JawaPos.com - Pelatih Wrexham Phil Parkinson mempertanyakan keputusan wasit Andrew Kitchen yang memberi waktu tambahan dalam pertandingan Championship melawan Cardiff City pada Selasa (18/8).
Wrexham yang sempat unggul hingga penghujung laga harus puas bermain imbang 1-1 setelah Rubin Colwill mencetak gol melalui tendangan bebas pada menit-menit akhir.
Parkinson menilai pertandingan seharusnya hanya mendapatkan tambahan waktu sekitar empat menit. Menurut Parkinson, tidak ada insiden berarti pada babak kedua yang membuat waktu pertandingan harus diperpanjang hingga enam menit. Kemudian, tambahan waktu dua menit kembali diberikan setelah George Dobson melakukan pelanggaran terhadap Joel Colwill di dekat kotak penalti sehingga membuat total waktu tambahan menjadi 90+8.
Baca Juga: Menang Mudah! Aldila Sutjiadi Lanjutkan Langkah ke Perempat Final Ganda Cincinnati Open 2026
“Sejujurnya, Saya tidak tahu dari mana wasit mendapatkan enam menit. Menurut saya, waktunya lebih seperti empat menit. Saya rasa tidak ada cedera pada babak kedua dan saya pikir pekerjaan kami sudah selesai,” ujar Parkinson. Keputusan itu terbukti krusial bagi Wrexham. Dua menit setelah pelanggaran Dobson, Rubin Colwill melepaskan tendangan bebas keras yang melambung melewati pagar betis Wrexham dan tidak mampu dihentikan kiper Anthony Patterson.
Gol itu menggagalkan kemenangan Wrexham yang sebenarnya tampil dominan sepanjang laga. Tim tamu bahkan sudah membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan tiga menit melalui Kieffer Moore. Moore yang pernah memperkuat Cardiff, kembali menjadi mimpi buruk bagi mantan klubnya dengan mencetak gol ketujuh dalam kariernya menghadapi Cardiff. Sang penyerang juga hampir menggandakan keunggulan Wrexham tetapi sundulannya hanya menyentuh bagian atas mistar gawang.
Baca Juga: Resmi Berseragam Blaugrana! Barcelona Umumkan Kedatangan Rodri
Wrexham kembali memperoleh sejumlah peluang pada babak kedua. Salah satunya melalui Callum Doyle yang melepaskan tembakan keras, tetapi bola hanya membentur tiang gawang. Doyle juga kembali memiliki peluang untuk mencetak gol, tetapi upayanya berhasil digagalkan kiper Cardiff, Nathan Trott.
“Kami memiliki cukup banyak peluang untuk mengakhiri pertandingan. Seharusnya kami sudah unggul jauh,” kata Parkinson. Meski kecewa dengan hasil akhir, Parkinson tetap memberikan apresiasi terhadap performa anak asuhnya. Parkinson menilai Wrexham mampu menunjukkan kualitas permainan yang tinggi, terutama dalam situasi menyerang, sekaligus tetap tenang menghadapi atmosfer pertandingan yang intens di markas Cardiff.
Baca Juga: Jadi Pemain Barcelona, Rodri: Hati Saya Akan Selalu Terikat dengan Manchester City
“Beberapa permainan menyerang kami berada pada level yang sangat tinggi dan dalam banyak hal saya senang dengan penampilan kami. Namun, tentu saja ketika Anda kebobolan pada akhir pertandingan, itu menyakitkan,” tuturnya.
Parkinson mengakui Cardiff mulai meningkatkan tekanan dengan mengirim lebih banyak bola ke dalam kotak penalti pada fase akhir pertandingan. Wrexham mampu meredam sebagian besar tekanan itu, tetapi gagal memaksimalkan peluang lewat serangan balik.
“Jelas mereka memasukkan bola-bola ke dalam kotak penalti dan semakin dalam mendekati akhir pertandingan kami bertahan menghadapi itu. Kami tahu mereka akan mengirim banyak pemain ke depan, tetapi di sisi lain kami memiliki beberapa peluang bagus dalam transisi,” ujar Parkinson.
Pelatih berusia 58 tahun itu juga menegaskan bahwa timnya tidak merasa berada dalam tekanan besar sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Lolos dari Lubang Jarum! Bimo/Arlya Selamat dari 4 Match Point di Laga Debut Kejuaraan Dunia
“Saya sebenarnya tidak merasa terlalu terganggu. Saya merasa sangat nyaman dalam atmosfer yang penuh tekanan. Kami datang ke sini, menjalani pertandingan pertama di divisi ini, dan stadion begitu bergemuruh,” katanya.
Parkinson menilai atmosfer pertandingan yang sangat intens justru menunjukkan kemampuan Wrexham dalam menjaga konsentrasi. “Atmosfernya luar biasa, tetapi kami menghadapinya dengan ketenangan dan keyakinan sebuah tim yang datang ke pertandingan dengan percaya bahwa kami bisa menang. Kami memang tidak berhasil melakukannya, tetapi ketika saya melihat kembali dan menilai para pemain satu per satu, saya pikir ada beberapa penampilan yang benar-benar berada di level tinggi,” ujar Parkinson.