← Beranda
Lakukan Rasisme hingga Kekerasan, 9 Suporter Arsenal Dilarang Masuk Stadion
Andre Rizal HanafiRabu, 12 Agustus 2026 | 18.02 WIB
Arsenal menghadapi Borussia Dortmund pada Emirates Cup 2026 di Emirates Stadium, Minggu (9/8/2026). (Arsenal)

 

JawaPos.com - Arsenal mengambil langkah tegas terhadap sejumlah suporter yang terlibat dalam berbagai tindakan pelanggaran sepanjang musim 2025/2026. Sembilan suporter dijatuhi larangan masuk stadion setelah tersangkut kasus mulai dari kekerasan hingga perilaku diskriminatif.

Sanksi yang diberikan Arsenal cukup beragam. Para suporter tersebut tidak diperbolehkan menghadiri pertandingan The Gunners dengan durasi antara satu hingga tiga tahun.

Keputusan itu berkaitan dengan sejumlah pelanggaran yang dianggap serius. Arsenal menyebut kasus yang ditangani mencakup tindakan kekerasan, rasisme, antisemitisme, perilaku antisosial, serta homofobia.

Baca Juga: Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Arsenal menjaga lingkungan pertandingan tetap aman dan nyaman bagi seluruh elemen klub.

Manajemen tidak ingin tindakan sejumlah kecil suporter justru mengganggu pengalaman mayoritas pendukung yang datang untuk menikmati pertandingan.

Selain menjatuhkan hukuman kepada sembilan suporter, Arsenal juga tengah membantu kepolisian dalam 13 penyelidikan lainnya. Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran yang terjadi di pertandingan maupun melalui aktivitas di dunia maya.

Arsenal dalam beberapa waktu terakhir memang meningkatkan pengawasan terhadap perilaku suporter, termasuk di media sosial.

Baca Juga: Fabrizio Romano Isyaratkan Tak Lama Lagi Tinggalkan Dunia Transfer, Ini Rencana Berikutnya

Klub bekerja sama dengan perusahaan yang bergerak di bidang data science untuk mengidentifikasi berbagai bentuk pelecehan yang ditujukan kepada pemain, pelatih, staf, maupun sesama pendukung.

Hasil pemantauan tersebut menunjukkan adanya ribuan konten bermasalah. Sepanjang musim lalu, Arsenal mengidentifikasi lebih dari 17.700 unggahan dan komentar yang masuk kategori abusive.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 individu kemudian dilaporkan kepada Arsenal maupun klub lain untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut. Sementara sembilan kasus diteruskan kepada aparat penegak hukum.

CEO Arsenal, Richard Garlick, menegaskan bahwa klub tidak akan membiarkan tindakan pelecehan dan diskriminasi berkembang di lingkungan mereka.

Menurut Garlick, mayoritas suporter Arsenal tetap menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana positif di dalam maupun di luar stadion. Namun, klub tetap harus mengambil tindakan ketika ditemukan perilaku yang melewati batas.

Baca Juga: Ada Makna Surat Al-Qur'an di Balik Nopol Bus Baru Arema FC N 7887 IB, Apa Artinya?

“Pelecehan dan diskriminasi tidak memiliki tempat di Arsenal, baik di stadion maupun secara online,” ujar Garlick.

Ia juga menilai sepak bola seharusnya menjadi ruang yang mampu mempertemukan dan menyatukan banyak orang. Karena itu, Arsenal ingin memastikan para pemain, staf, suporter, dan komunitas di sekitar klub dapat merasa aman.

Sanksi terhadap sembilan suporter tersebut menjadi salah satu bentuk keseriusan Arsenal dalam menjaga standar perilaku pendukung.

Klub juga memastikan pengawasan terhadap tindakan diskriminatif akan terus dilakukan, termasuk terhadap aktivitas yang berlangsung di media sosial.

EDITOR: Banu Adikara
Tags:arsenal