JawaPos.com - Bola yang digunakan Diego Maradona saat mencetak gol kontroversial ke gawang Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986 terjual dalam lelang seharga USD 3,35 juta (sekitar Rp 59 miliar). Nilai itu jauh di bawah estimasi awal rumah lelang.
Bola Adidas Azteca itu dilelang oleh Heritage Auctions pada Sabtu (22/8). Sempat diperkirakan laku hingga USD 10 juta (sekitar Rp 176 miliar), rumah lelang asal Dallas, Amerika Serikat itu menjuluki bola Tangan Tuhan Maradona sebagai yang paling bersejarah dalam sepak bola. Lelang sendiri dibuka dengan harga awal USD 2,5 juta (sekitar Rp 44 miliar).
Dalam sejarahnya, Maradona mencetak dua gol ketika Argentina mengalahkan Inggris 2-1 pada perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko. Gol pertama menjadi salah satu gol paling kontroversial sepanjang sejarah Piala Dunia. Maradona melompat dan menggunakan tangannya untuk mengarahkan bola melewati kiper Inggris Peter Shilton. Wasit Ali Bin Nasser tidak melihat pelanggaran yang dilakukan dan mengesahkan gol itu.
Usai pertandingan, Maradona menggambarkan gol itu dengan pernyataan kontroversial yang melegenda. Maradona mengatakan gol itu tercipta sedikit dari kepala Maradona dan sedikit dengan tangan Tuhan. Gol itu kemudian dikenal luas sebagai Hand of God atau Tangan Tuhan.
Tidak lama setelah itu, Maradona kembali mencetak gol yang jauh lebih spektakuler. Berawal dari dekat garis tengah lapangan, kapten Argentina itu menggiring bola melewati sejumlah pemain Inggris sebelum mengecoh Shilton dan membawa Argentina unggul 2-0. Gol kedua itu lalu dipilih FIFA sebagai Goal of the Century atau Gol Abad Ini. Argentina pun menang 2-1 dan melaju ke semifinal, hingga akhirnya menjuarai Piala Dunia usai menaklukkan Jerman Barat 3-2 di final.
Baca Juga: Enzo Fernandez Dapat Motivasi dari Laga Maradona, Nonton Bareng Julian Alvarez!
Ali Bin Nasser, wasit asal Tunisia yang memimpin pertandingan itu, mengambil bola setelah pertandingan berakhir. Ali Bin Nasser menyimpan bola itu selama lebih dari tiga dekade. Pada 2023, Ali Bin Nasser menandatangani surat yang mengonfirmasi bahwa bola tersebut merupakan satu-satunya bola yang digunakan sepanjang pertandingan Argentina melawan Inggris. Keaslian bola juga diverifikasi melalui proses autentikasi independen.
Dilnsir dari ESPN, Ali Bin Nasser sebelumnya menjual bola itu pada 2022 dengan harga USD 2,37 juta (sekitar Rp 41 miliar). Pemilik baru kemudian kembali memasukkannya ke dalam lelang pada 2023, tetapi saat itu bola tidak terjual karena penawaran yang masuk tidak mencapai nilai minimum yang ditetapkan. Dalam lelang terbaru, bola pun hanya terjual dengan harga USD 3,35 juta (sekitar Rp 59 miliar).
Nilai penjualan bola itu bahkan masih jauh di bawah harga jersey yang dikenakan Maradona dalam pertandingan yang sama. Jersey Argentina milik Maradona saat laga melawan Inggris itu terjual seharga USD 9,28 juta (sekitar Rp 164 miliar) dalam lelang Sotheby’s di London pada 2022. Saat itu, jersey sang legenda mencatatkan rekor sebagai memorabilia olahraga termahal yang pernah dilelang. Maradona sendiri telah meninggal dunia pada November 2020 pada usia 60 tahun.