← Beranda
Fulham Kalah Tiga Kali Beruntun, Suporter Mulai Beri Sorakan
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 8 September 2026 | 00.40 WIB
Alvaro Arbeloa. (ig @fulhamfc)

 

 

JawaPos.com - Fulham belum juga menemukan jalan keluar dari awal musim yang buruk. Bermain di Craven Cottage, The Cottagers kembali menelan kekalahan setelah takluk 2-3 dari Crystal Palace.

Hasil tersebut membuat Fulham menelan tiga kekalahan dalam tiga pertandingan pembuka Liga Premier. Situasi semakin tidak nyaman karena sebagian suporter mulai meluapkan kekecewaan melalui cemoohan dan nyanyian yang mempertanyakan performa tim.

Padahal, Fulham sebenarnya sempat dua kali berada di posisi unggul pada babak pertama.

Sempat Unggul Dua Kali

Josh King dan rekrutan anyar Cesar Palacios membawa Fulham unggul pada babak pertama. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan.

Tyrick Mitchell mencetak gol pada masing-masing babak untuk menyamakan kedudukan bagi Crystal Palace.

Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Ben Chilwell muncul sebagai pembeda. Pemain yang masuk sebagai pemain pengganti itu mencetak gol kemenangan hanya tiga menit setelah mencatatkan penampilan keduanya untuk Palace.

Fulham pun harus kembali meninggalkan lapangan tanpa poin. Kekalahan ini menempatkan Fulham sebagai salah satu dari hanya dua tim yang kalah dalam seluruh tiga pertandingan pembuka Liga Premier musim ini, bersama Coventry City.

Sebelumnya, Fulham juga kalah 2-3 dari Sunderland dan Chelsea. Situasi tersebut tentu menjadi perhatian serius bagi Alvaro Arbeloa, terlebih dua pertandingan liga berikutnya menghadirkan lawan berat, yakni Liverpool dan Manchester United.

Arbeloa: "Kami Tidak Pantas Kalah"

Melansir BBC Sport, meski hasil akhirnya mengecewakan, Arbeloa menilai performa timnya sebenarnya layak mendapatkan hasil yang lebih baik.

"Kami tidak pantas kalah dalam pertandingan ini," kata Arbeloa kepada program Match of the Day di BBC.

"Para pemain saya melakukan segalanya - sikap yang baik, mereka berani, begitu banyak peluang untuk mencetak lebih banyak gol."

"Mereka [Palace] memanfaatkan peluang mereka - pada akhirnya, sepak bola memang tentang itu."

"Kami melakukan banyak hal bagus untuk memenangkan pertandingan. Situasinya serupa saat melawan [Chelsea] , tetapi kami kalah."

"Bagi para pemain, ini adalah situasi yang sulit, momen yang sulit, tetapi saya sangat bangga pada mereka."

Secara statistik, penilaian Arbeloa memang memiliki dasar. Fulham mencatat expected goals (xG) sebesar 3,13, lebih tinggi dibandingkan Palace yang berada di angka 1,97. Masalahnya, peluang tersebut tidak cukup banyak yang berakhir menjadi gol.

Suporter Mulai Kehilangan Kesabaran

Klasemen tentu tidak mengenal istilah "hampir menang". Setelah tiga pertandingan, Fulham tercatat memainkan tiga laga, kalah tiga kali, dan belum mengumpulkan satu poin pun.

Kondisi tersebut memicu cemoohan dari sebagian pendukung di Craven Cottage. Bahkan, terdengar nyanyian yang mempertanyakan performa tim.

Arbeloa sendiri bukan sosok yang asing dengan tekanan. Mantan pemain Real Madrid itu memiliki pengalaman lebih dari 350 pertandingan bersama Real Madrid, Deportivo La Coruna, Liverpool, dan West Ham. 

Ia juga mengoleksi 56 caps bersama tim nasional Spanyol serta menjadi bagian dari tim yang memenangkan dua gelar Kejuaraan Eropa dan satu Piala Dunia antara 2008 hingga 2012.

