← Beranda
UEFA Segera Cabut Ancaman Boikot FIFA, Piala Dunia Wanita U-20 Dipastikan Tetap Berjalan
Andre Rizal HanafiKamis, 27 Agustus 2026 | 14.43 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino. (@gianni_infantino/Instagram)

 

JawaPos.com - UEFA dikabarkan segera mencabut ancaman boikot terhadap seluruh kompetisi FIFA setelah mendapat jaminan terkait tata kelola sepak bola dunia.

Keputusan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam hubungan UEFA dan FIFA yang sempat memanas dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut laporan BBC Sport, persoalan tersebut akan dibahas dalam rapat Komite Eksekutif UEFA di Monaco, Kamis (27/8).

UEFA sebelumnya mengancam akan memboikot kompetisi FIFA sebagai bentuk penolakan terhadap proposal FIFA Forward Enterprises (FFE).

Baca Juga: UEFA Berpotensi Akhiri Boikot Usai FIFA Beri Jaminan Terkait Pembatalan Penjualan Saham Piala Dunia

Proposal tersebut menjadi kontroversi karena membuka peluang bagi kepemilikan swasta dalam kompetisi Piala Dunia. Rencana itu mendapat penolakan keras dari sejumlah pihak di sepak bola Eropa.

Presiden FIFA Gianni Infantino kemudian membatalkan proposal tersebut setelah mendapat banyak kritik. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada asosiasi anggota FIFA atas sejumlah kesalahan yang terjadi dalam proses pengajuan rencana tersebut.

Meski proposal telah dibatalkan, UEFA sebelumnya menilai langkah itu belum cukup. Mereka meminta adanya jaminan yang jelas dan mengikat agar FIFA tidak kembali mengajukan rencana serupa pada masa mendatang.

Baca Juga: Liverpool Incar Ismaila Sarr, Crystal Palace Bersikeras Pertahankan sang Pemain

Kini, UEFA disebut telah menerima jaminan tersebut. Jika ancaman boikot resmi dicabut, Piala Dunia Wanita U-20 yang akan berlangsung di Polandia bulan depan dapat digelar sesuai rencana.

Turnamen tersebut dijadwalkan diikuti enam wakil Eropa, yakni Inggris, Prancis, Italia, Portugal, Spanyol, dan tuan rumah Polandia. Ancaman boikot sebelumnya membuat persiapan sejumlah tim Eropa berada dalam situasi tidak pasti.

Keputusan UEFA untuk mempertimbangkan pencabutan boikot juga tidak berarti tekanan terhadap FIFA berakhir. UEFA bersama Concacaf dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) diperkirakan tetap mendorong perubahan dalam kepemimpinan serta tata kelola FIFA.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin sebelumnya bahkan menyatakan harapannya agar Infantino mengundurkan diri atau menghadapi kandidat penantang dalam pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang.

Seorang sumber yang dekat dengan pembahasan menegaskan bahwa pencabutan ancaman boikot bukan berarti UEFA menyerah dalam upaya mendorong perubahan di FIFA.

Baca Juga: Sunderland Kejar Jack Grealish dari Manchester City, Siap Tampung dengan Status Pinjaman

Keputusan tersebut lebih berkaitan dengan keinginan untuk tidak membuat para pemain muda menjadi korban konflik antarorganisasi.

Sebelumnya, 55 asosiasi anggota UEFA telah memilih untuk memboikot seluruh kompetisi FIFA sampai proposal FFE dibatalkan sepenuhnya.

Mereka juga menuntut jaminan bahwa FIFA tidak akan kembali membuka peluang kepemilikan swasta dalam kompetisi maupun tata kelola organisasi.

Perselisihan ini juga memunculkan perbedaan sikap di kalangan mantan pemain. Mikael Silvestre, Lucy Bronze, Emmanuel Petit, dan David James termasuk nama yang menyuarakan perlunya perubahan di tubuh FIFA.

Di sisi lain, beberapa FIFA Legends justru memberikan dukungan kepada Infantino. Mantan kapten Brasil Cafu, Christian Vieri, Pepe, dan Esteban Cambiasso menyampaikan pandangan positif mengenai perkembangan sepak bola di bawah kepemimpinan Infantino.

Dengan situasi tersebut, UEFA kemungkinan mengakhiri ancaman boikot demi memastikan agenda sepak bola tetap berjalan, terutama Piala Dunia Wanita U-20.

Namun, ketegangan dengan FIFA diperkirakan belum selesai karena tuntutan perubahan kepemimpinan dan tata kelola masih menjadi agenda UEFA.

EDITOR: Banu Adikara