JawaPos.com - Manchester United akhirnya meraih kemenangan pertama mereka di Premier League musim ini setelah mengalahkan Ipswich Town 5-2. Namun, kemenangan tersebut tidak lepas dari satu kontroversi.
Gol kedua United menjadi perdebatan setelah Harry Maguire tampak menyentuh bola dengan tangan sebelum tembakannya masuk ke gawang. Bola lebih dulu mengenai bek Ipswich, Jacob Greaves, sebelum kemudian berubah arah dan masuk ke gawang.
Momen tersebut membuat United berbalik unggul 2-1 pada menit ke-56. Tayangan ulang kemudian memperlihatkan adanya kemungkinan handball dalam proses terjadinya gol.
VAR pun memeriksa insiden tersebut. Namun, alih-alih membatalkan gol, wasit Craig Pawson tetap menunjuk ke lingkaran tengah dan mengesahkan gol. Lantas, mengapa gol tersebut tetap dianggap sah?
Handball Maguire Dinilai Tidak Disengaja
Melansir Talksport, Liga Premier memberikan penjelasan mengenai keputusan tersebut melalui Professional Game Match Officials Limited (PGMOL), atau Pro Ref.
"Keputusan wasit yang menyatakan Manchester United mencetak gol telah diperiksa dan dikonfirmasi oleh VAR – dengan kesimpulan bahwa Maguire bukanlah pencetak gol langsung setelah terjadi pelanggaran handball yang tidak disengaja," demikian penjelasan dari Organisasi Wasit Profesional, atau Pro Ref.
Wasit VAR Jarred Gillett juga menjelaskan pertimbangannya.
"Itu adalah gol bunuh diri dan pelanggaran handball yang tidak disengaja tidak dapat dihukum, jadi kami menyarankan Anda untuk mengesahkan gol tersebut."
Dengan kata lain, titik penting dalam keputusan tersebut bukan sekadar apakah bola mengenai tangan Maguire, melainkan siapa yang dianggap sebagai pencetak gol dan bagaimana handball tersebut terjadi.
Karena bola kemudian masuk sebagai gol bunuh diri Jacob Greaves dan sentuhan tangan Maguire dinilai tidak disengaja, VAR tidak memiliki dasar untuk menganulir gol tersebut berdasarkan aturan handball yang berlaku.
Liga Premier kemudian menerbitkan aturan dari International Football Association Board (IFAB) yang menjadi dasar penilaian terhadap pelanggaran handball.
United Bangkit dalam Laga Penuh Gol
Kontroversi tersebut menjadi salah satu cerita utama dari pertandingan tujuh gol di Old Trafford.
Ipswich sebenarnya memulai laga dengan sangat baik. Leif Davis membawa tim tamu unggul sebelum pertandingan memasuki setengah jam pertama setelah melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang memanfaatkan umpan silang Abdul Fatawu.
United kemudian merespons. Setelah Marcelino Nunez terpeleset, Matheus Cunha memanfaatkan situasi tersebut untuk mengirim bola kepada Bruno Fernandes. Kapten United itu kemudian melepaskan tembakan yang menghasilkan gol penyama kedudukan.
United akhirnya berbalik unggul melalui gol bunuh diri Greaves. Bek Ipswich tersebut kemudian melakukan pelanggaran terhadap Cunha di kotak penalti, memberikan kesempatan kepada Fernandes untuk menggandakan keunggulan United dari titik putih.
Fernandes tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia kemudian melengkapi hat-trick pada pertengahan babak kedua melalui penyelesaian tenang, sebelum Bryan Mbeumo menambah gol kelima United lewat sebuah tendangan lob yang melewati garis gawang.
Ipswich hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Chuba Akpom pada masa tambahan waktu.
Terlepas dari kontroversi handball, kemenangan ini menjadi suntikan kepercayaan diri penting bagi Manchester United.
Sebelumnya, mereka mengawali musim dengan kekalahan 2-0 dari Hull City di kandang sendiri. Kali ini, pasukan United menunjukkan respons yang jauh lebih baik dengan mencetak lima gol.
Hasil tersebut membawa United naik ke posisi ke-10 klasemen, sementara Ipswich berada dua tingkat di bawahnya.