← Beranda
Rooney Sindir Luke Shaw Saat Manchester United Dihancurkan Hull City
M Shofyan Dwi KurniawanMinggu, 23 Agustus 2026 | 23.08 WIB
Wayne Rooney / Foto: ig @waynerooney

JawaPos.com - Manchester United mengawali musim Premier League 2026/27 dengan hasil mengecewakan. Bertandang ke Stadion MKM, pasukan Michael Carrick justru takluk 0-2 dari tim promosi Hull City.

Semi Ajayi membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-17 sebelum Nobel Mendy menggandakan skor 21 menit kemudian. United gagal memberikan respons berarti hingga pertandingan berakhir.

Performa buruk tersebut membuat Wayne Rooney ikut angkat bicara. Mantan penyerang sekaligus legenda Manchester United itu secara khusus menyoroti kesalahan Luke Shaw yang berujung pada gol kedua Hull.

Baca Juga: Yan Diomande Dapat Pesan Tentang José Mourinho Lewat Didier Drogba

Rooney kritik cara Shaw bertahan

Gol kedua Hull lahir melalui bola mati. Regan Slater mengirimkan umpan berbahaya ke kotak penalti yang kemudian disundul Mendy ke gawang United.

Namun, melansir Metro Sport, menurut Rooney, masalah utamanya sudah terlihat sebelum bola dikirimkan. Shaw bergerak terlalu dalam sehingga membuat seluruh pemain Hull tetap berada dalam posisi onside.

“Ini adalah cara bertahan ala anak sekolah dari Luke Shaw."

Rooney menilai kesalahan posisi tersebut membuat lini belakang United berada dalam situasi yang sangat sulit.

“Manchester United memiliki lini pertahanan yang bagus, Hull pasti sudah menunggu momen ini sepanjang hari, Luke Shaw masuk ke dalam, dia berada lima yard di belakang garis pertahanannya dan jika bola cukup bagus, yang memang demikian, mustahil untuk dihentikan.”

Menurut Rooney, Hull memang sudah memiliki rencana yang jelas sejak awal pertandingan. Mereka terus mengirimkan bola ke kotak penalti dan berusaha memenangkan bola kedua.

“Hull punya rencana permainan, mereka mengirimkan bola ke kotak penalti, merebut bola-bola kedua, dan Manchester United kesulitan.”

United dianggap terlalu pasif

Kritik Rooney tidak berhenti pada kesalahan Shaw.

Ia menilai masalah yang lebih besar adalah intensitas Manchester United secara keseluruhan. Setan Merah dianggap terlalu pasif ketika menghadapi sistem permainan Hull.

“Mereka bermain bertahan di tengah lapangan, tidak memberikan tekanan pada bola, saya rasa mereka hanya memenangkan dua bola di sepertiga akhir lapangan Hull, perlu ada lebih banyak energi dalam tekanan, bagaimana mereka bermain dan merebut kembali bola. Hari ini semuanya terlalu pasif.”

Rooney juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat melihat Hull menggunakan sistem serupa ketika menghadapi AC Milan pada pertandingan sebelumnya.

Menurutnya, Hull kemungkinan belajar dari pertandingan tersebut dan kemudian menyesuaikan pendekatan mereka ketika menghadapi United.

“Saya menonton pertandingan AC Milan pekan lalu dan mereka Hull memainkan sistem yang sama, mereka bermain dengan bek sayap dan Manchester United benar-benar kesulitan untuk mengatasinya.”

“Mungkin Hull telah melihat pertandingan pekan lalu dan mengubah strategi mereka, dan menurut saya itu wajar jika memang demikian karena mereka terlihat sebagai tim yang sangat bagus hari ini.”

United harus kembali menjadi tim yang ditakuti

Rooney juga menyoroti perkembangan Manchester United sejak Carrick mengambil alih tim.

Menurutnya, finis di posisi ketiga musim lalu dan lolos ke Liga Champions merupakan fondasi yang bagus. Namun, United harus berkembang menjadi tim yang membuat lawan merasa takut sebelum pertandingan dimulai.

“Untuk membangun itu Anda harus menjadi tim yang ditakuti tim lain untuk dihadapi.”

Masalahnya, hal tersebut tidak terlihat ketika United menghadapi Hull.

Rooney menilai United tidak cukup agresif dalam melakukan pressing dan merebut bola kembali. Bahkan setelah tertinggal, intensitas permainan mereka tidak meningkat secara signifikan.

Kekalahan dari Hull akhirnya menjadi peringatan awal bagi Carrick. United bukan hanya gagal mencetak gol, tetapi juga kesulitan menghadapi pendekatan lima bek yang agresif serta kalah dalam duel dan intensitas.

Bagi Rooney, satu hal paling jelas dari penampilan tersebut adalah United terlalu pasif. Dan jika ingin bersaing di papan atas, perubahan mentalitas itu harus segera dilakukan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho