← Beranda
Atap Old Trafford Bocor Lagi, Manchester United Kena Sindir Fans
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 1 September 2026 | 18.37 WIB
Atap Old Trafford Bocor Lagi, Manchester United Kena Sindir Fans / ig @old.trafford.official

JawaPos.com - Manchester United memang berhasil meraih kemenangan meyakinkan atas Ipswich Town. Namun, bukan cuma lima gol yang menjadi perhatian di Old Trafford.

Saat Setan Merah melaju menuju kemenangan pada babak kedua, hujan deras mengguyur Manchester. Masalahnya, atap stadion kembali gagal menjalankan tugasnya.

Sejumlah penggemar Manchester United bahkan harus menyaksikan pertandingan dalam kondisi basah kuyup setelah air hujan masuk ke area tribun.

Pertandingan memang dimulai dengan langit yang mendung, tetapi hujan baru turun cukup deras ketika laga memasuki pertengahan babak kedua. Intensitas hujan kemudian meningkat dan kondisi atap Old Trafford kembali menjadi sorotan.

Melansir Talksport, video yang beredar di media sosial memperlihatkan betapa derasnya air hujan yang masuk ke stadion.

Setidaknya, para pendukung United memiliki alasan untuk tetap tersenyum ketika meninggalkan stadion. Tim asuhan Michael Carrick berhasil bangkit dari ketertinggalan dan menang 5-2.

£200 Juta untuk Pemain, Atap Masih Bocor

Ironisnya, Manchester United baru saja menghabiskan sekitar £200 juta di bursa transfer musim panas. Namun, persoalan atap Old Trafford ternyata belum terselesaikan.

Masalah kebocoran stadion memang bukan sesuatu yang baru. Laporan mengenai atap Old Trafford yang bermasalah telah muncul sejak 2024.

Saat itu, klub diketahui sudah menyadari bahwa atap stadion rentan mengalami kebocoran, tetapi perbaikannya tidak segera dilakukan.

Kini, masalah tersebut kembali terlihat di hadapan ribuan pendukung ketika United menjamu Ipswich. Tidak mengherankan jika sejumlah fans kemudian menjadikan kondisi tersebut sebagai bahan sindiran di media sosial.

Salah seorang berkata:

“Atap Old Trafford masih bocor pada tahun 2026. Manajer baru. Pemain baru. Air terjun yang sama.”

Fans lainnya menambahkan:

“Manchester United baru saja menghabiskan £150 juta musim panas ini tetapi atap Old Trafford masih bocor.”

Sindiran tersebut terasa semakin pedas karena United memang tengah berada dalam fase pembangunan kembali skuad.

Pemain baru terus berdatangan, tetapi salah satu masalah lama di stadion justru masih muncul ketika hujan deras turun.

United Bangkit Setelah Awal Buruk

Di atas lapangan, perjalanan Manchester United sebenarnya juga tidak berjalan mulus. Setelah kalah dari Hull City pada pekan pembukaan, pasukan Carrick kembali mengawali pertandingan dengan buruk.

Luke Shaw dibuat kesulitan oleh Abdul Fatawu di sisi kanan. Pemain Ipswich tersebut kemudian mengirimkan umpan silang kepada Leif Davis.

Davis melepaskan tendangan setengah voli yang sempat membentur mistar gawang sebelum akhirnya membawa tim tamu unggul.

Namun, United tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk merespons. Matheus Cunha mengirimkan umpan terobosan kepada Bruno Fernandes. Kapten United tersebut kemudian melepaskan tembakan keras ke tiang dekat untuk menyamakan kedudukan.

Setelah itu, momentum perlahan berpindah ke kubu tuan rumah. Harry Maguire memanfaatkan bola lepas dan melepaskan tembakan yang kemudian mengenai Jacob Greaves sebelum masuk ke gawang.

Gol tersebut sempat menimbulkan kontroversi karena ada dugaan handball dalam prosesnya. Namun, gol tetap disahkan setelah VAR menilai sentuhan tangan Maguire tidak disengaja dan bukan merupakan gol langsung yang dicetak menggunakan tangan.

Fernandes kemudian memperbesar keunggulan United melalui titik penalti setelah Greaves menjatuhkan Cunha. Tidak lama kemudian, gelandang asal Portugal itu melengkapi hat-trick.

Tendangan Bryan Mbeumo sempat memantul ke arah Fernandes dan sang kapten dengan tenang mengarahkan bola ke sudut bawah gawang. Mbeumo kemudian ikut mencatatkan namanya di papan skor melalui tendangan melambung.

Ipswich masih sempat mendapatkan gol hiburan setelah Julio Enciso merebut bola dari Lisandro Martinez dan memberikan umpan kepada Chuba Akpom, yang dengan mudah menyelesaikan peluang tersebut.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho