← Beranda
Wonderkid Aston Villa Brian Madjo Cetak Gol Debut Kontra PSG, John McGinn Terpukau
Aprillia JPJumat, 14 Agustus 2026 | 14.25 WIB
Brian Madjo mencetak gol pada debut bersama Aston Villa melawan PSG. John McGinn memuji fisik dan mentalitas striker 17 tahun itu. (Dok. @brian_madjo/Instagram)

JawaPos.com - Brian Madjo langsung mencuri perhatian pada debutnya bersama Aston Villa. Penyerang 17 tahun itu mencetak gol ke gawang PSG dalam kekalahan 1-2 pada Piala Super Eropa di Salzburg, Kamis (13/8), sekaligus menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah kompetisi tersebut.

Kapten Aston Villa John McGinn pun memberikan pujian khusus kepada Madjo. Menurutnya, penampilan sang striker semakin mengesankan karena ia mampu bangkit setelah beberapa peluang sebelumnya gagal menjadi gol.

Madjo sebenarnya bisa saja mencetak lebih dari satu gol dalam pertandingan tersebut. Penyerang setinggi 193 sentimeter itu dua kali mengancam melalui sundulan yang melebar dan sempat melepaskan tembakan yang membentur tiang gawang.

Gol yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-45. Menerima umpan silang McGinn, Madjo menggunakan kekuatan fisiknya untuk menahan Willian Pacho sebelum melepaskan tembakan yang mengarah ke sisi dalam tiang jauh.

Gol tersebut membuat skor menjadi 1-1 sekaligus menandai awal yang luar biasa bagi Madjo di tim utama Aston Villa.

“Dia benar-benar luar biasa. Usianya baru 17 tahun dan dia memiliki kondisi fisik yang sangat bagus,” kata McGinn dikutip dari ESPN.

Di balik debut tersebut terdapat penantian panjang. Madjo didatangkan Aston Villa dari Metz pada Januari 2026, tetapi persoalan regulasi FIFA terkait kelayakan pemain di bawah usia 18 tahun membuatnya harus menunggu sekitar delapan bulan sebelum bisa tampil.

Penundaan itu tidak membuat Madjo kehilangan fokus. McGinn justru melihat kemampuan sang penyerang menjaga kondisi fisiknya selama masa penantian sebagai tanda kuatnya mentalitas.

“Dia sudah melalui banyak hal. Dia tidak bisa bermain selama enam bulan hingga satu tahun dan dia mampu menghadapinya dengan luar biasa. Dia tetap menjaga dirinya dalam kondisi yang bagus,” ujar McGinn.

Baca Juga: Jeremy Doku Bertahan di Manchester City, Kontrak Baru hingga 2031

Madjo kemudian menunjukkan kualitas lain yang membuat McGinn semakin terkesan. Meski beberapa peluang sebelumnya terbuang, ia tetap berada di posisi yang tepat hingga akhirnya mendapatkan kesempatan mencetak gol.

“Sangat mudah baginya untuk menundukkan kepala setelah peluang-peluang yang terlewat, tetapi penyerang yang bagus selalu bisa berada di posisi itu. Dia akan menjadi pemain besar bagi kami musim ini,” katanya.

PSG lebih dahulu membuka keunggulan melalui Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-20. Madjo kemudian beberapa kali mengancam pertahanan juara Liga Champions tersebut sebelum mencetak gol penyeimbang.

PSG akhirnya kembali memimpin pada menit ke-60 melalui Desire Doue. Gol tersebut sempat diperiksa VAR untuk memastikan posisi Doué sebelum akhirnya dinyatakan sah dan membawa PSG menang 2-1.

Meski gagal mengangkat trofi, McGinn tetap puas dengan penampilan Aston Villa. Ia menilai timnya mampu memberikan perlawanan sepadan saat menghadapi PSG yang disebutnya sebagai tim terbaik di Eropa, bahkan dunia, saat ini.

“Saya sangat bangga dengan penampilan kami. Kami bermain melawan tim terbaik di Eropa, bahkan tim terbaik di dunia saat ini, dan kami lebih dari layak untuk berada dalam pertandingan tersebut,” ujar McGinn.

Villa tampil berani ketika menguasai bola dan membangun serangan dari lini belakang. Mereka juga mampu menciptakan sejumlah peluang untuk membalikkan keadaan.

“Kami mendapatkan banyak peluang untuk memenangkan pertandingan dan pada malam yang berbeda kami pasti bisa melakukannya. Jadi, kami sangat kecewa, tetapi juga sangat bangga dengan penampilan kami,” lanjutnya.

Penampilan tersebut menjadi modal penting bagi Aston Villa yang memasuki musim baru dengan sejumlah perubahan dalam skuad. Mereka kehilangan beberapa pemain penting, termasuk Morgan Rogers dan Youri Tielemans.

Ollie Watkins, Ezri Konsa, dan Emiliano Martinez juga tidak tampil dalam pertandingan tersebut karena masih menjalani masa istirahat setelah memperkuat tim nasional Inggris dan Argentina di Piala Dunia 2026.

Situasi itu membuat performa Madjo semakin menarik perhatian. Aston Villa kini memiliki opsi muda yang langsung menunjukkan keberanian dan ketajaman ketika diberi kesempatan menghadapi lawan sekelas PSG.

McGinn berharap keberanian yang ditunjukkan Villa dapat menjadi modal menghadapi musim baru. Sang kapten percaya timnya tetap mampu bersaing meski komposisi skuad mengalami perubahan.

“Kami sangat berani dalam menguasai bola. PSG bisa menekan Anda dengan keras, tetapi kami berani mengambil bola di posisi-posisi sulit. Kami membangun serangan dari belakang dan menciptakan peluang-peluang bagus. Jika kami bisa melakukan hal tersebut sepanjang musim ini, kami akan menjalani musim yang hebat lagi. Kami akan menjadi tim yang sangat sulit untuk dihadapi dan mudah-mudahan kami bisa kembali melangkah jauh di kompetisi Eropa,” kata McGinn.

Bagi Madjo, satu gol pada laga debut baru menjadi awal setelah penantian panjang. Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa penampilan impresif melawan PSG bukan sekadar satu malam yang istimewa.

EDITOR: Hendra