Karier kepelatihannya juga sudah menghadirkan tekanan besar. Arbeloa mendapatkan pekerjaan di Fulham setelah sebelumnya menghabiskan empat bulan sebagai manajer sementara Real Madrid. Ia mengambil alih 28 pertandingan terakhir musim lalu setelah kepergian Xabi Alonso.

Dalam periode tersebut, Arbeloa mencatatkan 18 kemenangan, dua hasil imbang, dan delapan kekalahan.

Namun, sebagai mantan bek, ia tentu tidak akan senang melihat timnya kebobolan tiga gol dalam sebuah pertandingan, terutama dengan cara yang terjadi saat menghadapi Palace.

"Kami benar-benar tidak beruntung dengan gol ini [gol kedua Palace]," kata Arbeloa.

"Kemenangan Akan Datang"

Di tengah hasil buruk, Arbeloa masih memiliki alasan untuk optimistis. Jika Fulham mampu terus menciptakan peluang seperti yang mereka lakukan ketika menghadapi Palace, sang pelatih percaya kemenangan hanya tinggal menunggu waktu.

"Dengan semangat dan karakter seperti itu, jika kita bermain seperti ini, kemenangan akan datang."

Namun, waktu yang dimiliki Arbeloa untuk menemukan kemenangan tidak terlalu longgar. Fulham akan menghadapi West Ham pada putaran ketiga Piala Carabao sebelum menjalani pertandingan liga melawan Manchester United. Setelah itu, mereka akan bertandang menghadapi Liverpool.

Catatan sejarah juga tidak terlalu berpihak kepada Fulham. Hanya enam tim Liga Premier yang pernah memulai musim dengan lima kekalahan beruntun. Dari enam tim tersebut, hanya dua yang akhirnya berhasil menghindari degradasi. Artinya, Fulham tentu tidak ingin membiarkan situasi berkembang sejauh itu.

Rekrutan Baru Jadi Harapan

Salah satu sumber optimisme Arbeloa datang dari para pemain baru. Fulham mendatangkan tujuh pemain pada bursa transfer musim panas. 

Menariknya, tiga di antaranya mengikuti jejak Arbeloa dari Bernabeu menuju Craven Cottage, yakni Cesar Palacios, Gonzalo Garcia, dan Manuel Angel yang datang pada hari terakhir bursa transfer.

Palacios dan Garcia telah menjadi starter dalam ketiga pertandingan liga Fulham musim ini. Sementara itu, gelandang Irlandia Utara Shea Charles juga mendapat kesempatan menjadi starter di Liga Premier untuk pertama kalinya ketika menghadapi Palace. 

Ia bergabung dari Southampton dengan nilai transfer £30 juta. Palacios menjadi salah satu pemain yang memberikan dampak langsung. Ia mencetak gol dengan memanfaatkan bola muntah setelah kiper Palace, Dean Henderson, hanya mampu menepis upaya Jaydee Canvot ke arahnya.

Garcia, yang diharapkan menjadi salah satu sumber gol utama Fulham musim ini, memang gagal mencetak gol melawan Palace. Namun, ia sudah mencetak gol pada debutnya ketika menghadapi Chelsea dan kembali mencetak gol sebagai pemain pengganti dalam kemenangan putaran kedua Piala EFL melawan AFC Wimbledon tiga hari kemudian.

"Cesar Palacios dan Gonzalo Garcia sama-sama bermain bagus. Cesar mencetak gol, dan Gonzalo juga menampilkan performa yang luar biasa," tambah Arbeloa.

"Upaya yang bagus dari Gonzalo. Itulah semangat yang saya inginkan dari para pemain saya - seorang striker yang berlari kencang untuk mencoba menyelamatkan gawang."

Dengan pemain-pemain baru yang mulai menunjukkan potensi, Arbeloa berharap Fulham bisa segera mengubah performa menjadi hasil. Masalahnya sekarang sederhana: Fulham harus mulai menang sebelum tekanan semakin besar.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti