JawaPos.com - Pelatih Thailand, Anthony Hudson, masih memiliki kepercayaan untuk bisa membalikkan keadaan saat melawan Vietnam di leg kedua final Piala AFF 2026. Ia menegaskan, skuadnya datang ke Negeri Naga Biru bukan untuk liburan.
Laga pamungkas Vietnam kontra Thailand dijadwalkan bergulir di Stadion Nasional My Dinh, Rabu (26/8) malam WIB. Skuad Gajah Perang - julukan Thailand - datang dengan modal buruk setelah kekalahan 0-2 di leg pertama final Piala AFF 2026.
Situasi tersebut praktis membuat Vietnam di ambang juara. Tim berjuluk The Golden Star Warriors itu hanya butuh hasil imbang saja untuk mempertahankan gelar juaranya. Bahkan, jika kalah pun mereka bisa tetap juara, dengan catatan kalah selisih satu gol.
Baca Juga: Prediksi Vietnam vs Thailand di Final Piala AFF 2026: The Golden Star Warriors di Ambang Juara!
Misi Thailand untuk membalikkan keadaan bisa dibilang sangat berat. Namun, Hudson menyatakan bahwa skuadnya belum mengibarkan bendera putih. Gajah Perang datang ke Vietnam dengan satu misi besar, yakni membalikkan keadaan.
"Terkait pertandingan melawan Vietnam mendatang, saya tidak bisa memprediksi hasilnya. Namun, yang terpenting adalah semua orang, mulai dari saya, staf pelatih, hingga para pemain, sangat percaya diri menghadapi pertandingan tandang ini,” kata Hudson, dipetik dari Soha, Selasa (25/8).
Hudson mengungkapkan bahwa skuadnya memiliki tekad yang sama dalam lawatannya ke Vietnam. Sarach Yooyen dan kawan-kawan datang ke markas The Golden Star Warriors bukan untuk berlibur, melainkan memberi mimpi buruk kepada pasukan Kim Sang-sik.
“Yang terpenting, ketika tiba di Vietnam, kami tidak menganggap ini sebagai perjalanan untuk berlibur. Kami datang untuk menyelesaikan tugas dan bertekad meraih kesuksesan,” tegas Hudson.
Baca Juga: Prediksi Skor Vietnam vs Thailand: The Golden Star Warriors Juara Piala AFF 2026
Lebih lanjut, Hudson optimistis bahwa peluang Thailand untuk memutarbalikkan keadaan masih terbuka meski kecil. Pasalnya, skuad Gajah Perang memiliki banyak peluang pada leg pertama, namun kiper Vietnam Patrik Le Giang tampil sangat gemilang di bawah mistar.
“Kami menciptakan banyak peluang untuk mencetak gol pada pertandingan pertama, tetapi tidak mampu memanfaatkannya dengan baik. Sangat disayangkan. Fakta bahwa kiper Vietnam terpilih sebagai ‘Man ‘of the Match’ sudah menggambarkan semuanya. Persiapan menjadi faktor kunci. Begitu tiba di Vietnam, kami percaya diri bisa menyulitkan mereka di kandang sendiri,” tutur pelatih asal Inggris itu.
Jika Thailand berhasil membalikkan keadaan, hal tersebut tentu akan menjadi salah satu comeback luar biasa dalam sejarah final Piala AFF. Jika sukses menjadi juara, Gajah Perang juga akan menambah koleksi trofi mereka menjadi delapan.
Sementara itu, bagi Vietnam, kemenangan di final akan memastikan mereka mempertahankan gelar Piala AFF. Jika kembali keluar sebagai kampiun, trofi tersebut akan menjadi gelar keempat Vietnam di ajang bergengsi Asia Tenggara tersebut.