JawaPos.com - Yan Diomande akhirnya merasakan langsung bagaimana rasanya menjadi bagian dari Real Madrid. Namun, sebelum benar-benar menjalani petualangannya di Santiago Bernabéu, pemain muda Pantai Gading itu mendapat satu nasihat penting dari legenda negaranya, Didier Drogba.
Diomande, 19 tahun, bergabung dengan Real Madrid dari RB Leipzig pada musim panas ini dengan nilai transfer yang disebut mencapai £100 juta. Ia kini menjadi bagian dari skuad bertabur bintang yang dihuni Vinícius Júnior, Kylian Mbappé, Jude Bellingham dan sejumlah pemain top lainnya.
Yang membuat pengalaman tersebut semakin menarik adalah sosok yang berada di pinggir lapangan: José Mourinho.
Baca Juga: Prediksi Barcelona vs Elche: Hansi Flick Siap Pasang Striker Kejutan
Drogba memperingatkan Diomande soal Mourinho
Drogba pernah bekerja bersama Mourinho dalam dua periode di Chelsea. Karena itu, Diomande merasa penting untuk meminta nasihat dari mantan striker tersebut.
Melansir ESPN, dalam wawancara dengan Sporty TV, Diomande mengungkapkan bahwa dirinya berbicara dengan Drogba hanya beberapa hari sebelum wawancara tersebut.
"Kami berbicara dua hari yang lalu, dia mengatakan kepada saya bahwa Mourinho adalah ayah saya, hati-hati, Anda harus bekerja keras."
Nasihat tersebut jelas menggambarkan bagaimana Drogba melihat karakter Mourinho sebagai seorang pelatih.
Diomande juga mengatakan bahwa dirinya sangat menghormati Drogba dan akan mendengarkan setiap nasihat yang diberikan sang legenda.
"Tapi dia orang baik dan tentu saja Anda akan mendengarkan karena dia seorang legenda, dia masih seorang legenda."
Bagi Diomande, pengalaman berbicara dengan sosok seperti Drogba justru menjadi sumber motivasi tambahan.
"Jadi, Anda harus mendengarkan dan ada baiknya untuk berdiskusi dengan mereka karena saya mendapatkan banyak motivasi dari mereka, jadi itu mendorong saya untuk bekerja keras agar menjadi legenda juga."
Siap berkorban untuk Mourinho
Diomande tampaknya sudah memahami reputasi Mourinho sebagai pelatih yang menuntut dedikasi penuh dari para pemainnya.
Menurutnya, karakter Mourinho membuat pemain terdorong untuk memberikan segalanya di lapangan.
"Anda bermain untuk Mourinho, Anda ingin berkorban untuk Mourinho, karena Anda tahu karakternya dan bagaimana dia sebenarnya."
"Jadi semua orang ingin mati untuknya dan kau siap mati untuknya."
Kalimat tersebut menunjukkan bahwa Diomande tidak melihat tuntutan Mourinho sebagai sesuatu yang perlu ditakuti. Sebaliknya, ia justru menganggapnya sebagai bagian dari proses untuk berkembang menjadi pemain top.
Mimpi menjadi salah satu pemain terbaik dunia
Diomande juga tidak menyembunyikan ambisinya. Meski baru berusia 19 tahun dan masih memiliki perjalanan panjang untuk membuktikan diri di level tertinggi, ia sudah memasang target besar dalam kariernya.
"Saya masih ingin menjadi salah satu pemain besar di dunia."
"Itu adalah ide saya sejak awal dan tidak pernah berubah, jadi saya terus bekerja dan terus mengejar mimpi saya setiap hari."
Ia juga memahami bahwa kepercayaan diri harus berjalan bersama kerendahan hati.
"Anda harus percaya diri, Anda tentu saja harus rendah hati, tetapi Anda harus percaya diri dan saya sedang berupaya untuk itu."
Bergabung dengan Real Madrid sendiri terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan bagi Diomande.
"Rasanya seperti mimpi [bergabung dengan Real Madrid], seperti mimpi karena tidak ada klub yang lebih besar dari Madrid dan ketika Madrid datang dan mengatakan mereka menginginkanmu, rasanya seperti mimpi dan aku tidak bisa tidur, aku tidak percaya."
Kini, mimpi tersebut benar-benar menjadi kenyataan.
"Hari ini saya berada di sini [di Bernabéu] dan saya sangat bahagia dan bangga."
Dengan dukungan Drogba serta kesempatan bekerja bersama Mourinho, Diomande memiliki kesempatan besar untuk berkembang.