikan," kata Ndiaye.

"Saya selalu mengatakan apa pun yang terjadi, terjadilah. Tuhan yang menentukan masa depanmu - itu sudah tertulis."

Kesempatan akhirnya datang ketika Manchester City menunjukkan ketertarikan.

"Saya hanya bersabar dan ketika City datang, saya sangat gembira. Itu memang sudah diprediksi akan menjadi City."

Bagi Ndiaye, bermain di Liga Champions menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan langkah berikutnya.

"Saya menginginkan Liga Champions dan bermain di salah satu tim terbaik di dunia. Saya tidak mengatakan [Tottenham] bukan tim terbaik, tetapi ketika [Manchester City] datang, Anda tidak bisa menolak."

Ia pun langsung mendapatkan akhir pekan yang sempurna bersama klub barunya.

"Ini merupakan minggu yang baik bagi saya dan diakhiri dengan kemenangan."

Meninggalkan Everton Bukan Keputusan Mudah

Keputusan Ndiaye untuk meninggalkan Everton tentu tidak datang tanpa perasaan berat.

Selama dua musim di Goodison Park, Everton memang tidak mampu finis di papan atas. Namun, Ndiaye berhasil menjadi salah satu pemain favorit suporter berkat kemampuan bermain di sisi sayap dan kontribusinya yang mencapai 17 gol.

Hubungannya dengan penggemar menjadi salah satu alasan mengapa perpisahan tersebut terasa sulit.

"Saat berbicara dengan istri saya, saya mengatakan kepadanya bahwa jika saya harus meninggalkan [Everton,] itu akan ke tempat di mana saya tahu saya akan bermain di Liga Champions," katanya.

"Sulit rasanya meninggalkan [Everton] . Saya telah membangun hubungan yang hebat dengan para penggemar dan pemain di sana, tetapi terkadang kita harus melanjutkan perjalanan dan itulah sepak bola."

Kini, Ndiaye mendapatkan apa yang ia cari. Manchester City memberinya kesempatan bermain di Liga Champions sekaligus bergabung dengan salah satu klub terbesar di Eropa.

Dari Liga Nonprofesional ke Etihad

Perjalanan karier Ndiaye menuju Manchester City juga cukup menarik. Ia memulai karier profesionalnya di sepak bola nonprofesional bersama Boreham Wood. Tujuh tahun lalu, ia kemudian bermain bersama Hyde United, klub yang hanya berjarak sekitar tujuh mil dari Stadion Etihad.

Setelah itu, kariernya berkembang secara bertahap. Ndiaye mendapatkan pengalaman di Championship bersama Sheffield United, kemudian menjalani satu musim di Marseille sebelum pindah ke Everton pada 2024 dengan nilai transfer £15 juta.

Kini, ia telah mencapai salah satu puncak tertinggi dalam perjalanan kariernya. Ndiaye tidak ingin terlalu lama melihat ke belakang.

"Saya tidak terlalu menengok ke belakang. Saya hanya melihat ke masa depan dan bekerja keras. Saya tidak pernah berhenti. Saya hanya melihat langkah selanjutnya dan ini adalah langkah besar untuk bergabung dengan [Manchester City] ."

"Di Sinilah Tempatku Seharusnya Berada"

Ndiaye mengaku sangat terkesan dengan apa yang dimiliki klub barunya.

"Ini adalah salah satu klub terbesar di dunia. Ada pemain kelas dunia, stadion kelas dunia, dan para penggemarnya luar biasa."

Pada akhirnya, kepindahan ke Manchester City bukan sekadar transfer besar bagi Ndiaye. Ini merupakan hasil dari perjalanan panjang yang dimulai dari level sepak bola nonprofesional hingga akhirnya mendapatkan kesempatan bermain di salah satu panggung terbesar Eropa.

"Di sinilah menurutku tempatku seharusnya berada. Aku telah bekerja keras untuk sampai ke titik ini."

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti