← Beranda
3 Perubahan Besar VAR Premier League: Suara Wasit hingga Penilaian Kesalahan Mulai Dibuka
Andre Rizal HanafiRabu, 19 Agustus 2026 | 13.15 WIB
Ilustrasi: Wasit di Premier League sedang melihat rekaman VAR. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Premier League menyiapkan sejumlah perubahan dalam penggunaan Video Assistant Referee (VAR) pada musim 2026/27 untuk membuat proses pengambilan keputusan wasit lebih terbuka sekaligus membantu suporter memahami alasan di balik keputusan kontroversial.

Ada tiga perubahan utama yang akan diterapkan. Salah satunya adalah publikasi komunikasi antara wasit di lapangan dengan ofisial VAR. Informasi tersebut nantinya akan diberikan dalam sejumlah insiden tertentu yang dinilai membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

Premier League sebelumnya sudah mencoba meningkatkan transparansi VAR melalui penjelasan singkat di layar besar stadion. Ketika wasit mengubah keputusan setelah melihat monitor di pinggir lapangan, penjelasan juga dapat disampaikan langsung kepada penonton.

Baca Juga: Giannis Konstantelias Dijual ke Borussia Dortmund, Ratusan Suporter PAOK Salonika Duduki Stadion

Selain itu, informasi serupa dibagikan melalui kanal media sosial resmi liga. Namun, Premier League merasa langkah tersebut masih bisa dikembangkan agar suporter mendapat gambaran yang lebih jelas mengenai proses pengambilan keputusan.

Ke depan, penjelasan yang diberikan bisa mencakup keputusan awal wasit di lapangan atau biasa disebut referee's call. Publik juga dapat mengetahui alasan VAR tidak melakukan intervensi atau mengapa mereka meminta wasit melakukan pengecekan melalui monitor.

Kepala Pro-Ref, Howard Webb, mendukung langkah tersebut. Menurutnya, semakin banyak informasi yang diberikan kepada publik, semakin besar pula peluang suporter dan klub memahami bagaimana keputusan wasit dibuat.

Webb juga masih mendorong International Football Association Board (IFAB) agar membuka lebih banyak komunikasi antara para ofisial untuk disiarkan kepada publik. Salah satu yang menjadi perhatian adalah percakapan langsung dalam proses VAR.

Baca Juga: Andhika Wijaya Tulis Pesan Perpisahan Usai Resmi Dipinjamkan Bali United

Audio Ref Cam Mulai Dibuka

Perubahan menarik lainnya berkaitan dengan teknologi ref cam yang digunakan oleh wasit. Untuk pertama kalinya, audio dari kamera tersebut akan tersedia bagi penonton televisi ketika pertandingan berlangsung.

Selama ini, rekaman gambar dari ref cam dapat digunakan dalam tayangan, tetapi audio yang menyertainya belum dibuka kepada publik.
Pada awal musim, Premier League masih akan menggunakan rekaman gambar tanpa suara. 

Namun, audio ref cam akan mulai diperkenalkan secara bertahap dalam beberapa pekan berikutnya.

Teknologi tersebut biasanya digunakan dalam satu atau dua pertandingan pada setiap pekan pertandingan. 

Rekaman suara nantinya bisa membantu penonton mengetahui komunikasi wasit ketika terjadi insiden tertentu di lapangan.

Baca Juga: Everton Bidik Richarlison, Tottenham Tahan Mantan Bintang The Toffees dengan Harga Tinggi

Penilaian Kesalahan VAR Ikut Dipublikasikan

Premier League juga akan membuka hasil evaluasi dari Key Match Incident Panel. Panel yang terdiri dari lima orang, termasuk mantan pemain, wasit, dan pelatih, bertugas menilai berbagai insiden yang berhubungan dengan kemungkinan intervensi VAR.

Pada musim lalu, panel tersebut menemukan 25 kesalahan dalam keputusan setelah proses peninjauan VAR. Mereka kemudian membedakan kesalahan yang seharusnya diperbaiki dengan keputusan yang masih berada di bawah ambang batas intervensi VAR.

Hasil evaluasi panel akan dipublikasikan sekitar 10 hari setelah pertandingan. Waktu tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih tenang setelah pertandingan selesai.

Dengan tiga perubahan tersebut, Premier League ingin membuat sistem VAR lebih terbuka. Suporter tidak hanya menerima keputusan akhir, tetapi juga mendapat informasi mengenai alasan di balik keputusan tersebut.

Langkah ini diharapkan bisa mengurangi perdebatan panjang mengenai VAR dan meningkatkan pemahaman publik terhadap proses kerja para wasit di Premier League.

EDITOR: Banu Adikara