JawaPos.com - Kekalahan 2-3 dari Chelsea tidak membuat Álvaro Arbeloa kecewa sepenuhnya. Justru sebaliknya, manajer Fulham tersebut melihat sejumlah tanda positif dari penampilan timnya pada laga pembuka Liga Premier.
Pertandingan di Craven Cottage menjadi momen spesial bagi Arbeloa dan Xabi Alonso. Keduanya sama-sama pernah menjadi bagian dari Real Madrid dan kini menjalani debut sebagai manajer di Premier League.
Chelsea memang langsung mengejutkan Fulham. João Pedro mencetak gol ketika pertandingan baru berjalan 31 detik. Namun, tuan rumah tidak panik dan mampu merespons melalui Josh King.
Morgan Rogers dan Cole Palmer kemudian membawa Chelsea kembali menjauh sebelum Gonzalo García memperkecil ketertinggalan Fulham. Meski terus menekan hingga akhir pertandingan, Fulham gagal menemukan gol penyama kedudukan.
Arbeloa Suka Energi Fulham
Melansir ESPN, bagi Arbeloa, hasil akhir bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pada pertandingan tersebut. Ia justru senang melihat energi dan karakter yang ditunjukkan para pemainnya.
"Saya pikir kami terus berkembang dan itu akan membutuhkan waktu. Tapi ini pertandingan pertama musim ini dan saya telah menonton semua pertandingan di Liga Premier dan Anda bisa merasakan bahwa tidak ada yang siap," kata Arbeloa.
Ia melihat Fulham sudah menunjukkan identitas permainan yang ingin dibangunnya.
"Tapi malam ini saya melihat energi yang ingin saya lihat, tekanan tinggi yang ingin kami berikan."
Arbeloa juga menegaskan bahwa pendekatan tersebut tidak akan berubah hanya karena lawan yang dihadapi memiliki kualitas lebih tinggi.
"Dan seperti yang saya katakan kepada para pemain saya, kami akan bermain dengan cara ini dan kami akan mencoba bermain dengan cara ini tidak peduli siapa yang ada di depan kami."
Fulham memang menunjukkan keberanian. Mereka melepaskan 14 tembakan dan bahkan unggul atas Chelsea dalam beberapa statistik permainan, termasuk umpan ke depan, umpan sukses di sepertiga akhir, serta penguasaan bola.
Namun, efektivitas tetap menjadi masalah karena dominasi tersebut tidak menghasilkan gol ketiga yang dibutuhkan untuk menyelamatkan setidaknya satu poin.
Arbeloa Beri Pujian Tinggi untuk Josh King
Salah satu pemain yang mendapat perhatian khusus dari Arbeloa adalah Josh King. Pemain berusia 19 tahun tersebut mencetak gol penyama kedudukan dan menjadi salah satu ancaman utama Fulham.
Arbeloa mengaku sudah memantau perkembangan sang pemain sepanjang musim panas.
"Saya sudah berbicara dengan Josh King sepanjang musim panas. Pemain yang luar biasa. Menakjubkan. Pemain yang hebat. Luar biasa."
Namun, Arbeloa juga memberikan pesan penting kepada King dan para pemain muda Fulham lainnya. Menurutnya, bakat saja tidak cukup untuk berkembang menjadi pemain level tinggi.
"Tapi saya tahu bakatnya, namun dengan bakat dan kualitas seperti itu, untuk pemain seperti ini, itu saja tidak cukup."
Sang pelatih ingin para pemain mudanya mulai memberikan kontribusi nyata, terutama dalam urusan mencetak gol.
"Mereka perlu mencetak angka seperti Gonzalo atau seperti Oscar [Bobb] atau seperti César [Palacios] atau Kevin."
Fulham memiliki banyak pemain muda berbakat, tetapi Arbeloa memahami bahwa sepak bola pada akhirnya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan angka.
"Kami memiliki pemain-pemain muda berbakat, tetapi mereka perlu mencetak gol karena pada akhirnya itu adalah hal terpenting dalam sepak bola dan saya berharap mereka dapat mencetak banyak gol musim ini."
Kekalahan dari Chelsea memang bukan awal yang sempurna secara hasil. Namun, bagi Arbeloa, keberanian Fulham untuk bermain agresif, melakukan pressing tinggi, dan terus berjuang hingga menit terakhir menjadi modal penting untuk perjalanan musim yang masih sangat panjang.
***