← Beranda
Yaya Touré Jadi Pelatih Afrika Pertama yang Membawa Timnya ke Liga Champions
M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 29 Agustus 2026 | 00.03 WIB
Yaya Toure. (ig @realtoureyaya)

 

 

JawaPos.com - Yaya Touré kembali mencetak sejarah di sepak bola Eropa. Kali ini bukan sebagai pemain, melainkan dari pinggir lapangan.

Melansir Aljazeera, legenda Pantai Gading tersebut menjadi pelatih Afrika pertama yang berhasil membawa timnya lolos ke fase liga Liga Champions UEFA. Prestasi itu diraih bersama Slovan Bratislava setelah klub Slovakia tersebut menyingkirkan NK Celje dengan kemenangan agregat 3-2.

Touré baru ditunjuk sebagai pelatih kepala Slovan pada Juni lalu. Namun, ia tidak membutuhkan waktu lama untuk memberikan dampak.

Dalam beberapa bulan pertamanya, pelatih berusia 43 tahun itu membawa Slovan meraih empat kemenangan di kompetisi domestik sekaligus melewati perjalanan panjang di babak kualifikasi Liga Champions.

Perjalanan Slovan Menuju Fase Liga

Slovan Bratislava memulai perjuangan mereka di Liga Champions pada Juli. Pada babak kualifikasi pertama, mereka menghadapi Saburtalo dari Georgia. Slovan menang 2-0 pada leg pertama sebelum bermain imbang 1-1 pada leg kedua.

Mereka kemudian menghadapi Mjallby dari Swedia di babak kualifikasi kedua dan berhasil memenangkan kedua pertandingan.

Hasil tersebut membawa Slovan ke babak play-off. Di tahap terakhir, mereka harus menghadapi NK Celje. Setelah melalui dua pertandingan yang sengit, Slovan akhirnya memastikan tiket ke fase liga dengan kemenangan agregat 3-2.

Bagi Touré, pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan awalnya sebagai pelatih kepala.

Dari Lapangan ke Pinggir Lapangan

Nama Yaya Touré tentu tidak asing bagi penggemar sepak bola. Ia dianggap sebagai salah satu pemain Afrika terbaik sepanjang masa. Touré menghabiskan 18 tahun sebagai pemain profesional dan mengoleksi berbagai trofi bersama klub-klub besar Eropa.

Sebelum bergabung dengan Manchester City pada 2010, ia memperkuat Barcelona. Bersama klub Catalan tersebut, Touré memenangkan Liga Champions 2008-09, dua gelar La Liga, Piala Super Spanyol, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub FIFA.

Kariernya di Manchester City bahkan semakin gemilang. Touré memenangkan tiga gelar Premier League, satu Piala FA, dan tiga Piala Liga Inggris bersama The Citizens. Ia juga menjadi salah satu figur penting dalam kebangkitan City sebagai kekuatan utama sepak bola Inggris.

Ketika kembali ke Slovakia sebagai pelatih, Touré bahkan disambut dengan nyanyian "Yaya Toure" yang dahulu begitu populer di kalangan suporter Manchester City.

Salah Satu Pemain Afrika Paling Berprestasi

Prestasi Touré sebagai pemain juga luar biasa di level individu. Ia memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Afrika sebanyak empat kali secara beruntun pada 2011 hingga 2014. Bersama tim nasional Pantai Gading, Touré kemudian meraih Piala Afrika pada 2015.

Setelah pensiun sebagai pemain pada 2019, ia mulai membangun karier kepelatihan. Touré sempat bekerja sebagai asisten manajer di beberapa klub Eropa, termasuk Leyton Orient di Inggris dan klub di Belgia. 

Pada 2023, ia kemudian bergabung dengan mantan manajernya di Manchester City sebagai bagian dari staf kepelatihan tim nasional Arab Saudi. Kini, Touré mendapatkan kesempatan untuk memimpin klub sebagai pelatih kepala. Dan ia langsung membuat sejarah.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti