← Beranda
Kepala Wasit UEFA Ingin Ada Perubahan dalam Penggunaan VAR
M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 15 Agustus 2026 | 21.47 WIB
VAR di Piala Dunia 2026. (@laragionedistato)

 

JawaPos.com - Kepala wasit UEFA Roberto Rosetti menyerukan perubahan dalam penerapan Video Assistant Referee (VAR) di sepak bola Eropa.

Menurut Roberto Rosetti, teknologi tersebut perlu kembali digunakan sesuai tujuan awalnya dan tidak terlalu sering mencampuri keputusan wasit di lapangan.

Roberto Rosetti baru menggelar pertemuan dengan pejabat senior dari lima liga top Eropa, yakni Premier League, Serie A, La Liga, Ligue 1, dan Bundesliga.

Baca Juga: Kylian Mbappe dan Jude Bellingham Kompak Puji Jose Mourinho: Real Madrid Siap Bangkit

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya UEFA menyamakan pemahaman mengenai penerapan VAR menjelang musim baru.

UEFA Ingin VAR Tidak Terlalu Banyak Campur Tangan

Melansir ESPN, Rosetti mengakui bahwa penggunaan VAR masih menimbulkan ketidakpuasan di berbagai kompetisi Eropa.

"Kami menyadari bahwa di mana-mana sekarang tidak ada kepuasan tentang bagaimana VAR memengaruhi sepak bola," ujar Roberto Rosetti.

Baca Juga: Persija Jakarta Jalani Dua Uji Coba Lawan Klub Thailand, Catat Tanggalnya!

Menurut dia, wasit harus berhati-hati agar teknologi tidak digunakan untuk mengoreksi setiap insiden kecil yang terjadi selama pertandingan.

"Jadi, kami ingin menghindari situasi yang terlalu kecil. Konteks sangat penting. Ini sepak bola, bukan PlayStation. Kita harus sangat, sangat berhati-hati," tutur Roberto Rosetti.

Bagi Rosetti, keberadaan VAR seharusnya tidak menghilangkan peran utama wasit sebagai pengambil keputusan di lapangan.

Perbedaan Interpretasi Handball Jadi Sorotan

Salah satu persoalan yang paling terlihat di antara kompetisi Eropa adalah bagaimana pelanggaran handball ditafsirkan.

Rosetti mengakui bahwa pertandingan sepak bola tidak akan pernah sepenuhnya seragam karena setiap wasit bisa memiliki interpretasi berbeda.

Namun, UEFA ingin setidaknya terdapat pemahaman yang lebih konsisten mengenai penerapan Laws of the Game.

Baca Juga: Transfer Zion Suzuki ke Juventus Terancam Batal, PSG Belum Putuskan Masa Depan Chevalier

"Idenya adalah untuk lebih konsisten dalam penerapan hukum. Persepsi tentang bola tangan di Inggris berbeda," ungkap Roberto Rosetti.

"Sepak bola tidak sempurna, dan terkadang kita akan terus mengalami situasi serupa yang ditafsirkan dengan cara berbeda, tetapi setidaknya kita bekerja sama," imbuh dia.

Perbedaan tersebut menjadi salah satu alasan UEFA ingin memperkuat komunikasi dengan kompetisi-kompetisi domestik.

Baca Juga: Pemain Liverpool Curtis Jones Dilirik Inter Milan, Fleksibilitasnya Bisa Jadi Senjata

VAR Harus Kembali ke Tujuan Awalnya

VAR telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sepak bola modern, tetapi juga tidak pernah lepas dari kontroversi.

Premier League sendiri mulai menggunakan teknologi tersebut pada musim 2019-20 dan sejak saat itu perdebatan mengenai batas campur tangan VAR terus berlangsung.

Rosetti ingin teknologi tersebut kembali kepada prinsip dasarnya yaitu memperbaiki kesalahan yang jelas dan nyata, bukan menggantikan keputusan wasit setiap kali terjadi insiden yang bisa diperdebatkan.

Baca Juga: Enam Pemain Persija Jakarta Dapat Latihan Khusus di TC Thailand, Termasuk Rizky Ridho

"Kami menyukai wasit yang berkarakter, mengambil keputusan di lapangan, dan VAR hanya campur tangan untuk situasi yang jelas dan nyata," kata Roberto Rosetti.

"Gambar yang sangat jernih tanpa terlalu banyak tayangan ulang. Itu adalah sesuatu yang sangat penting bagi kami," imbuh dia.

Rosetti bahkan menilai beberapa tinjauan di lapangan mulai terlalu jauh dari konteks permainan.

"Kami melihat bahwa beberapa tinjauan di lapangan tidak terkait dengan sepak bola. Ini tentang kecepatan normal, konteks. Ini tentang sepak bola," terang Roberto Rosetti.

Baca Juga: Antonela Roccuzzo Dampingi Lionel Messi di Tengah Masa Berkabung

UEFA Luncurkan Clear Line

Untuk membantu meningkatkan pemahaman publik mengenai VAR, Rosetti dan UEFA juga memperkenalkan Clear Line, sebuah portal video yang berisi contoh situasi kapan VAR seharusnya digunakan dan kapan teknologi tersebut tidak perlu melakukan intervensi.

Rosetti menjelaskan bahwa proyek tersebut dibuat agar klub, pemain, dan suporter dapat memahami alasan di balik keputusan VAR.

"Kami mulai berpikir bagaimana kami bisa membantu semua orang untuk lebih memahami VAR. Ini adalah sebuah perpustakaan, sebuah struktur, sebuah dokumen di mana kami menjelaskan kapan dan bagaimana VAR akan melakukan intervensi," ucap Roberto Rosetti.

Baca Juga: 14 Pemain Absen, Persib Bandung Siapkan Strategi Hadapi Sabah FC di Bali

Portal tersebut nantinya dapat digunakan penggemar setelah pertandingan untuk membandingkan insiden yang mereka lihat dengan contoh-contoh yang telah disediakan UEFA.

"Ini bukan halaman web untuk wasit. Ini adalah tempat yang akan Anda kunjungi setelah pertandingan Liga Champions untuk memeriksa bagaimana sebuah insiden dibandingkan dengan arsip ini. Ini untuk klub, untuk para pemain, untuk para penggemar," papar Roberto Rosetti.

Dengan pendekatan tersebut, UEFA berharap perdebatan mengenai VAR tidak lagi hanya berpusat pada apakah sebuah keputusan benar atau salah, tetapi juga pada kapan teknologi memang seharusnya ikut campur dalam pertandingan.

Baca Juga: Persib Bandung dan bank bjb Kembali Berkolaborasi, Siap Bangun Cerita Baru di Musim 2026/27

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah