← Beranda
AC Milan Tunjukkan Kelemahan Manchester United Jelang Musim Baru
M Shofyan Dwi KurniawanSenin, 17 Agustus 2026 | 01.45 WIB
Kekalahan 4-2 dari AC Milan menjadi sinyal bahaya bagi Manchester United menjelang Premier League. (ig @acmilan)

 

JawaPos.com - Manchester United menutup rangkaian pramusim dengan hasil yang tentu ingin segera dilupakan.

Hanya sepekan sebelum pertandingan pembuka Premier League melawan tim promosi Hull City, pasukan Michael Carrick dua kali unggul atas AC Milan.

Namun, keunggulan tersebut akhirnya sirna setelah Milan bangkit dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 4-2 di Wroclaw.

Baca Juga: AC Milan Kalahkan Manchester United, Ruben Amorim: Mereka Lebih Membosankan

Melansir BBC, hasil ini sekaligus memperlihatkan sejumlah kelemahan yang masih harus dibenahi Carrick sebelum musim kompetisi benar-benar dimulai.

Ada Beberapa Kabar Positif

Kekalahan tersebut memang mengecewakan, tetapi tidak semuanya berjalan buruk bagi United.

Marcus Rashford, Kobbie Mainoo, dan Lisandro Martinez akhirnya mendapatkan penampilan pertama mereka di pramusim. Bruno Fernandes dan Youri Tielemans juga bermain selama 90 menit penuh.

Baca Juga: Shayne Pattynama Senang Kembali Bergabung Bersama Persija

United juga tampaknya tidak mengalami masalah cedera baru dalam pertandingan tersebut.

Kondisi itu menjadi kabar cukup baik setelah Mason Mount masih harus menepi akibat masalah pada kakinya yang dialami di Gothenburg sepekan sebelumnya. 

Cedera yang awalnya dianggap ringan tersebut ternyata membuat pemain yang tampil impresif sepanjang pramusim itu absen dalam hampir tiga pertandingan.

Namun, menjelang kompetisi resmi, performa dan hasil pertandingan tetap menjadi bagian penting dari narasi sebuah tim. Dan kekalahan 4-2 dari Milan jelas bukan cara ideal untuk mengakhiri persiapan.

Milan Membongkar Masalah di Sisi Kanan United

Salah satu persoalan yang terlihat jelas adalah bagaimana United kesulitan menghadapi serangan Milan ketika permainan dialihkan ke sisi kanan.

Luke Shaw bermain penuh, tetapi kerap memiliki terlalu banyak ruang yang harus ditutupnya. Dukungan dari pemain di sekitarnya juga belum cukup sehingga Milan bisa mengeksploitasi area tersebut.

Baca Juga: Turnamen City Of Heroes Jadi Pembibitan Hoki Es di Surabaya

Masalah lainnya muncul dari jarak antara lini pertahanan dan lini tengah.

Celahnya memang tidak terlalu besar, tetapi United gagal menutup ruang tersebut dengan cepat ketika Milan mulai meningkatkan tekanan.

Hasilnya, beberapa pemain Milan mampu menerima bola di area berbahaya sebelum mengancam gawang Senne Lammens.

Baca Juga: Danijel Loncar Sudah Berlatih, Persib Berpeluang Turunkan Bek Kroasia saat Lawan Bali United

Sang kiper justru menjadi salah satu pemain United yang tampil cukup baik.

Tanpa sejumlah penyelamatan pentingnya, kerusakan yang dialami Setan Merah mungkin bisa lebih parah.

Kurangnya Pengalaman Andrey Santos Terlihat

Pertandingan ini juga memberikan pelajaran berharga mengenai Andrey Santos.

Baca Juga: Islam Makhachev Atasi Garry untuk Pertahankan Gelar Juara UFC

Pemain yang baru didatangkan tersebut tampil menjanjikan dalam beberapa pertandingan pramusim sebelumnya. Namun, menghadapi Milan, keterbatasan pengalamannya mulai terlihat.

United membutuhkan gelandang yang mampu membaca situasi dengan cepat, terutama ketika lawan mulai menguasai permainan dan mengeksploitasi ruang di antara lini.

Bersama Bruno Fernandes dan Youri Tielemans, Santos masih harus menemukan konsistensi dalam menjaga keseimbangan lini tengah.

Itu menjadi salah satu keputusan penting yang harus dibuat Carrick sebelum pertandingan melawan Hull.

Baca Juga: Novak Djokovic Tersingkir di Cincinnati, Ungkap Kondisi Kesehatan di Balik Kekalahan

Tiga Gol Milan dari Jarak Dekat

Yang semakin mengkhawatirkan, tiga dari empat gol Milan tercipta dari situasi jarak dekat.

Pertahanan United terlalu mudah ditembus dan memberikan Milan kesempatan untuk menyelesaikan serangan dari area berbahaya.

Gol keempat menjadi contoh paling jelas. Ruben Loftus-Cheek mampu melewati Lisandro Martinez dan terus berlari tanpa berhasil dihentikan sebelum melepaskan tembakan yang menaklukkan Lammens.

Baca Juga: Lihat Bakat Muda di Festival Grassroot Arema FC, Marcos Santos Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Pertandingan tersebut juga tidak menggunakan VAR, sehingga muncul perdebatan mengenai salah satu gol Milan yang dinilai berada dalam posisi offside berdasarkan tayangan ulang.

Namun, terlepas dari kontroversi tersebut, persoalan utama United tetap sama: pertahanan mereka terlalu mudah dieksploitasi.

Carrick: “Tidak Ada Alasan”

Kekalahan ini menjadi ujian terakhir Carrick sebelum pertandingan resmi dimulai.

Baca Juga: Menang atas Sabah FC, Marc Klok Bilang Persib Sedang Membangun Tim

United sebenarnya menjalani sebagian besar pramusim dengan cukup positif, tetapi penampilan melawan Milan memberikan banyak bahan evaluasi bagi sang pelatih.

Carrick sendiri tidak mencari alasan.

"Kami kecewa dengan hasil hari ini. Kami tidak bermain dengan baik. Tidak ada alasan yang bisa diterima," kata Carrick kepada MUTV setelah pertandingan.

Kini, waktu Carrick untuk memperbaiki persoalan tersebut semakin sedikit.

Baca Juga: Pieter Huistra Senang Lihat Perkembangan Tim PSS Sleman usai Uji Tanding Kontra Persita

Pertandingan melawan Hull City hanya tinggal beberapa hari lagi. 

Jika United ingin memulai musim dengan langkah positif, mereka harus memastikan kelemahan yang terlihat saat menghadapi Milan tidak kembali terulang ketika tiga poin mulai dipertaruhkan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah