← Beranda
Terungkap, Ini Permintaan Tersembunyi Wasit Piala Dunia kepada Lionel Messi
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 18 Agustus 2026 | 14.12 WIB
Slavko Vincic. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Final Piala Dunia antara Argentina dan Spanyol ternyata menyimpan cerita menarik yang baru terungkap setelah rekaman kamera wasit beredar.

Melansir Mirror, wasit pertandingan, Slavko Vincic, ternyata sempat meminta bantuan Lionel Messi untuk mengendalikan rekan setimnya, Leandro Paredes, yang sudah mendapat kartu kuning dan terus bermain dalam tensi tinggi.

"Messi, kendalikan Paredes," terdengar Vincic berkata kepada kapten Argentina tersebut.

"Dia sudah kena kartu kuning. Tolong kendalikan. Selalu, selalu."

Permintaan tersebut menunjukkan betapa Vincic menyadari potensi masalah yang bisa ditimbulkan Paredes sepanjang pertandingan.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Isyaratkan Akan Pensiun Musim Depan

Paredes Sudah Berada di Bawah Tekanan

Paredes baru masuk pada babak pertama, tetapi hanya membutuhkan waktu enam menit untuk mendapatkan kartu kuning akibat pelanggaran keras.

Sejak saat itu, gelandang berusia 32 tahun tersebut harus bermain dalam kondisi terancam kartu merah. Situasi semakin rumit setelah Enzo Fernandez juga harus meninggalkan lapangan lebih awal.

Vincic tampaknya memilih pendekatan berbeda untuk menjaga Paredes tetap tenang. Alih-alih langsung mengambil tindakan lebih keras, ia meminta Messi sebagai kapten sekaligus rekan setim untuk membantu mengendalikan sang gelandang.

Namun, permintaan tersebut pada akhirnya tidak sepenuhnya berhasil.

Baca Juga: Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia: Tanamkan Nilai Luhur Sejak Dini

Keributan Pecah Setelah Peluit Akhir

Paredes kemudian menjadi salah satu pemain yang terlibat dalam keributan setelah pertandingan berakhir.

Ia terlihat mendorong Eric Garcia hingga terjatuh dan terlibat dalam pergulatan dengan Gavi. Situasi tersebut membuat suasana final yang seharusnya berakhir dengan perayaan berubah menjadi keributan.

FIFA kemudian membuka proses disipliner terhadap Paredes. Pemain Argentina itu dituduh melakukan tiga tindakan penyerangan.

Bukan hanya Paredes yang mendapat sorotan. Nahuel Molina juga menghadapi dua tuduhan penyerangan, sementara Roberto Ayala, bagian dari staf Argentina, menghadapi satu tuduhan.

Molina terlihat terlibat dalam insiden dengan Rodri, sedangkan Ayala disebut melakukan tindakan terhadap Dani Olmo.

Baca Juga: Calvin Verdonk akan Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Berlaga di Liga Champions

Luis de la Fuente Kecewa

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, mengaku tidak langsung mengetahui keributan tersebut karena sedang merayakan kemenangan bersama para pemainnya.

"Saat itu, saya tidak menyadarinya. Saya sedang merayakan, memeluk rekan-rekan setim," kata De La Fuente kepada televisi Spanyol.

Namun, setelah mengetahui apa yang terjadi, ia mengecam insiden tersebut.

"Namun bagaimanapun juga, ini tidak dapat ditoleransi, tidak dapat diterima, dan tidak boleh dibiarkan."

"Para pemain sekaliber mereka, yang saya puji beberapa hari sebelum pertandingan dan terus saya puji, yang merupakan pemain hebat dengan pelatih yang luar biasa, pastinya mereka merasa sama buruknya dengan kami melihat reaksi-reaksi tersebut."

De la Fuente juga memuji sikap pemain Spanyol yang menurutnya mampu menjaga ketenangan meski mendapat provokasi.

"Saya ingin menyoroti perilaku kami dalam menghadapi agresi dan provokasi semacam itu. Para pemain kami selalu menjaga ketenangan dan berperilaku layaknya profesional sejati."

Baca Juga: Menemani Latihan Sejak Usia 7 Tahun, Perjuangan Ayah Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia

Drama Paredes Belum Berakhir

Menariknya, kontroversi Paredes ternyata tidak berhenti setelah final Piala Dunia.

Ketika kembali memperkuat Boca Juniors, pemain veteran tersebut kembali menjadi sorotan setelah menendang bola ke arah pemain Central Córdoba yang sedang berusaha bangkit setelah dilanggar.

Paredes hanya bermain selama 14 menit dalam pertandingan tersebut.

Rangkaian kejadian itu membuat permintaan Vincic kepada Messi dalam final Piala Dunia terasa semakin menarik. Bahkan sang wasit tampaknya sudah melihat sejak awal bahwa Paredes membutuhkan perhatian khusus agar emosinya tidak meledak.

EDITOR: Banu Adikara