JawaPos.com - José Mourinho mengawali periode keduanya sebagai pelatih Real Madrid dengan kemenangan dramatis.
Melansir TSN, Los Blancos harus bekerja keras sebelum akhirnya mengalahkan Espanyol 2-1 di Stadion RCDE pada laga pembuka LaLiga. Jude Bellingham membawa Madrid unggul lebih dulu, tetapi Alex Calatrava menyamakan kedudukan sebelum Carlos Espí muncul sebagai pahlawan di menit-menit akhir.
Kemenangan ini menjadi awal yang sempurna bagi Mourinho, yang kembali ke Santiago Bernabéu pada Juni lalu, 13 tahun setelah masa jabatan pertamanya berakhir.
Baca Juga: 5 Poin Penting dari Kekalahan Manchester United vs Hull City
Bellingham buka keunggulan
Real Madrid langsung menunjukkan ancaman sejak awal pertandingan. Pada menit kesembilan, Arda Güler mengirimkan tendangan bebas akurat ke dalam kotak penalti. Bellingham kemudian melompat melewati barisan pertahanan Espanyol dan menyundul bola ke gawang.
Gol tersebut membuat Madrid berada dalam posisi ideal untuk mengontrol pertandingan. Namun, Espanyol tidak menyerah begitu saja.
Calatrava menyamakan kedudukan
Tuan rumah mulai menemukan ritme permainan dan akhirnya mendapatkan gol penyeimbang pada menit ke-30.
Javi Hernandez mengirimkan umpan silang ke area berbahaya dan Alex Calatrava datang menyambutnya dengan penyelesaian yang membuat skor berubah menjadi 1-1.
Espanyol bahkan memiliki peluang emas untuk berbalik unggul. Roberto Fernández gagal memanfaatkan sundulan di depan gawang yang sudah terbuka pada masa tambahan waktu babak pertama.
Di sisi lain, Madrid terus mendapatkan peluang.
Kylian Mbappé beberapa kali dibuat frustrasi oleh Marko Dmitrovic. Kiper Espanyol tersebut menggagalkan peluang pertama Mbappé dengan kakinya sebelum kembali menahan tembakan rendah sang penyerang.
Madrid terus menekan
Memasuki babak kedua, tekanan Madrid semakin besar. Dmitrovic kembali melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan sundulan Bellingham. Mbappé kemudian gagal memanfaatkan bola rebound ketika gawang sudah terbuka.
Ibrahima Konaté juga hampir mencetak gol melalui sundulan, tetapi bola justru mengarah langsung ke Dmitrovic.
Madrid terus mencoba dari berbagai cara. Mbappé dan Denzel Dumfries memiliki tembakan yang diblok, sementara sepakan keras Federico Valverde dari luar kotak penalti hanya membentur tiang.
Mourinho kemudian memasukkan beberapa pemain untuk mengubah jalannya pertandingan.
Yan Diomande menjalani debutnya sebagai pemain pengganti Arda Güler pada menit ke-64. Sementara Carlos Espí masuk menggantikan Bellingham 16 menit kemudian. Keputusan terakhir tersebut akhirnya menjadi penentu.
Espí muncul sebagai pahlawan
Ketika pertandingan tampaknya akan berakhir imbang, Espí menemukan momen yang sudah ditunggu Madrid.
Mbappé berhasil dikepung para pemain bertahan Espanyol di dalam kotak penalti, tetapi bola liar kemudian jatuh ke arah Espí.
Penyerang tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung menyambar bola dari jarak dekat.
Gol! 2-1 untuk Real Madrid.
Espí menjadi pahlawan kemenangan sekaligus mencetak gol dalam debut kompetitifnya bersama Los Blancos setelah bergabung dari Levante pada musim panas.
Kemenangan tersebut memang tidak diraih dengan mudah. Espanyol memberikan perlawanan sengit dan sempat membuat Madrid frustrasi sepanjang pertandingan. Namun, bagi Mourinho, hasil akhirnya adalah yang terpenting.
Debut LaLiga berbuah tiga poin, dan Carlos Espí langsung memperkenalkan dirinya sebagai nama yang patut diperhatikan di era kedua Mourinho.